Y u d i S u t a r s o

Kuliah Manajemen Pemasaran

“Terkenal dan Tercemar”: PR gaya pemerintah.

Kita sering disuguhi dengan Negative Public Relation di media-media Nasional oleh beberapa pelaku baik swasta maupun pemerintah. Negatif PR adalah pemberitaan yang tidak mendambah citra institusi tambah positif, tapi membuat image menjadi tambah negatif. Atau dengan kata lain pemberitaan-pemberitaan yang membikin “terkenal tapi tercemar”. Terkenal dimana-mana dan tercemar pula dimana-mana.

blaming.jpg

Contoh baiknya adalah kasus lokal sikap pemerintah daerah yang tidak kompak dalam kaitan dengan Cito di Surabaya (Jawa Pos 3 Juli 2007). Atau dalam kaitan dengan tidak kompaknya pemerintah dalam kaitan dengan Tarian Cakalele veri RMS, yang diberitakan di Jawa pos Group, 2 Juli 2007 dengan judul “BIN salahkan Polri’.

PR-ing gaya “salah menyalahkan” sepertinya jadi kebiasaan yang mungkin nggak sengaja. Bagi pemerintah mungkin itu karena lemahkan penanganan kehumasan dalam kaitan dengan isu-isu “berbahaya” bagi citra mereka. Disisi lain kelemahan ini sering menjadi santapan media-media juga, oleh karena model pemberitaan macam ini lebih seru dan mungkin dianggap “lebih laku”. Dan bisa jadi karena publik juga memang suka berita yang gaya penulisannya seperti itu. Kompleks jadinya.

Yang jelas pemberitaan macam ini akan merugikan citra pemerintah. Pemerintah akan menjadi terkenal dan sekaligus tercemar.

Jika Anda jadi pemasar (yang sudah pasti mencintai negeri ini, negeri dimana kita dilahirkan, termasuk pemerintahnya) apa yang sebaiknya dilakukan oleh pemerintah dalam kaitan dengan hal diatas, dan bagaimana agar tidak menjadi terkenal sekaligus tercemar. Untuk semua saja, khususnya peserta manajemen pemasaran dan manajemen pemasaran lanjutan silahkan berdiskusi. Peserta yang dari manajemen pemasaran tunjukkan kehebohanmu, dan untuk peserta manajemen pemasaran lanjutan tunjukkan kehebatanmu. Kalian memang heboh dan hebaat….

Selamat bekerja dan belajar.

July 3, 2007 - Posted by | Manajemen Pemasaran

22 Comments »

  1. Sorang Pemasar yang cerdik dalam menangkap peluang pasar,akan mudah sekai menemukan obyek untuk disulap menjadi sebuah produk yang nantinya diminmati konsumen.Termasuk berita yang sedang aktual, apabila dikemas dengan apik berita tersebut juga akan dapat dijadikan sebagai produk yang laku dipasaran.Negaif PRing pada kasus “Cito di Surabaya” yang didalamnya membahas mengenai sengketa kepemilikan tanah dan kasus “Tidak kompaknya pemerintah dalam kaitan dengan tarian caklele versi RMS” yang di beritakan di Jawa Pos yang seakan-akan menyalahkan satu pihak tertentu tidak lain adalah hasil dari penyajian berita yang telah dibumbui dengan atribut-atribut untuk semakin menarik minat konsumen berita yang ujung-ujungnya tujuannya adalah untuk meningkatkan penjualan produk mereka (koran).
    Pemasar media massa tentunya akan sangat diuntungkan dengan adanya negatif PRing karena memang jenis berita yang seperti itulah yang saat ini sangat diminati oleh masyarakat. Namun sebagai Pemasar yang baik saya rasa kurang etis apabila kita hanya memikirkan keuntungan pribadi tanpa harus memikirkan kerugian (citra buruk) yang akan diderita oleh pihak lain akibat dari berita yang kita sajikan. Sebenarnya negatif PRing bisa dihilangkan atau paling tidak diminimalisasi dengan cara menyajikan berita yang tidak hanya menyalahkan salah satu pihak tetapi dengan lebih menonjolkan sisi lain dari berita yang bernilai jual tinggi tanpa harus mengurangi esensi dari berita itu sendiri dengan demikian berita itu akan tetap diminati.
    Disisi lain, pemerintah dalam mengeluarkan pernyataan kepada publik sebaiknya lebih berhati-hati karena mengingat masyarakat sangat sensitif terhadaap negatif PRing. jika pemerintah ceroboh dalam mengeluarkan statemen maka citra pemerintah sendirilah yang menjadi taruhannya. Namun dengan demikian bukan berarti pemerintah harus terkesan menut-nutupi fakta yang ada, pemerintah harus tetap memaparkan berita sesuai dengan fakta yang ada hanya saja bahasa atau kalimat yang digunakan harus lebih diperhatikan agar tidak mengundang kontroversi yang ujung-ujungnya adalah terkesan menyalahkan salah satu pihak.

