Y u d i S u t a r s o

Kuliah Manajemen Pemasaran

“aNALISISKU”: Menangkap Gairah “Pasar Malam”

 

(Tulisan ini adalah tulisan Regina Fridashanti (Fota orangnya diatas), peserta mata kuliah manajemen pemasaran lanjutan” , tulisan ini merupakan pemikirannya. Coba peserta manajemen pemasaran kelas G, berikan tanggapan atas tulisan ini. Sebelum menanggapi, baca dulu bukunya dan sumbernya)

“ Manusia tidak akan pernah merasa puas “  kalimat itulah yang coba dijawab oleh pemilik  sejumlah outlet yang membuka layanan 24 jam  non- stop ( on outlet ) yang bisa diakses oleh masyarakat secara efisien dan cepat. Sebab kebutuhan publik akan layanannya baik berupa jasa maupun produk tidak mengenal waktu. Kebutuhan manusia yang sangat beraneka ragam harus dapat dipahami dan produsen harus jeli menangkap perilaku konsumen yang sangat dinamis ini.

Permintaan pasar yang sangat menuntut dan menjadi alasan utama mengapa layanan ini dibuka 24 jam non stop setiap harinya. Di kota – kota besar permintaan akan on outlet ini sangat tinggi dan cenderung meningkat. Hal ini didorong oleh mobilitas kehidupan kota yang sangat tinggi. Pemicunya tak lain gaya hidup yang berubah dan profesi yang menuntut pola kerja yang cepat dan fleksibel. Hingar bingar kota metropolitan seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota besar lainnya di Indonesia seakan tak pernah mati. Di jalanan kendaraan berseliweran tiada henti seiring dengan waktu yang terus berputar tanpa henti pula. Tempat – tempat hiburan seperti, kafe, bar, dan sejumlah tempat “dugem“ alias dunia gemerlap penuh sesak oleh orang – orang yang haus akan hiburan untuk melepaskan rasa penat dan letih setelah seharian penuh beraktivitas. Bagi orang – orang yang memiliki sedikit waktu untuk bersantai dan bersenang – senang maka malam hari menjadi waktu yang tak terlewatkan, mencari kebutuhan apapun dimalam hari tidaklah sulit.karena sekarang, kita sangat dimudahkan dengan adanya waralaba yang tersebar dimanapun, apotik, bahkan layanan perbankan dan penerbanganpun bisa melayani 24 jam non- stop.

Maraknya pemasaran 24 jam non- stop di pasar pertama kali dipelopori oleh circle- k dan 7- eleven yang menjadi pemicu bagi pemilik outlet lain berbondong- bondong untuk membuka layanan 24 jam non stop ( out outlet ) circle – k masuk ke Indonesia pada January 1986 dan langsung menyedot perhatian konsumen “ pasar malam “. Toserba yang mengambil positioning sebagai store yang menawarkan kemudahan langsung melekat di benak konsumen sebagai waralaba 24 jam. Menggarap bisnis pasar malam bukanlah pekerjaan yang sangat mudah,tapi hal itu juga tak membuat STARBUCKS ciut nyali untuk mecoba peruntungannya di bisnis pasar malam ini. Pada kenyataannya banyak masyarakat yang berkeliaran tengah malam dan biasanya mereka berkunjung ke starbucks untuk melepaskan penat, berkumpul bersama teman – teman atau habis nonton film bahkan ada yang mampir ke starbucks pagi hari sekitar pukul 7.00 yang rata- rata pengunjungnya orang kantoran. Starbucks berani untuk ikut andil dalam bisnis pasar malam ini, meskipun tidak mengeluarkan dana yang sedikit namun keuntungan yang diperoleh juga tidaklah sedikit.

Layanan 24 jam non stop inipun tidak hanya berkutat untuk barang- barang konsumsi, sejumlah perbankan dan penerbangan juga melayani transaksi nonstop. Misalnya BCA, yang membuka layanan 24 jam di sejumlah tempat. Mesipun tidak semua ATM BCA itu dapat digunakan setiap saat ( 24 jam ) setidaknya di setiap kota disediakan mesin ATM 24 jam, terutama yang berada di kantor – kantor cabang. Menurut laksono, deputy division head BCA, secara teknis ATM BCA bekerja selama 24 jam. Tetapi, sebagian besar akses ditutup pada jam – jam tertentu karena berbagai pertimbangan. Diantaranya, faktor keamanan dan sebagian mengikuti pola jam buka tutup pengelola gedung , terutama yang terletak di Mall. Pertimbangan tersebut  dibuat agar para nasabah BCA dapat mengambil uang pada jam – jam kepepet dimanapun dan kapanpun. Konsep yang ingin diberikan BCA adalah memberikan kemudahan kepada nasabah yang memerlukan layanan uang tunai anytime and anywhere. Pada prinsipnya jika lokasi tersebut dinilai aman maka BCA akan membuka layanan ATM tersebut selama 24 jam non stop tentunya dengan pengawasan satpam. Membuka ATM  selama 24 jam berarti menambah karyawan untuk selalu mengawasi operasi ATM selama 24 jam. Menurut laksono, jumlah SDM yang ada untuk menangani masalah tersebut tidaklah banyak. Jika ada mesin ATM yang rusak pada malam harinya, maka tidak akan langsung dibetulkan saat itu juga, tapi menunggu esok pagi harinya. Yang pasti biaya untuk menjaga operasional ATM tidaklah murah. Hitungannya tidak hanya lembur, karena hal itu tentu tidak akan menarik bagi mereka. Biaya intensifnya di atas biaya lembur, yang disesuaikan dengan gaji masing- masing karyawan. (Sumber : MARKETING edisi 03/ V / MARET 2005)

June 22, 2007 - Posted by | Manajemen Pemasaran

16 Comments »

  1. Pemasaran terdiri dari 2 macam:
    – Pemasaran Massal (Mass Marketing),
    – Pemasaran Langsung (Direct Marketing)
    – Pemasaran Langsung Model Baru (New Direct Marketing)
    Pemasaran Massal adalah pemasaran yang dilakukan oleh pemasar massal, secara umum berusaha menjangkau massa pembeli dengan produk tunggal dan pesan standart yang disampaikan oleh media massa.
    Pemasaran Langsung adalah pemasaran yang terdiri dari hubungan langsung dengan pelanggan individu yang dibidik secara seksama untuk memperoleh segera maupun membidik hubungan pelanggan yang berlangsung lama. Para pemasar langsung berkomunikasi secara langsung dengan para pelanggan, sering berdasarkan satu lawan satu, dan interaktif.
    Pemasaran langsung model baru adalah pemasaran yang hampir sama dengan pemasaran langsung, tetapi mempiunyai perbedaan dari segi memasarkan produk berupa barang dan jasa. Pada waktu, cara pemasaran, tempat, serta target market.
    Dari tulisan yang dibuat oleh Regina Fridashanti, salah satu mahasiswa Manajemen Pemasaran Lanjutan yang diasuh oleh Bapak Yudi sutarso, saya secara pribadi berpendapat bahwa kegiatan yang dilakukan oleh produsen dalam memasarkan produk berupa barang dan jasa selama 24 jam non-stop adalah salah satu pemasaran Pemasaran Langsung Model Baru, karena sebagai produsen kita harus mengerti dan mengetahui apa yang dibutuhkan market, jika market membutuhkan “A”, Maka produsen sebisa mungkin juga harus dapat memberikan “A”. Waktu dean tempat tidak akan menghalangi produsen untuk memasarkan produk berupa barang dan jasa pada konsumen, tetapi yang perlu diperhatikan oleh produsen adalah kemudahan konsumen dalam membeli, mengakses, serta menikmati produk berupa barang dan jasa tersebut. Kemudahan dan keamanan dalam menggunakan fasilitas juga harus benar-benar diperhatikan oleh produsen untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya.
    Maraknya pemasarn 24 jam non-stop juga dilakukan produsen untuk mengatasi banyaknya persaingan dari produsen yang menawarkan produk berupa barang dan jasa yang sejenis, setiap produsen ingin menjadi yang pertama diantara produsen-produsen yang memasarkan produk yang sejenis, apa yang dilakukan produsen itu menurut saya adalah semi monopoli pemasaran, maksudnya tidak menjadi satu-satunya produsen yang menawarkan produk berupa barang dan jasa tertentu, tetapi menjadi yang paling unggul diantara produsen-produsen lain yang sejenis. Dan itu dapat dilakukan oleh produsen apa saja, baik konsumsi maupun jasa, seperti McDonald yang membuka layanan 24 jam non-stop, serta layanan drive-thru bagi yang malas untuk turun dari mobil (menikmati McDonald dari dalam mobil). Sedangkan jasa, jasa derek mobil “Garda Oto”, yang membuka layanan 24 jam non-stop bagi pengendara mobil yang mobilnya tiba-tiba mogok ataupun mengalami kecelakaan di jalan. Apa yang dilakukan oleh produsen itu adalah salah satu hal untuk mengerti, memahami, dan memberikan kepuasan bagi konsumen tanpa mengenal batas waktu dan tempat.

    Comment by Dion Yanuar Purba | June 23, 2007 | Reply

  2. permintaan akan outlet yang membuka layanan 24 jam non- stop ( on outlet ) yang bisa diakses oleh masyarakat secara efisien dan cepat akhir2 ini memang marak diBicarakan.hal ini yang kemudian dimanfaatkan oleh pengusaha yang dapat menangkap masalah ini sebagai suatu peluang usaha untuk mengeruk keuntungan yang sebesar-besarya.pasar sasarannya adalah pekerja kantoran yang butuh hiburan selepas dari pekerjaan kesehriannya.seperti contoh kasus STARBUCKS diatas yang mecoba mencari peruntungannya di bisnis pasar malam ini.hal ini mungkin dikarenakan perusahaan waralaba STARBUCKS mengetahui bahwa konsumen dalam hal ini pekerja yang baru pulang dari kerja tadi sebagai pasar sasaran yang potensial untuk dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk mendapatkan profit yang besar.selain itu dari kasus pada BANK BCA yang membuka layanan 24 jam di sejumlah tempat. Mesipun tidak semua ATM BCA itu dapat digunakan setiap saat ( 24 jam ) setidaknya di setiap kota disediakan mesin ATM 24 jam, terutama yang berada di kantor – kantor cabang.pelayanan ini ada karena konsumem atau nasabah BANK BCA dahulu merasa kesulitan untuk mengambil uang dalam sewaktu-waktu karena jumlah atm yang terlalu sedikit untuk dapat diakses oleh nasabah,lalu BANK BCA mengevaluasi masalah ini dan memasang sejumlah mesin atm di setiap kota yang kemudian menjadi keunggulan BANK BCA….

    Comment by sigid adri saputra | June 23, 2007 | Reply

  3. Mungkin saat ini outlet-outlet yang menawarkan layanan 24 jam lebih diinginkan, karena kita tentunya telah mengetahui bahwa sekarang ini jaman sudah maju, tidak semua orang pada malam hari tidur melainkan banyak dari mereka yang masih melaksanakan aktivitas rutinnya baik melakukan pekerjaan kantoran sampai melepas penat seperti mancari hiburan di diskotik kayak dugem gitu. Outlet yang mamberikan layanan 24 jam tentunya memberikan profit yang besar pada produsen dan pemilik toko, sebut saja seperti lestoran waralaba Amerika KFC maupun Pizza Hut, mereka tetap melakukan penjualan walaupun hari sudah sangat malam, karena mereka mengetahui hal ini dapat menghasilkan profit karena mungkin outlet-outlet lainnya tidak melakukan pelayanan pada waktu malam hari.

    Comment by Slamet Budi Waluyo | June 25, 2007 | Reply

  4. Pemasaran telah diperluas di tahun-tahun terakhir ini untuk menangani barang-barang yang bisa dipasarkan selain produk adalah jasa,organisasi,tempat,orang dan gagasan.Pemasaran tempat merupakan kegiatan untuk menciptakan menangani tngkah laku terhadap tempat tertentu.Salah satunya merupakan layanan 24jam non stop .

    Dalam kasus ini layanan ATM BCA sangat memberikan kepuasan terhadap seluruh nasabah yang dimilikinya . Strategi ini merupakan strategi yang efektif untuk mencakup semua masyarakat agar menjadi nasabah BANK BCA , disamping memberikan layanan ATM selama 24 jam BANK BCA juga menyediakan counter ATM dimana-mana dan juga BANK BCA juga menyediakan setoran tunai pada mesin ATM_nya sehingga nasabah lebih mudah untuk melakukan transaksi dengan nominal pecahan 20ribu,50ribu dan 100 ribu( tidak perlu mengantri panjang dan bisa disetorkan kapanpun).

    Tapi layanan atm_nya hanya disediakan di kota-kota metropolitan mungkin bank bca meninjau akan kebutuhan masyarakat kota yang lebih banyak dan jika bank bca meniru sistem yang dipakai oleh bank bri (menyediakan layanan hingga dipelosok daerah), bank bca perlu memikirkan dua kali lipat karena biaya yang dikeluarkan oleh bank bca tidak sedikit untuk menirunya

    Comment by fariz rachman | June 25, 2007 | Reply

  5. semaki padat nya suatu peduduk suatu wilayah,maka semakin padatnya aktifitas yang terjadi pada wilayah tersebut. Dari sini bisa dilihat bahwa sangat erat hubunganya antara peluang bisnis dengan aktifitas atau kegitan masyarakat. jika seorang pengusaha bisa memanfaatkan peluang dari hal ini untuk memasarkan usahanya,bisa jadi suatu bom waktu dari profit usahanya yang diperoleh. Dari hal ini seorang pemasar yang bisa memanfaatkan waktu dari padatnya kesibukan pada siang hari,bisa mendesain usahanya dengan membuka pelayanan masyarakat pada malam hari. Seperti dicontohkan dalam kasus diatas yaitu STARBUCKS yang tetap gencar pengunjun meski pada malam hari,mereka senantiasa untuk melepas lelah karena padatnya aktifitas pada siang hari dan menyisihkan waktunya untuk berkunjung di tempat2 tertentu seperti starbucks tersebut. disamping itu tempat – tempat hiburan seperti bar,cafe dan sejumlah tempat dugem lain penuh oleh orang – orang yang haus akan hiburan untuk melepaskan rasa bosan dan letih setelah seharian penuh beraktivitas. hal ini akan mendatangkan bnyak profit bagi pihak produsen. adanya fasilitas layanan 24 jam non oleh perusahaan penerbangan dan sejumlah perusahaan perbankan seperti BCA yang membuka layanan ATM 24 jam, akan memberikan kepuasan tersendiri bagi konsumennya dan merupakan suatu keunggulan tersendiri dari bank BCA,karena dengan adanya hal ini konsumen yang merasa kesulitan dalam dalam memanfaatkan fasilitas ATM pada siang hari dikarenakan kesibukannya, bisa memanfaatkannya kembali pada malam hari. tetapi dari pihak perbankannya sendiri juga hrus waspada terhadap kejadian yang tidak diinginkan seperti pembobolan ATM dan pemanfaatan ATM dari konsumen yang menyebabkan kerusakan. maka penjagaan yang sesuai adalah hal yang tepat untuk menanganinya untuk mengantisipasi hal itu serta memberikan keamanan dan kenyamanan nasabah.

    Comment by prastyo dwi utomo | June 25, 2007 | Reply

  6. Pemasaran 24 jam non stop sekarang ini memang menjadi trend berbagai perusahaan. Bagaimana tidak banyak perusahaan baik perusahaan barang konsumsi maupun jasa yang menggunakan sistem pemasaran yang seperti ini.Hal ini dipicu dengan berkembangnya zaman di kota2 besar yang menuntut orang2 untuk selalu mobile. Ini merupakan salah satu bentuk pemasaran yang kreatif yang dilakukan perusahaan. Kita lihat saja pada kasus STARBUCKS ataupun di dunia perbankan pada BCA. Walaupun untuk menggunakan sistem pemasaran yang seperti ini diperlukan banyak2 sumber daya. Mereka dapat melakukan hal tersebut dengan baik, karena manajemn pemasaran yang sngat baik oleh kedua perusahaan tersebut.Dan itu juga yang harus dipikirkan terlebih dahulu oleh perusahaan yang ingin menggunakan sistem pemasaran tersebut. Karena jika hanya ingin mengikuti trend pemasaran 24 jam non stop tetapi sumber2 daya dalam perusahaan tersebut belumlah mencukupi maka akan sangat tidak efektif sistem pemasaran tersebut dilakukan. Tetapi apabila bentuk pemasaran ini dilakukan seefektif mungkin maka keuntungan yang besar pun dapat diperoleh dengan bentuk pemasaran yang seperti ini. Contoh lain yaitu pada usaha kecil seperti warnet misalnya juga banyak yang menggunakan sistem pemsaran 24 jam non stop. Dan keuntungannya pun lebih besar daripada warnet2 yang hanya beroperasi tidak samapai 24 jam penuh. Hal ini juga harus dilihat bagaimana permintaan konsumen terhadap produk kita, manager haruslah mengetahui bagaiman permintaan pasar terhadap produk kita dan juga bagaimana pangsa pasar yang kita miliki. Sebelum memutuskan untuk menggunakan sistem pemasaran yang seperti ini maka haruslah dipertimbangkan beberapa hal tadi. Jangan sampai sistem pemasaran 24 jam non stop malah akan membuat perusahaan menalami kerugian.Sekian pendapat mengenai analisis dari mahasiswa Manajemen Pemsaran Lanjutan. Terima kasih…

    Comment by Lia Dahniar | June 25, 2007 | Reply

  7. Dalam era sekarang ini semakin banayk kebutuhan masyarakat akan barang maupun jasa. Dalam kasus ini, dalam tulisan Regina Fridashanti maraknya pemasaran 24 jam non stop merupak gaya pemasaran yang tergolong baru dengan mempertimbangkan akan adanya kebutuhan masyarakat yang semakin banayknya, dan Outlet 24 jam non stop ini juga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang dalam keadaan mendesesak. Sekarang outlet-outlet 24 jam non stop ini semakin marak tidak hanya wanetr maupun ATM saja yang 24 jam non stop. Hal ini di dorong dengan adanya kebutuhan masyarakat yang banayak dan tidak ada habisnya. Maraknya pemasarn 24 jam non-stop juga dilakukan produsen untuk mengatasi banyaknya persaingan dari produsen yang menawarkan produk berupa barang dan jasa yang sejenis.Dalam pemasaran 24 jam nonstop ini merupakan salah satu strategi yang dilakukan oleh pemasar dalam menarik perhatian dari masyarakat sehingga bisa mendapat profit yang banyak.Dan merupakn strategi yang kretif dalam dunia bisnis dan menciptakan suatu hal yang beda.

    Comment by Mukhammad Yusuf Efendi | June 26, 2007 | Reply

  8. Sebagai pemasar, perusahaan tidak hana memikirkan tentang bagaimana cara kita menjangkau para pelanggan. Tetapi juga perusahaan harus memikirkan cara bagaimana kita mencari cara membuat konsumen menjangkau kita. Hal itulah yang menjadikan dasar adanya kegiatan pasar malam. Pasar malam ada yang berkonotasi positif dan negatif. Berbagai perusahaan berlomba untuk memberikan fasilitas yang lebih baik kepada pelanggannya yaitu dengan membuka layanan 24 jam nonstop yang ditujukan agar para pelanggan lebih mudah menjangkau keberadaan outlet.

    Comment by K | June 29, 2007 | Reply

  9. Sebagai pemasar, perusahaan tidak hanya memikirkan tentang bagaimana cara kita menjangkau para pelanggan. Tetapi juga perusahaan harus memikirkan cara bagaimana kita mencari cara membuat konsumen menjangkau kita. Hal itulah yang menjadikan dasar adanya kegiatan pasar malam. Pasar malam ada yang berkonotasi positif dan negatif. Berbagai perusahaan berlomba untuk memberikan fasilitas yang lebih baik kepada pelanggannya yaitu dengan membuka layanan 24 jam nonstop yang ditujukan agar para pelanggan lebih mudah menjangkau keberadaan outlet. Dalam pemasaran 24 jam nonstop ini merupakan salah satu strategi yang dilakukan oleh pemasar dalam menarik perhatian dari masyarakat. Maraknya pemasarn 24 jam non-stop juga dilakukan produsen untuk mengatasi banyaknya persaingan. Jadi strategi tersebut sangat tepat dilakukan untuk mendapatkan profit yang semaksimal mungkin dan merupakan strategi yang dapat menarik masyarakat akan banyaknya kebutuhan masyarakat saat ini dan mendesaknya kebutuhan tersebut.
    Thanxxx…..(^_^)v

    Comment by Kiekie Justitiane Abdi | June 29, 2007 | Reply

  10. Pemasaran 24 jam non stop sangat marak . Dimana para pemasar sudah bisa membaca akan kebutuhan dari kosumennya. Konsumen pasti tidak akan puas jika hanya dilayani beberapa jam saja. Karena kebutuhan konsumen sangat tidak terbatas baik jumlahnya maupun waktunya. kebutuhan konsumen yang satu dengan yang lainnya berbeda. konsumen bisa saja membutuhkan produk atau jasa pada dini hari. Beberapa tahun dulu layanan 24 jam ini masih sedikit. Karena mereka masih belum bisa membaca dan mengenali akan kebutuhan konsumen. Setelah mereka bisa mengenali karakter-karakter konsumen dan untuk mencari peluang pemasaran yang baru mereka membuka layanan 24 jam. Bisa saja orang membutuhkan sesuatu pada dini hari. pada waktu keadaan darurat seperti memerlukan obat-obatan. Atau orang suka minum kopi pada pagi hari di sebuah restoran. Pemasar yang melihat kebutuhan konsumen dengan waktu yang berbeda-beda ini. Merekapun akan berpikir untuk menyediakan kebtuhan kosumen selama 24 jam. Apalagi pada zaman modern saat ini pagi, siag, malam sama saja tetap ramai terutama di kota-kota besar. Pemasarpun melihat peluang kondisi seperti itu dan kemudian membuka layanan 24 jam non stop.

    Comment by nurul hikmah | June 30, 2007 | Reply

  11. saya setuju atas tulisan dari regina fridashanti.kebutuhan konsumen yang beraneka ragam membuat konsumen tersebut selalu merasa tidak puas sehinnga adanya pasar malam dapat memudahkan para konsumen untuk memenuhi kebutuhannya. karena kebutuhan konsumen yang tidak dapat direncana sehingga layanan 24 jam sangat bermanfaat bagi konsumen untuk memenuhi kebutuhan mereka.

    Comment by yulia kurniawati | July 1, 2007 | Reply

  12. Pemasaran 24 jam non stop sangat marak . Dimana para pemasar sudah bisa membaca akan kebutuhan dari kosumennya. Konsumen pasti tidak akan puas jika hanya dilayani beberapa jam saja. Karena kebutuhan konsumen sangat tidak terbatas baik jumlahnya maupun waktunya. kebutuhan konsumen yang satu dengan yang lainnya berbeda……..
    Pemasaran ada 3 macam :
    – Pemasaran Massal (Mass Marketing),
    – Pemasaran Langsung (Direct Marketing)
    – Pemasaran Langsung Model Baru (New Direct Marketing)
    Dalam pemasaran 24 jam nonstop ini merupakan salah satu strategi yang dilakukan oleh pemasar dalam menarik perhatian dari masyarakat…Dengan keunggulan pemasar diharapkan dapat bermanfaat bagi konsumen.

    Terima Kasih…

    Comment by yudi kurniawan lastanto | July 7, 2007 | Reply

  13. Semakin banyaknya persaingan di jaman globalisasi ini membuat manusia menjadi ingin, ingin, dan ingin untuk membuat sesuatu yang baru dan tentunya ingin menghambat para pesaing untuk memasuki dunia pasar.Memberikan warna produk yang berbeda serta adanya ciri khas dan promosi besar-besaran nampaknya tidak cukup bagi manusia.Para waralaba, penerbangan, bahkan perbankan tidak mau dikahlahkan denagn para pesaingnya, mereka ingin memberikan dan mewujudkan apa yang diinginkan oleh masyarakat serta menambah profit mereka.Denagn adanya pelayanan nonstop 24 jam membuktikan bahwa manusia itu tidak pernah puas serta mereka memberikan kemudahan para konsumen untuk dapat lebih dekat dan tidak berpindah ke para pesaing.Manfaat yang diperoleh masyarakat seimbang dengan keinginan para waralaba, penerbangan, perbankan untuk bisa menambah profit.

    Comment by Catur April Lia Sari | July 13, 2007 | Reply

  14. Assalamualaikum wr.wb

    Manusia tidak pernah merasa puas memang tergolong tidak heran untuk didengar. Karena dalam kenyataannya kebutuhan manusia memang beranekaragam, apalagi mengenai kebutuhan sehari – hari. Oleh karena itu sebagai produsen harus cepat tanggap dalam menilai perilaku konsumen. Dengan membuka layanan 24 jam non stop adalah jalan efektif untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Disamping jalan yang paling efektif bagi konsumen, ini juga jalan yang paling efektif bagi produsen yaitu untuk memperoleh profit. Terbukti dengan garapan bisnis pasar malam yang dilakukan oleh starbucks. Yang pada kenyataannya banyak masyarakat yang berkeliaran tengah malam untuk melepas penat.

    Wassalamualaikum wr.wb

    Comment by Wahyu Lestari Ekawati | July 19, 2007 | Reply

  15. Bapak Yudi yang terhormat,
    menurut saya hal2 seperti yang tekah disebutkan diatas adalah karena persaingan dalam bidang usaha yang sudah mencapai level global, dimana persaingan tidak hanya dari domestik tp jg dari luar negri yang merambah bisnis ke negeri kita. oleh karena itu sebagai pemasar suatu usaha harus up to date terhadap perkembangan2 di masy., spt misalnya perusahaan indomie yang mengantisipasi mie sedap dengan menjual indomie goreng kriuk dan menjual produk2nya dengan harga yang dibawah 1000 rupiah. karena bila tidak segera mengantisipasi langkah pesaing,akan berdampak pada sales dan value perusahaan yang turun. kemudian yang juga tidak kalah penting adalah mengantisipasi perkembangan keinginan masy., spt misalnya ATM yang buka 24 jam. memang menghabiskan dana yang tidak kecil tapi hal itu sebagai langkah awal untuk mendapatkan kepuasan customer

    Comment by irvan sulthoni haris | September 26, 2007 | Reply

  16. Nice artikel Mas.. Thanks.. Kebetulan saya sedang ada tugas akhir dan memilih topik tentang Direct Marketing.

    Comment by Intan | November 15, 2007 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: