Y u d i S u t a r s o

Kuliah Manajemen Pemasaran

Sekarang Kita Bisa Tahu Harga Jasa Kredit Bank !

Kebijakan harga bagi bank, seperti pada produk lain, merupakan sejumlah uang yang dibayar nasabah untuk mendapatkan layanan bank, baik untuk funding product, maupun landing product. Kita mesti bayar biaya administrasi kalau kita menabung, bayar selisih kurs bila beli uang asing, juga bayar biaya tertentu jika ingin dapat jasa SDB. Hampir semua biaya untuk produk tersebut, kita bisa tahu dengan mudah. Kita tahu dari brosur, iklan atau melalui websitenya.

Namun, dulu, tidak demikian halnya dengan harga untuk sebagian jenis jasa kredit. Hampir tidak ada informasi yang bisa kita dapat tentang berapa harga jasa kredit, sekalipun hanya perkiraan, kecuali kita bertanya kepada bank langsung. Namun saat ini, dengan keluarnya SK No. 13/5/DPNP pada 8 Februari 2011 dari Bank Indonesia, bank harus mengumumkan harga jasa kreditnya. Pertimbangan Bank Indonesia adalah “Pemilihan produk Bank oleh nasabah pada umumnya didasarkan pada pertimbangan mengenai manfaat, biaya, dan risiko dari produk yang ditawarkan oleh Bank tersebut. Hal ini menjadi sangat relevan khususnya untuk produk Bank berupa kredit mengingat kredit merupakan salah satu produk utama perbankan yang dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, transparansi informasi mengenai Suku Bunga Dasar Kredit (prime lending rate), selanjutnya disebut sebagai SBDK, sangat diperlukan untuk memberikan kejelasan kepada nasabah”

Yang menjadi perhatian kita adalah mengapa harga jasa perbankan untuk jasa kredit, dulu tidak diumumkan oleh bank, dan baru diumumkan setelah ada kewajiban dari Bank Indonesia. Apa manfaat dan kerugian bank mengumumkan harga jasa kredit, seperti harga untuk produk lain dari bank. Bagaimana pendapat Anda?

May 19, 2011 Posted by | MPL | 26 Comments

Fenomena Harga Tiket Air Asia

Dunia penerbangan berkembang secara pesat tidak saja di Indonesia, namun juga di Asia dan Dunia. Maskapai penerbangan, sebagai provider jasa penerbangan juga mengalami peningkatan kapasitas. KLM, Singapore Airlines, Malaysia Airlines, Cathay Pacific dan sebagainya adalah contoh maskapai penerbangan yang telah mapan malayani pelanggan terbang ke berbagai tempat disunia.

Penawaran Air Asia

Bagi penumpang wilayah Asia, munculnya Air Asia, cukup memberikan alternatif menarik oleh karena berbeda penawarannya dibanding dengan maskapai penerbangan sebelumnya. Dengan taglinenya “now everyone can fly” , Air Asia menawarkan harga yang cukup murah, dimana harga rata-rata dibawah maskapai lain, dan jika beruntung pelanggan dapat mendapatkan harga yang sangat murah. Bagaimana rute Surabaya-Kuala Lumpur dapat dengan harga tiket Rp.80.000,-.

Kita bisa angkat topi bukan saja dengan bagaimana Air Aisa bisa melakukan penerapan harga murah, namun bagaimana kreatifitas penerapan harga dilakukan. Bagaimana strategi harga produk mix mereka, seperti selain manetapkan dengan produk line pricing, juga ada optional product pricing, captive product pricing dan product bundle pricing. Hal yang tidak pernah dilakukan di maskapai penerbangan mapan. Bagaimana Air asia juga menggunakan strategi penyesuaian harga melalui diskon (discount pricing), psychological pricing, maupun promotional pricing dan dynamic pricing.

Yang jelas, oleh karena berbagai strategi harga tersebut penumpang diuntungkan dan tentu perusahaan demikian juga. Ternyata menjual produk penerbangan bisa memanfaatkan kreatifitas harga sebagai faktor kesuksesan. Bagaimana pendapat anda?

May 19, 2011 Posted by | MPL | 33 Comments

Promosi dan Kepentingan Publik

Promosi bagi pemasar adalah kegiatan penting untuk meningkatkan kesadaran, ketertarikan, minat dan pembelian dari calon pembeli terhadap produk yang dijual. Saat ini, tidak hanya perusahaan yang mecari untung saja yang melakukan kegiatan promosi, namun organisasi non profitpun gencar melakukannya. Promosi bukan juga hanya monopoli perusahaan besar, namun usaha kecilpun juga melakukannya.

Sebagai aktivitas manajemen, pemasar juga perlu memperhatikan kinerja efektif dan efisien dari kegiatan promosinya. Sehingga, pemasar selalu memikirkan berapa dana yang akan dikeluarkan untuk kegiatan promosi, bagaimana mendapatkan manfaat sebesar-besarnya atau bagaimana meningkatkan hasil semaksimal mungkin. Atas prinsip ini, pemasar sering menggunakan media promosi yang semurah-murahnya bahkan kadang berfikir kalau perlu tidak membayar. Kalau ada yang tidak perlu bayar, mengapa memilih yang membayar. Tidak hanya perusahaan besar kadang berprinsip demikian namun usaha kecilpun juga ada yang berfikir demikian.

Kita perlu memikirkan bagaimana tren dan gejala promosi di lingkungan sekitar kita utamanya yang berada di ruang-ruang publik, sejauh mana pemasar telah memikirkan kinerja manajamen mereka namun pada saat yang sama memikirkan kepentingan publik. Akan bijaksana jika mereka melihat pemangku kepentingan, utamanya publik, dari bisnis mereka dan memperlakukan dalam proporsi yang adil, seperti halnya mereka melihat pelanggan mereka. Bukankah mereka, publik, sebenarnya adalah pelanggan jangka panjang mereka?

May 19, 2011 Posted by | Manajemen Pemasaran | 22 Comments

Manajemen Pemasaran 2011

Balajar manajemen pemasaran seperti belajar kehidupan. Semua bisa dipelajari bukan hanya dari buku atau dari orang yang cakap, namun kita bisa pelajari dari lingkungan kita, baik dari melihat bagaimana para pedagang menjual dan me-marketing-kan produk mereka, bagaimana perusahaan mempromosikan, bagaimana instansi pemerintah sekarang mulai melakukan marketing,

Para mahasiswa, agar belajar tidak hanya dari buku, dari lingkungan kita semua bisa kita lihat bagaimana marketing dijalankan. Amati dan pikirkan, agar mendapat pengetahuan yang aplikatif tentang marketing

Selamat belajar

May 5, 2011 Posted by | Manajemen Pemasaran | 28 Comments

Manajemen Pemasaran Lanjutan 2010

Perkuliahan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai praktek dan teori manajemen pemasaran, sehingga diharapkan mahasiswa mampu melakukan kajian kritis terhadap praktek dan teori manajemen pemasaran mampu mengambil manfaat dari kajian tersebut untuk pengambilan keputusan dalam bidang pemasaran.

Mahasiswa diharapkan aktif dalam kegiatan perkuliahan ini dalam bentuk aktif masuk kuliah, aktif di kelas, mengerjakan tugas dan sebagainya. Membaca, mengamati, berdiskusi, dan berdebat adalah mdal aktivitas utama dalam perkuliahan ini.

Selamat belajar

March 4, 2010 Posted by | MPL | 4 Comments

Manajemen Pemasaran 2009 : Kita Perlu Softskills

Perkuliahan Manajemen Pemasaran pada Semester ini, akan dimasukkan didalamnya pengembangan softskills bagi mahasiswa. Kita tahu bahwa softskills sangat penting bagi mahasiswa, dan pengembangan softskill bisa dilakukan dimana saja termasuk dalam perkuliahan. Sebagian besar penentu keberhasilan dalam karier dan bisnis adalah aspek ini. Mahasiswa sering lupa atas aspek ini, dan hanya mengejar IPK tinggi, sehingga akan kesulitasn ketika akan memulai pekerjaan, bekerja secara tim, menyesuaikan diri, berbeda pendapat dan sebagainya. Kita akan mengembangan softskills disiplin, percaya diri, dan kerjasama. Mari kita belajar marketing sambil mengembangkaan softskills

Kontrak Pembelajaraan

Panduan Presentasi

February 19, 2009 Posted by | Manajemen Pemasaran | 3 Comments

Tugas Pemasaran Bank Syariah

Bank syariah adalah usaha perbankan yang memeperkenalkan prinsip islam dalam bisnis perbankan. Dalam perbankaan ini tidak dikenal namanya bunga, seperti halnya bank konvensional. Di banyak negara perbankkan syariah telah menjadi perbankan yang kuat. Di Indonesia perkembangan perbankan syariah masih terbilang kecil, karena peranannya dalam perbankan nasional masih belum tinggi.

Memasarkan jasa bank syariah memerlukan teknik, strategi dan pendekatan yang berbeda dengan perbankan pada umumnya. Agar dapat memasarkan dengan baik, maka pemasar perlu melihat bagaimana pasar sasaran, perilaku mereka dan bagaimana lingkungan. Kebijakan produk, harga, promosi dan destribusi penting untuk dikelala secar integratif.

Tugas Individu  Anda saat ini bagi peserta mata kuliah manajemen pemasaran kelas F adalah, carilah publikasi terkait dengan bank syariah baik berupa promosi yang dilakukan yaitu melalui iklan di koran maupun media masa lain, reklame yang dipasang di jalan-jalan, pemberitaan di koran tentang bank syariah, ataupun bahan lain yang terkait dengan perkembangan bank syariah terkini dan atau pemasaran bank syariah yang telah dilakukan. Klipinglah bahan bahan tersebut sekurangnya empat buah, selanjutnya berikanlah ulasan berdasarkan bahan yang Anda dapat, bagaimana seharusnya mereka memasarkan bank syariah.

Kliping. Kliping berita atau segala sesuatu tentang bank syariah  dibuat dan ditempel dalam kertas ukuran A4, tidak bolak balik, diberi sampul kertas hvs dituliskan nama dan NIM masing-masing mahasiswa. Pengumpuan kliping juga bisa dilakukan secara digital, melalui CD, dengan memberi nama dan nim pada CD yang dikumpulkan. Pembuatan kliping secara digital sangat direkomendasikan.

Ulasan tentang pemasaran bank syariah atas bahan kliping tersebut diatas dilakukan dalam format ukuran a4, spasi satu, dalam satu lembar, ditulis dan dikirimkan melalui email kealamat email ysutarso@gmail.com, dengan nama file gabungan Nama-NIM-ulasan klopong. Contoh Nama file adalah “hermawan 2007210009 ulasan kliping.doc” . Pengumpulan tugas baik kliping maupun ulasan dilakukan paling lambat saat ujian akhir semester. Yang kurang jelas tentang tugas ini dapat menghubungi dosen pengampu.

December 30, 2008 Posted by | Manajemen Pemasaran | 2 Comments

Tragedi Pasuruan dan marketing ide “antri”

pic from www.antara.co.id

Beberapa waktu yang lalu kita menyaksikan tragedi pembagian zakat di Pasuruan yang menelan korban 21 orang. Tragedi bermula dari keinginan untuk membagi zakat secara langsung kepada kaum miskin, dan berakhir dengan kerumunan masyarakat yang berharap mendapatkan berkah zakat yang berujung berdesakan, ingin segera mendapat dan oleh karenanya ada yang meninggal karena keinjak-injak antrian. Berbagai ungkapan simpati berdatangan dari tingkatan lokal hingga kepala negara, berita meluas hingga ke manca negara. Ada yang besimpati, lalu ada pula yang mengkritik tentang pembagian zakat. Mengapa dibagi langsung, bukankan ada pihak yang bisa membantu pendistribusian zakat.

Kita bisa saja melihat hal tersebut dari bergai sudut pandang, namun bagi kelas kita, melihat kerumunan sebagaimana dilansir antara dalam situsnya, kita lalu berfikir tentang kebiasaan antri di negari ini. Tidak untuk menyalahkan mereka yang tidak antri dengan tertib pada saat pembagian zakat, antau panitia yang tidak bisa mengatur antrian, namun lebih sebagai sarana untuk belajar dari pengalaman. Bukankan pengalaman adalah guru yang baik.

Antri bagi kita, seringkali belum membudaya dengan baik. Di terminal, di bioskop, atau bahkan di kampus, dijalan raya, kadang budaya ini tidak dijunjung. Masing-masing orang berfikirnya “kalau nggak cepat tidak dapat”, sehingga cepat adalah kunci untuk mendapat. Padahal kadang kita tahu bahwa semua akan dapat, bahkan kalaupun dijamin semua dapat antri juga belum tentu berjalan baik. Memang ada beberapa tempat yang sudah bisa menerapkan antri dengan benar.

Kita perlu memikirkan, bagaimana memasarkan ide tentang budaya antri di tempat kita. Di kampus, diloket atau dimanapun. Agar masyarakat memahami bahwa antri akan membuat semua lancar, semua selamat, adil dan menyenangkan. Dilihat lebih enak dan sepertinya tidak menguras tenaga. Bagaimana agar gaung ide ini bisa masif dan mampu mempersuasi publik, sehingga tingkat awareness, knowledge, liking, preference hingga “buy” atas ide antri ini menjadi mantap. Bukankah kita akan bangga jika bangsa kita terkenal tertib antri.

September 23, 2008 Posted by | Manajemen Pemasaran | 56 Comments

Pak De Karwo : Marketing dalam Politik

Pasangan Sukarwo dan Gus Ipul adalah pasangan calon Gubernur Jawa Timur bersama pesaingnya Pasangan Kofifah dan Mudjiono, yang masuk dalam putaran Pilkada 2008. Sukarwo adalah calon Gubernur telah mulai me “marketing” kan   dirinya sebagai calon Gubernur sudah lama. Sangat nampak usaha dan strategi memenangkan posisi orang nomor di Jawa Timur menggunakan dan memanfaatkan prinsip-prinsip pemasaran. Mulai dengan menggandeng produk kacang goreng dengan merek yang cukup cerdas “Pak De”. Istilah “Pak De”, bagi masyarakat jawa timur adalah istilah yang tidak baru, akrab di telinga dan mudah diucapkan. Istilah ini cukup memenuhi syarat untuk digunakan sebagai merek yang punya konotasi positif. Apalagi dari sisi makna dan persepsi, tokoh pak de bagi masyarakat jawa, adalah bermakna orang yang dihormati, lebih sebagai panutan, dan secara sosiologis adalah anggota keluarga yang dijadikan tempat berkonsultasi. Sehingga lengkap sudah penggunaan kata  “Pak De” sebagai merek cukup cerdas. 

Soekarwo juga tahu bahwa “Pak De” saja, tidak cukup membantu kalau orang tidak mengkaitkannya dengan dirinya. Sehingga digunakan istilah “Pak De Karwo”, dimana perjalanan proses pemilihan secara berkelanjutan membuat istilah dan merek baru, misalnya yang terakhir “Karsa”, sebagai kepanjangan dari Soekarwo dan Saifulah Yusuf. Penggunaan istiah “coblos brengose” juga pemikiran yang cerdas mengenai diferensiasi sederhana dalam pemasaran, dimana Soekarwo tahu perbedaan fisik yang jelas antara dirinya dengan pasangan lainnya. Istilah yang terakhir barangkali akan negatif bagi mereka yang tidak suka pria berkumis. Beberapa penggunaan berbagai media dan aktivitas yang dilakukan Pak De, juga menunjukkan bahwa marketing adalah “senjata utama” yang dipergunakan. Pemilihan langsung Gubernur, akan menjadi pembuktian apakah marketing cukup ampuh menjadi “senjata” calon Gubernur. Kita tunggu hasilnya……….

Bagaimana pendapat anda…

September 9, 2008 Posted by | Manajemen Pemasaran | 56 Comments

MP: Manajemen Pemasaran Kelas F 2008/2009

 

Mata kuliah ini bertujuan agar mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan secara komprehensif berbagai konsep dasar dalam manajemen pemasaran serta bisa mengkaitkan dengan contoh-contoh konkrit dalam praktek manajemen pemasaran. Peserta mata kuliah ini diharapkan untuk mengikuti perkuliahan baik secara offline dan on-line malalu blog ini. Keaktivan dalam mengikuti perkuliahan termasuk dalam mendiskusikan berbagai permasalahan yang diangkat dalam blog ini akan menjadi penting bagi pemahaman materi. Blog ini sebagaimana telah dilakukan sebelumnya adalah sebagai pendukung dalam perkuliahan offline dikelas. 

Dengan senang hati perkuliahan  mata kuliah ini menggudang para pencinta manajemen pemasaran untuk berdiskusi dan sharing pengalaman dalam menjalankan pemasaran baik dari mahasiswa, akademisi, praktisi ataupun siapa saja.

Untuk peserta aktif berikut disampaikan beberapa ketentuan perkuliahan berikut.

200808-mp-kontrak-pembelajaran-gasal-08-092

September 3, 2008 Posted by | Manajemen Pemasaran | | 43 Comments

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.