    Comment by Juni Wati | July 5, 2007 | Reply

  2. sebenarnya pemberitaan – pemberitaan seperti itu adalah akan menjadi santapan yang lezat dan nikmat bagi para media – media hanya karena kurangnya kedisiplinan dan kecerobohan – kecerobohan yang dilakukan oleh sebagian orang…sebenarnya tidak ada yang salah dalam kaitan Cito maupun tarian cakalele versi RMS, yang salah adalah diri kita yang tidak bisa menjaga kesatuan dari negara tercinta kita ini…karena penurut kaca mata saya mereka orang yang mempunyai modal hanya berpikir bagaimana membesarkan atau menjadikan modal yang saya tanam akan menjadi besar…tanpa memperdulikan lingkungan sekitar,bagaimana nanti,dan apa yang akan terjadi menjadi kepentinagn nomer ke SEKIAN…jadi menurut saya utamakan kepentinagn umum,sama halnya pada kasus TARIAN RMS,tidak perlu saling menyalahkan diantara ke 2nya..saya yakin bila terjadi komunikasi yang baik antar ke2nya saya yakin hal seperti tarian yang diperagakan oleh model – model RMS tidak akan terjadi…kalu kita saling menyalahkan sekali lagi PERCUMA itu hanya akan menjadi makanan lezat para media – mediaatau bahkan akan menjadi lelucon dan bahan tertawaan bagi bangsa lain..yang harus kita lakukan sekarang bagaimana RMS itu PUNAH dan negara kesatuan Kita ini tidak KECOLONGAN LAGI oleh hal yang bisa memalukan negara INDoNEsia..MERDEKA….sudah saatnya kita bergandengan tangan menuju masa depan yang lebih baik,bukankan negara kita ini sedang terpuruk saat ini…tapi saya yakin bila kita bergandengan tangan,dan initinya saling menjaga,SAYA YAKIN indoneSia akan bisa menjadi lebih baik…
    INDONESIA MERDEKA..

    Comment by yudi kurniawan lastanto | July 6, 2007 | Reply

  3. Dalam menyikapi masalah CITO ataupun masalah pengibaran bendera RMS, merupakan kesempatan bagi media untuk memasarkan segala berita-berita tentang peristiwa yang ada di negara ini. Dalam hal ini pemerintah hendaknya bisa segera membenahi diri dalam segala hal. Dalam masalah CITO, pemerintah harusnya lebih tegas dalam menyikapi para investor untuk membangun sebuah pusat perbelanjaan di sekitar tempat dimana tempat tersebut merupakan tempat yang banyak dilalui oleh kendaraan. Seharusnya dari awal Pemerintah bisa tegas dalam masalah ini, jangan cuma tergiur dengan para investornya. Menururt pendapat saya hal ini etis-etis saja. Dengan adanya berita yang mengungkapkan keburukan dari Pemerintah ataupun sebagainya, bisa membuat para Pemerintah bisa mengetahui dimana letak kesalahannya. Jangan cuma gara-gara etika dalam pemasaran atau sebagainya yang membuat berita itu tidak bisa diketahui oleh masyarakat. Ingat! sekarang kita ada di zaman demokrasi, bukan di masa orde baru. Jadi ngapain pake gak etis-etis segala, kita bebas mengeluarkan/mempublikasikan keburukan pemerintah. Pemerintah hendaknya juga harus tegas dalam masalah pengibaran bendera RMS, jangan cuma bisa bilang kecolongan. Gak mungkinlah bisa kecolongan, jangan-jangan emank dibuat seperti itu?Ya, kita sebagai mahasiswa tau apa tentang politik. Jadi kita sebagai mahasiswa, intinya harus bisa menegakkan demokrasi. Kita bisa mengutarakan pendapat, kita bebas mengkritik sana-sini asalkan masih dalam batasan-batasan.

    Comment by Dian Istiqomah | July 6, 2007 | Reply

  4. Masalah penberitaan tentang keburukan Pemerintah itu wajar-wajar aja. Asalakn kita sebagai konsumen yang mengkonsumsinya bagaimana kita menyikapinya. Apa yang gak etis dalam hal ini?Emank kenyataannya seperti itu, mau ditutup-tutupin terus, sampe kapan ditutupin?Kita sebagai negara yang saat ini menganut Demokrasi Pancasila harusnya bisa terbuka dan transparan dalam mengekspose suatu berita. Kalau masalah “terkenal dan tercemar”, emank kenyataanya Pemerintah saat ini ya terkenal , ya tercemar. Kalau masalah tercemarnya, ya pemerintah sendirikan yang buat. Lagi-lagi gak etis kalau diberitakan ke media. Apa mau ditutupin lagi kejelekan-kejelekan pemerintah kayak masa Orde Baru?Indonesia sekarang menjadi negara yang demokratis,semua orang bebas mengeluarkan kritikan atau pendapat-pendapat kepada pemerintah ataupun siapapun yang melakukan kesalahan. Dalm maslah CITO dan pengibaran bendera RMS (Republik Maluku Selatan), menurut saya media berpeluang untuk bisa menyuguhkan kepada masyarakat/konsumen dengan berita yang seperti ini. Ini merupakan kesempatan yang tidak boleh disia-siakan. Cuma mungkin kita harus bisa menjaga kode etik. Intinya kita sebagai generasi muda saat ini harus bisa menjaga utuhnya persatuan di Indonesia, dan kita juga harus menjunjung tinggi demokrasi. Kita mahasiswa, kita yang buat perubahan Indonesia jadi seperti ini. Semua ada di tangan masyarakat dan mahasiswa. Semoga Indonesia jadi lebih baik, dan pemerintahannya jadi lebih bersih. Good Luck to Indonesia!!!

    Comment by Arif Ramadhan | July 6, 2007 | Reply

  5. Masalah COTO dan RMS mungkin menjadi salah satu kesempatan bagi media untuk memasarkan segala berita yang ada di negara ini pada umumnya berita yang baru dan memiliki topik yang sangat menarik yang dapat membuat orang-orang berminat untuk membacanya. Dalam hal ini seharusnya pemerintah bisa membenahi diri untuk lebih baik lagi kedepannya. Seharusnya pada permasalahan CITO, pemerintah bertindak tegas terhadap para investor yang menginvestasikan modalnya di CITO, seharusnya invertor memperhatikan lokasi yang ingin dibangun karena lokasi tersebut merupakan lokasi yang dirasa rawan kecelakaan karena padatnya arus lalu lintas, seharusnya pemerintah menindak tegas. Pemerintah mungkin tergiur dengan dana modal yang diinvestasikan oleg investor tersebut. Menurut saya pemberitaan ini etis dan sah-sah saja, mungkin dengan adanya pemberitaan mengenai keburukan pemerintah dapat menjadikan pemerintah bisa mengoreksi diri agar kedepannya segala tindakan yang akan dilakukan dipikirkan terlebih dahulu secara matang-matang dan dampak yang akan terjadi. Jangan cuma gara-gara etika dalam pemasaran atau sebagainya yang membuat berita itu tidak bisa diketahui oleh masyarakat. Kita tentunya sudah mengetahui bahwa sekarang adalah jaman era reformasi yang mana pemerintahan bersifat demokrasi, jadi kita dapat mengatakan dan memberitakan keburukan yang dilakukan oleh pemerintah. Pemerintah hendaknya juga harus tegas dalam masalah pengibaran bendera RMS, jangan cuma bisa bilang kecolongan. Seharusnya pemerintah menindak lanjuti masalah ini dengan tegas, agar nantinya negara kita bisa tetap eksis sebagai negara kesatuan yang bulat dan utuh.

    Comment by Slamet Budi Waluyo | July 6, 2007 | Reply

  6. Tidak kompaknya pemerintah dalam kaitan dengan Tarian Cakalele versi RMS, yang diberitakan di Jawa pos Group, 2 Juli 2007, pemberitaan pada kasus seperti ini sering menjadi santapan media-media, oleh karena model pemberitaan macam ini lebih seru dan mungkin dianggap “lebih laku”.Pemasar media massa tentunya akan sangat diuntungkan dengan adanya negatif PRing,karena pemberitaan yang negatif dari
    pemerintah akan diminati oleh publik.seharusnya pihak BIN tidak harus menyalahkan POLRI atas kasus ini.pemerintah juga harus sensitif dari kasus ini karena gara-gara pemberitaan yang seperti ini membuat nama pemeritah menjadi tercemar.pemerintah mungkin harus mengadakan suatu klarifikasi kepada publik yang intinya menyatakan bahwa dalam kasus ini tidak hanya kesalahan satu pihak saja tetapi menjadi kesalahan yang harus diselesaikan bersama agar kasus yang serupa tidak terulang kembali…..

    Comment by sigid adri saputra | July 6, 2007 | Reply

  7. PR adalah salah satu alat promosi massa utama yang membangun hubungan baik dengan berbagai publik perusahaan dengan memperoleh publisitas yang menguntungkan, membentuk citra korporasi yang bagus dan menangani atau menghilangkan rumor, cerita, peristiwa, yang tidak menguntungkan. Departemen hubungan masyarakat mungkin melakukan satu atau semua fungsi berikut :
    -Hubungan pers atau biro media : menciptakan dan menempatkan informasi bernilai berita kedalam berita supata dapat menarik perhatian terhadap orang, produk atau layanan
    -Publisitas produk : mempublikasikan produk-produk tertentu
    -Urusan publik : membangun dan memperthankan hubungan dengan komunotas lokal aatu nasional
    -Melakukan lobi : membangun dan mempertahankan hubungan dengan para anggota lembaga legislatif dan pejabat pemerintah supaya dapat mempengaruhi perundang-undangan dan peraturan
    -Hubungan investor : mempertahankan hubungan dengan para pemegang saham dan pihak lain dalam komunitas finansial
    -Pengembangan : hubungan masyarakat dengan donor atau anggota organisasi nirlaba untuk memperoleh dukungan finansial atau relawan
    Media massa sering menyalahgunakan salah menyalahkan ini dikarenakan beberapa faktor :
    -Karena salah paham atau misscomunication pada saat mencari sumber berita, sehingga mereka berpikir untuk menulis apa yang mereka dapatkan walaupun itu salah
    -Keuntungan atau komersialisasi yang mereka dapatkan jika mereka melakukan sedikit tindakan menikung dari fakta yang sebenarnya sehingga masyarakat menjadi tertarik akan berita yang mereka tulis
    -Kebebasan pers yang disalahgunakan dalam membuat berita
    Pada Harian Jawa Pos 3 Juli 2007, berita tentang bangunan CITO yang bermasalah karena proyek bangunan CITO melanggar kesepakatan tentang ruang milik jalan. Didalam berita tersebut juga ada kata-kata yang menurut saya seharusnya tidak perlu ditulis yaitu “diusir”.
    Sedangkan berita pada Harian Kompas 2 Juli 2007 tentang tari cakelele versi RMS, BUN salahkan Polri, menurut saya didalam berita tersebut jangan menulis BIN salahkan Polri. Kedua kata-kata tersebut akan menimbulkan citra negatif dari pembaca surat kabar tersebut pada anggota dewan DPR Surabaya dengan pemilik
    atau investor CITO dan BIN dengan Polri. Serta menunjukan kinerja dan kondisi pemerintah buruk dimata masyarakat. Seharusnya pemerintah harus dapat menjadi panutan bagi seluruh masyarakat Indonesia karena Indonesia adalah negara besar dan membutuhkan pemerintahan yang kuat. Yang seharusnya dilakukan adalah jangan saling menyalahkan dan mencari solusi dari pemecahan masalah tersebut.
    Bukankah lebih baik menyelesaikan masalah dengan “kepala dingin” yang bisa membuat segalanya menjadi lebih baik.
    Seharusnya pemerintah

    Comment by Dion Yanuar Purba | July 6, 2007 | Reply

  8. Saya sangat setuju dengan pendapat Dian.S dan Arif.R mengenai permasalah tarian cakalele versi RMS diatas bahwasannyan pemberitaan seperti itu sah-sah saja asl masih pada batasan-batasan tingkat kebenaran yang ada,mengenai pemberitaan baik atau buruknya itu tergantung dari persepsi masyarakat sendiri menilai suatu permasalah dari sudut pandang yang mana? Seperti yang kita ketahui masalh tersebut memang menimbulkan suatu kontroversi yang semakin mengembang,namun apalah arti dari suatu pemberitaan yang diangkat di media serlain bertujuan untuk meningkatkan penjualan perus.serta juga dapat membuka pemikiran dari semua masyarakat tentang apa yang sebenarnya terjadi.
    Jika menurut saudara Yuni W,hal itu kurang etis saya rasa kata etis tersebut masih perlu dicerna kembali,ETIS dari sudut pandang yang bagaimana?
    Apakah memberikan suatu fakta tentang suatu informasi yang ada tergolong tidak etis lalu apakah kita harus menutupi kesalahan yang di perbuat oleh suatu badan/kelompok tertentu?
    Untuk itu dalam hal yang menyangkut permasalahan yang seperti ini kita sebagai konsumen yang selalu mengkonsumsi setiap berita yang timbul harus bisa mamilah-milah berita yang ada, kita harus dapat melihat dari berbagai sudut pandang yang ada sehingga berita yang kita terima tidak kita cerna bulat-bulat,sedangkan untuk pemerintah seharusnya dapat memberikan suatu berita konfirmasi sebagai bentuk pertanggung jawaban atas kesalahannya jangan hanya mengelak atau berkesan selalu lari dari kenyataan.

    Comment by Aminatus.s | July 7, 2007 | Reply

  9. Bukan salah media masa jika mereka memberitakan dan menyuguhkan negative public relation. Karena itu adalah santapan mereka dan rezeki mereka untuk mencari uang apalagi sekarang masyarakat suka dengan pemberitaan hal-hal semacam itu. sehingga media masa pasti akan mengelola berita dengan bagus agar banyak diminati oleh konsumennya. Tetapi juga media masa harus mengenal batas-batas pemberitaan dan standar etika bagaimana cara pemberitaan yang baik. Apalagi Pemerintah Indonesia saat ini sudah banyak masalah dan mendapat malu baik dari warga negaranya sendiri maupun dari luar negeri. Untuk itu seharusnya pemasar atau media masa harus lebih berhati-hati untuk memberitakan hal-hal semacam itu agar tidak lagi menambah masalah dan malu negeri kita tercinta ini. Pemasar juga harus bisa menjaga image negeri kita ini agar kita bisa menjadi negara yang maju. Dan bukan hanya pemasar atau media masa saja yang harus menjaga image negeri ini. Tetapi yang paling utama adalah pemerintah karena pemerintahlah yang membuat berita ini muncul karena kelakuan yang diperbuat oleh mereka. Bukan hanya pemasar saja yang harus mengenal batasan-batasan tetapi pemerintah juga harus bisa menjaga sikap mereka pada masyarakat. Dan juga pemerintah itu harus sadar jika sekarang banyak negative public relation itu bukan salah media tetapi pemerintah juga ikut salah. Untuk itu pemerintah harus dengan cepat dan tegas untuk membenahi kelakuan mereka yang banyak menimbulkan masalah dan banyak mendapat syorotan dari warganya. Menurut saya media masa yang memberitakan negative PR juga ada manfaatnya yaitu sebagai intropeksi diri pemerintah Indonesia agar bisa tahu kesalahan-kesalahan mereka selama ini. Akan tetapi media masa juga harus bisa mengelola beritanya dengan baik agar nantinya tidak menimbulkan kericuhan di Indonesia.
    Untuk itu Pemerintah Indonesia harus sedikit demi sedikit menghilangkan sisi negative dan sedikit demi sedikit menumbuhkan citra baik mereka sehingga media massa dapat dengan bangga memberitakan kehebatan negara Indonesia. Sehingga negara Indonesia dapat menjadi terkenal akan kelakuan baik dan kehebatam mereka baik di negaranya sendiri maupun di luar negeri. SEMANGAAAATT!!!

    Comment by nurul hikmah | July 7, 2007 | Reply

  10. saya setuju dengan pendapat Slamet Budi Waluyo Masalah COTO dan RMS mungkin menjadi salah satu kesempatan bagi media untuk memasarkan segala berita yang ada di negara ini pada umumnya berita yang baru dan memiliki topik yang sangat menarik yang dapat membuat orang-orang berminat untuk membacanya. Dalam hal ini seharusnya pemerintah bisa membenahi diri untuk lebih baik lagi kedepannya. Seharusnya pada permasalahan CITO, pemerintah bertindak tegas terhadap para investor yang menginvestasikan modalnya di CITO, seharusnya invertor memperhatikan lokasi yang ingin dibangun karena lokasi tersebut merupakan lokasi yang dirasa rawan kecelakaan karena padatnya arus lalu lintas, seharusnya pemerintah menindak tegas. Pemerintah mungkin tergiur dengan dana modal yang diinvestasikan oleg investor tersebut. gaya pemerintah sudah tidak asing lagi. pemerintah seharusnya tidak saling menyalahkan melainkan harus introspeksi dan merombak semua peraturan agar tidak terjadi kontrofersi terhadap kinerja pemerintahan.(Danie_Mien)

    Comment by Firman | July 9, 2007 | Reply

  11. berita tersebut memang menjadi santapan yang empuk bagi media masa, karena berita yang seperti itulah yang saat ini laku… bukan salah media yang menyuguhkan negatif public ralation…tetapi media harus mengetahui batasan-batasan hal yang akan di beritakan, sebagai konsumen yang baik, kita harus menanggapi berita tersebut dengan positif… pemerintah harus menaggapi dengan positif, dengan adanya kasus seperti ini bukannya lebih baik, malah nama pemerintah akan tercemar, dan seharusnya pemerintah, tni, dan polri bisa saling kerjasama, bukannya saling menyalahkan agar kasus seperti itu tidak terulang lagi di tempat yang lain… kita sebagai warga indonesia yang baik harus kerjasama dengan semua pihak agar semua kasus yang ada bisa segera di atasi… SELAMAT BERJUANG INDONESIA… AKU YAKIN KITA SEMUA BISA MENGATASI SEMUA MASALAH YANG ADA….
    MERDEKA…..

    Comment by wahyu surya kusuma | July 9, 2007 | Reply

  12. Promosi adalah satu salah kunci pokok dalam melakukan pemasaran, bagaimana promosi harus dikemas sedemikian rupa untuk dapat menarik konsumen. Promosi harus dilakukan dengan baik dan terencana, dan bagaimana promosi tersebut harus memberikan kesan baik/positif bagi konsumen bukan sebaliknya memmberikan kesan yang negatif kepada konsumen. Promosi nilah yang disebut dengan public relation yaitu promosi yang membangun kepercayaan konsumen terhadap suatu produk.
    Dalam kasus diatas dapat dilihat bahwa kasus tersebut sangat menarik untuk dikonsumsi masyarakat, hal inilah yang coba diangkat dalam suatu berita di media massa. Salah satunya koran jawa pos pada tanggal 2 Juli 2007 yaitu mengenai kasus tarian cakalele versi RMS yang dilakukan pada saat kunjungan presiden ke ambon. Surat kabar tersebut sangat pintar dalam melihat peluang untuk meningkatkan share atau penjualan, tanpa memperhatikan efek dari dari pemberitahuan berita tersebut. Padahal berita tersebut berdampak negatif buat pemerintah dimata masyarakat. Terkenal buat surat kabar tersebut karena topik yang diangkat sangat menarik dan tercemar buat pemerintah dimata masyarakat.
    Dengan adanya kasus tersebut pemerintah harus sudah siap menghadapinya, bukan dengan saling menyalahkan antara BIN dan POLRI seperti yang telah diberitakan dalam surat kabar tersebut. Pertama yang harus dilakukan pemerintah dalam hal ini BIN dan POLRI yaitu menerima kesalahan dengan lapang dada karena ini merupakan kesalahan kedua instansi tersebut bukan dengan dengan saling menyalahkan. Kedua yaitu mengambil langkah-langkah yang kongkrit dengan menangkap anggota RMS yang melakukan tindakan tersebut. Dan yang ketiga mengganti/merombak anggota BIN dan POLRI yang dianggap tidak becus dalam melaksanakan tugas. Menurut saya inilah cara yang harus dilakukan pemerintah untuk mengembalikan citra mereka kepada masyarakat sehingga nama baik pemerintah tidak tercemar. Semoga cara ini dapat membangun hubungan baik antara pemerintah dan masyarakat. bersatulah indonesiaku

    Comment by afi saputra | July 9, 2007 | Reply

  13. Salah satu alat utama PR adalah berita (news). Para humas menciptakan berita yang menguntungkan tentang perusahaan, produk, orang ataupun organisasi. Misalnya saja pada waktu Perbanas memperoleh hibah A3 dari pusat.tapi tidak selamanya para humas itu menciptakan berita yang positif. Negative PR juga biasa dilakukan oleh pemerintah dan seakan2 menjadi trend baru bagi pemerintah itu sendiri. Lihat saja pada kasus Cito dan Pengibaran bendera RMS yang dilakukan penari Cakalele dihadapan Presiden SBY di Maluku. Dengan berita2 tersebut kita (masyarakat) dapat melihat bobroknya pemerintahan kita, bagaimana banyak persilisihan antara pihak dalam pemerintah itu sendiri.
    1.Menurut saya pada ksus Cito seakan2 Pemprov dan Pemkot itu diadu domba. Persoalan tentang pembangunan Cito itu terus dibahas tetapi tidak ada jalan keluar atau hasilnya. Cito tetap saja bermasalah. Dengan pemberitaan yang seperti ini seharusnya Pemerintah (Pemprov dan Pemkot) duduk bersama dan menyelesaikan persoalan ini. Karena selama Cito masih bermasalah pembangunan di Cito pun tidak bisa dilakukan. Gubernur dan Wali kota tentunya harus memikirkan jalan keluar yang terbaik untuk masalah ini sehingga citra yang positif dari masyarakat tentang pemerintah akan didapat.
    2.Pada kasus BIN salahkan Polri pada kasus pengibaran bendera RMS, kita juga dapat elihat bagaimana adanya saling tuding antara BIN dan Polri. Seharusnya hal tersebut tidaklah perlu diperpanjang lagi sehingga malah menimbulakan masalah yang baru saja. Lebih baik jika bagaimana upaya untuk mencegah atau memusnahkan bentuk2 separitisme seperti GAM di Aceh ataupun OPM di Papua Barat. Dengan negative PR inilah pemerintah seharusnya dapat berintrospeksi diri lagi, tidak ada yang saling tuduh dan menyalahkan. Kita haruslah bekerja bersma2 untuk membangun lagi persatuan dan kesatuan bangsa yang telah luntur. Dan cara bagaimana Gerakan separitisme ini dimusnahkan misalnya dengan cara pembicaran2, perundingan2, dan operasi militer yang pernah dilakukan pemerintah pada waktu dulu.

    Comment by Lia Dahniar | July 10, 2007 | Reply

  14. menurut saya tentang kabar pemerintah yang negatif di surat kabar itu hal yang biasa karena pemerintah sendiri sering berbuat yang negatif tetapi hal itu juga dapat menjadi promosi bagi pemerintah itu sendiri,dan hal yang negatif itu menjadi bahan bacaan yang diminati oleh masyarakat .Sebagai pemasar saya menilai pemerintah juga mendapat keuntungan karena pemerintah juga diliput kegiatannya walaupun negatif dan pemerintah hanya butuh pembenahan untuk kedepannya dan yang lebih jelas harus menulis kejelasan dan permohonan maaf tentang kejadian itu sehingga pembaca atau masyarakat dapat mengubah pikiran negatif menjadi hal yang bisa dimaklumi.Di sisi lain media massa tersebut juga mendapatkan keuntungan yang besar karena berita seperti itu yang di cari oleh masyarakat dan bisa dibuat perdebatan di masyarakat.Jadi intinya banyak yang diuntungkan dengan adanya berita ini.Untuk hal yang negatif ini sya kira hanya berita hangat dan tidak usah dibesar-besarkan karena sering terjadi di pemerintahan kita dan saya kira semua akan hilang dengan sendirinya tanpa adanya kejelasan.hehehe…..^_^

    Comment by ferry diananto 2005210429 | July 11, 2007 | Reply

  15. pemberitaan di media masa sangat rawan kaitannya dengan masalah pro dan kontra tentang tanggapan pubblik mengenai hal itu. Bagaimana informasi akan dicerna lebih baik di masyarakat dan bagaimana info/isu tersebut akan dipandang hal yang negatuf di masyarakat hal itu tergantung dari bagaimana media ataupun pemerintah menyaring dengan baik dan teliti mengenai permasalahan tersebut. Disini Masalah pemberitaan mengenai permasalah tarian cakalele versi RMS diatas,menurut saya pemberitaan seperti itu sah saja asalkan masih pada batasan-batasan yang bertindak sebagi kebenaran dan dapat dipertanggung jawabkan atas kebenaran tersebut. Dan saat kita berbicara mengenai etis atau tidak etis hal itu tergantung pada isi atau amanat dari pemberitaan itu sendiri,bagaimana berita tersebut tidak mengubah sudut pandang masyarakat mengenai norma dan etika yang terlaksana di masyarakat itu serta serta berita tersebut tidak memaparkan kebohongan yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan negara RI,toh berita tersebut akan memberikan fakta yang merujuk pada instropeksi pemerintah mengenai pemecahan masalah trsebut kedepannya,dengan hal tersebut pemerintah akan lebih mawas diri dan lebih mengkoreksi atas permasalhan RMS agar tidak terjadi kecolongan yang lebih parah atau mungkin yang dapat mengakibatkan dis intregasi, dan sekiranya hal yang sudah terjadi tersebut pemerintah akn menindak lanjuti dengan tegas dan pemberian sanksi yang sesuai.

    Comment by prastyo dwi utomo | July 12, 2007 | Reply

  16. Tugas utama PR adalah memberikan, menyampaikan serta membuat suatu berita baik itu disengaja ataupun tidak.Mengenai masalah berita baik itu masalah yang menjatuhkan ataupun menambah popularitas tergantung pada PR.Pada masalah ini Indonesia sudah dijatuhkan dan image INdonesia memang sudah dikenal jelek oeleh dunia.Sebetulnya PR tidak salah tetapi alngkah baiknya hanya negara kita saja yang tahu dan dapat diselesaikan dengan baik2.
    Tapi ada hikmahnya juga dari negative PR yaitu adanya instropeksi serta dapat lebih baik lagi.Kalau masalah pertahanan dan keamanan pada negara ini sudah mulai terancam seperti adanya daerah2 Indonesia yang mulai berdiri sendiri seperti RMS, OPM, GAM.Pada kasus Cito dan Pengibaran bendera RMS yang dilakukan penari Cakalele dihadapan Presiden SBY di Maluku itu terjadi pada keamanan negara sendiri dan sebaiknya maslah ini lebih kepada peranan pemerintah dan masyarakat yang paling penting.

    Comment by Catur April Lia Sari | July 13, 2007 | Reply

  17. fungsi utama dari [pada pr adalah salah satunya ialah pemberitaan “news”,pemberitaan disini dapat di bagi menjadi dua yaitu berita negativ atau berita positif.
    terkadang sang pencari berita”wartawan”, sering menambahi2 kontes dari pada berita tersebut.
    terkadang pemberitaan tersebut akan berdampak baik pada pr dan terkadang pula akan memperburuk…
    jika berita yang si sampaikan oleh publik baik pr akan diuntungkan di situ,begitu pula jika beritanya buruk maka pr di sini dapat belajar dari pemberitaan tersebut.
    untuk kasus cito mungki para manajer cito di sini memeanfaatkan media untuk memberitakan kasus tersebut agar masyarakat dapat mengenal cito tsb.
    dan untuk kasus RMS,hal itu merupakan hal yang sangat memalukan,dan jangan sampai terulang,hal tersebut sangat mengancam kedaulatan dari pada NKRI. dan pemberitaan yang terjadi sangat membakar telinga [para masyarakat.yang patut di salahkan dalam kasus ini adalah para panitia penyelenggara, sebaiknya para pengebar agaer di hukum yang setimpal agar hal tersebut tidakm terulang kembali

    Comment by ikhwani | July 16, 2007 | Reply

  18. negative PRing tidak seharusnya diexpose secara besar-besaran hanya untuk mendapatkan keuntungan semata tanpa harus memikirjkan citra buruk suatu pihak yang diberitakan. dalam kaitannya dengan kasus CITO di surabaya dan tarian cakalele Versi RMS yang menyalahkan pihak tertentu sebenarnya bisa diminimalkantanpa harus mengurangi esensi dari kebenaran berita itu sendiri. berita itu bisa tetap disajikan secara aktual dengan bahasa yang lebih halus, tanpa harus menjatuhklan citra pihak tertentu. negative PRing hanya salah satu atribut yang digunakan untuk memeperoleh penjualan yang tinggi namun sebagai pemasar yang cerdik bukan hanya hal itu saja yang dapat kita manfaatkan untuk meperoleh penjualan yang tinggi misal : kita dapat memanfaatkan berit tersebut dari segi deskripsi visual karena berdasarkan survei masyarakat indonesia termasuk visualizer.
    dari segi pemerintah sendiri agar tidak terkesan mudah dimanfaatkan oleh marketer (media) dalam mengeluarkan statement pada publik mereka harus berhati-hati. karena masyarakat indonesia sangat kritis khususnya dalam menanggapi negative PRing, namun bukan berarti pemerintah harus menutup-nutupi fakta yang ada karena akan memebahayakan apabila masyarakat mengetahui berita yang ada tersebut dari pihak yang lain hal ini justru akan mengakibatkan berita tersebut simpang siur yang nantinya akan membahayakan citra dari pemerintahan sendiri.

    Comment by Dian Ayu | July 30, 2007 | Reply

  19. “mencela kegelapan dan menyalakan lentera”

    assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    strategi “Differensiasi” merupakan suatu hal yang sangat diminati oleh masyarakat dinegeri ini untuk saat ini, termasuk apa yang disebut dengan Negative PR. tidak hanya para selebritis ( artis ) saja yang suka dengan strategi ini, namun para elit politik dan pemerintah pun sangat pandai dalam menggunakan strategi ini dalam mendongkrak popularitasnya walaupun dengan “terkenal tapi tercemar” kondisi ini didukung dengan media yang sangat gencar menyajikannya pada masyarakat.
    tapi bisa ditebak popularitas yang terbentuk adalah popularitas semu yang sementara yang kemudian yang muncul adalah kekecewaan – kekecewaan.

    mengutip sebuah kalimat dari Anis Matta dalam sebuah bukunya yang mengatakan ” mencela kegelapan dan menyalakan lentera “. seharusnya kita tidak hanya menyajikan berita -berita miring suatu pihak ( mencela kegelapan) tapi juga harus segera menyalakan lentera ( dengan berita – berita yang positif suatu pihak dan berorientasi solutif terhadap permasalahan yang ada).
    dengan semangat tujuh belasan,kita buktikan sebagai pemasar yang peduli dengan permasalah bangsa dan tidak hanya mengutamakan kepentingan dan keuntungan pribadi.
    wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Comment by piton | August 21, 2007 | Reply

  20. Dengan adanya PR memang membuat orang akan menjadi terkenal apalagi yang diberitakan adalah pemerintah, tetapi berita negative maupun tidak itu dilihat dengan apa yang terjadi sesungguhnya apakah berita itu hanya karangan semata ataukah berita itu benar adanya.
    Apabila itu hanya karangan semata oleh oknum yang tidak bertanggung jawab ini harus segera diselesaikan tetapi apabila berita yang diterbitkan adalah benar maka itu merupakan berita yang sangat enak untuk dibaca walaupun terdapat citra buruk bagi pemerintahan misalkan berita tentang tarian cakalele yang pada saat itu terdapat bendera RMS yang masuk, ini merupakan tanda tanya besar apakah itu memang disengaja ataukah itu merupakan kelengahan dari panitia penyelenggara terutama pemkot setempat.

    Dari berita inilah masyarakat tahu bahwa pada saat itu merupakan kesalahan dari Siapa ?. Dan karena berita itulah nama pemkot setempat sering disorot walaupun itu bukan merupakan suatu keuntungan karena image burukpun diterimanya. Ini seharusnya merupakan tugas dari pemerintahan setempat bagaimana agar nama yang tercemar tersebut dimata masyarakat dapat kembali bersih. Itupun tidak luput dari masyarakat sendiri bagaimana menyikapinya, karena semua itu akan kembali ke masyarakat sendiri.

    Kita juga sebagai penerus bangsa harus tahu apakah suatu berita yang diterbitkan itu selalu negative dan kita harus berpandai – pandai dalam menilai suatu permasalahan yang akan dihadapi. Karena kita nantilah yang akan menjadi penerus bangsa serta bangsa inilah nantinya merupakan tanggung jawab kita

    Comment by dian kusuma | September 17, 2007 | Reply

  21. sebagai warga negara indonesia yang cinta tanah air dan berbakti tentu saya ingin memberi prioritas yang lebih kepada negara ini yaitu dengan mengekspos keterlibatan pemerinah di berbagai lembaga internasional. kerjasama-kerjasama internasional negara kita juga sebaiknya banyak dibicarakan karena akan menambah nilai negara kita di mata internasional. kemudian mengekspos tentang berita-berita tentang perbaikan infrastruktur pemerintah. karena lingkungan eksternal seperti negara lain merupakan aset untuk meningkatkan value negara kita. oleh karena itu pemerintah seharusnya sadar diri bahwa media sekarang ini sudah lebih bebas mempublikasikan tindakan mereka dan menghentikan tindakan2 yang memperkecil value pemerintah terhadap masyarakat ind. yang merupakan bagian dari lingkungan internal negara.

    Comment by irvan sulthoni haris | September 24, 2007 | Reply

  22. Menurut Saya…………..Dengan adanya “PR”Memang kita akan terkenal terutama orang-orang yang sebelumnya belum terkenal maka setidaknya akan di kenal banyak orang,TETAPI Dengan awal ketenarannya itu maka Sekaligus akan tertimpa musibah pula yaitu namanya akan tercemar.Oleh karena itu menurut saya Sebaiknya pemerintah lebih bisa menjaga sikap agar apa yang dilakukan tidak menimbulkan kesalah pahaman.di lain sisi mungkin para media juga harus memperhitungkan apakah yang akan di beritakan itu benar-benar menurut fakta yang terjadi?Tetapi jikapun yang akan diberitakan tetap Mengandung makna”terkenal maupun tercemar,Maka solusinya Pemeritah harus cepat-cepat meluruskan berita tersebut Jika itupun tidak bisa di atasi maka Pemerintah harus memperbaikki sikapnya agar rakyatnya tidak mengalami kekecewaan terutama pada sikap yang di miliki pemerintah.Selain itu Pemerintah juga harus berhati-hati terhadap para media karena Para media lebih bebas mempublikasikanTindakkan para pemerintah.Kita sebagai bangsa indonesia yang baik maka setidaknya kita harus juga bisa menjaga nama baik indonesia Karena kunci Kemajuan indonesia ada di tangan rakyat indonesia sendiri.

    Comment by Dwi Indah Puspita Sari | October 29, 2007 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: