Y u d i S u t a r s o

Kuliah Manajemen Pemasaran

mpl: Memasarkan Produk Yang Tidak Punya Unique Selling

Untuk peserta mata kuliah manajemen pemasaran lanjutan, ada sebuah kasus menarik dari Rubrik Konsultasi Majalah Marketing (No.9/V/September 2005, halaman 74). Kasusnya adalah seperti dibawah ini.

pic from www.luxury-underwear.com

“Saya seorang marketing perusahaan produk pakaian dalam pria, yang saat ini tengah mengalami kemajuan cukup pesat. Segmen yang menjadi target pasar produk kami adalah kalangan menengah atas. Dalam upaya meningkatkan pa ngsa pasar, kami berniat melakukan komunikasi pemasaran yang lebih efektif ditahun mendatang. Saya mengalami beberapa kesulitan dalam mengajukan program komunikasi pemasaran yang efektif kekantor pusat di Jakarta. Pertama, produk pakaian dalam pria, rata-rata modelnya hampir sama, sehingga sulit merumuskan unique selling point yang benar-benar berbeda dari produk pesaing. Ketiga, sentuhan emosional komunikasi visual pakaian dalam pria tentu tidak sehebat pakaian dalam wanita. Nah, dari kendala-kendala itu bisakah diberikan gambaran sekilas tentang strategi komunikasi pemasaran atas produk kami ? DEN, tinggal di Bandung.”

Anda dapat membaca tanggapan Ibu Yuliana Agung, MBA di halaman yang sama. Tantangan Anda adalah berikan ulasan satu atau dua alenia tentang masalah diatas, kerangkai pemikiran Anda dengan prinsip pemasaran yang ada di literatur. Gunakan originalitas pikiran Anda sendiri. Ingat salah satu yang terbaik adalah yang original..

Selamat belajar dan bekerja…..

June 12, 2007 - Posted by | MPL

14 Comments »

  1. Suatu produk meskipun tidak memiliki unique selling sebenarnya masih mampu memperoleh keunggulan pangsa pasar asalkan strategi promosi produk tersebut dilakukan dengan benar. Misalkan saja dalam pemilihan media untuk menyampakain promosi juga harus benar-nenar selektif dan disesuaikan dengan pangsa pasar yang ingin dibidik contohnya jika produk tersebut untuk kalangan menengah-atas apakah media massa yang cocok itu Kompas, Warta Kota atau Memorandum haarus benaar-benar diperhatikan. Karena tidak jarang bacaan seseorang mencerminkan Kelas sosialnya. selain itu dalam mengaplikasikan strategi promosi produsen juga harus mempertimbangkan bauran pemasaran lainnya misalnya adalah starategi penetaaapan harga karena sering kali harga yang dianggap sesuai dengan kualitas produk yang ditawarkan akan memotivasi seseorang untuk membeli barang yang ditawarkan. Pemiihan desain, model dan komunikasi yang tepat dalam iklan juga sangat penting dalam keberhasilan strategi promosi karena desain iklan yang bagus akan mudah diingat oleh audience, pemilihan model yang tepat sesuai dengan target market juga sangat penting karena masyarakat cenderung akan meniru apa yang dilakukan(dikonsumsi) oleh model yang dianggap pantas untuk dijadikan trand setter. Penggunaan komunikasi yang tepat juga perlu diperhatikan dalam penyampaian iklan untuk menghindari adanya kesalahan persepsi terhadap pesan yang ingin disampaikan.

    Terima kasih

    Comment by Juni Wati | June 12, 2007 | Reply

  2. menurut saya sebenarnya bukan berarti produk pakaian dalam itu tidak memiliki “Unique selling” tapi bagaimana perusahaan kita dapat membangun Image yang positif dan menarik untuk calon- calon konsumen tentang produk yang akan kita pasarkan. yang saya amati, mengapa produsen celana dalam pria cenderung menggunakan model seorang laki – laki yang berbadan atletis dan terkesan maskulin ?! padahal postur tubuh laki- laki indonesia tidak seperti yang digambarkan dalam iklan tersebut. sehingga mengarahkan perilaku calon- calon konsumen untuk menarik diri atau tidak jadi membeli.
    sehingga dari masalah diatas saya mempunyai tanggapan, pertama jangan takut untuk berinovasi untuk menciptakan produk pakaian dalam yang lebih variatif dan ekstrim.misalnya motif pakaian dalam lebih disesuaikan dengan tren yang ada saat ini.dan yang pasti dapat membuat wanita yang melihatnya juga terkesan, menjual dengan harga promosi pada saat peluncuran pertamanya, dengan strategi bundle pricing. kita juga harus sekreatif mungkin dalam membuat iklan, yang seperti kita ketahui bahwa tujuan dari pemasangan iklan itu sendiri harus memiliki 3 tujuan utama, yaitu menginformasikan, membujuk dan mengingatkan. konsep kreatif
    jjuga diperlukan karena konsep kreatif tersebuta akan menjadi pedoman khusus bagi konsumen melalui daya tarik iklannya, makna iklan tersebut dan konsumen percaya bahwa produk tersebut memiliki manfaat yang sesuai dengan kenyatannya.kedua, kita bisa memakai 2-3 orang model laki- laki yang memiliki postur tubuh yang berbeda agar positioning yang kita inginkan dapat tercapai bahkan dapat menembus pangsa pasar yang lain.kita harus menyampaikan pesan umum yang ingin kita komunikasikan dengan calon pembeli, misalnya pakaian dalam yang nyaman, aman dan tidak mudah sobek dsb.ketiga, ciptakanlah suasana yang tidak hanya menyentuh perasaan laki- laki tapi juga dapat menyentuh perasaan pasangan dari calon pembeli kita.kita bisa menambahkan model wanita dalam iklan kita, wanita yang cantik dan seksi yang dapat menyentuh perasaan calon pembeli dan pecaya bahwa memakai produk kita memberikan manfaat dalam kehidupannya yaitu mudah berkenalan atau menjalin hubungan dengan wanita. sebagai seorang marketer kita harus berani melakukan terobosan, inovasi – inovasi yang ekstrim sekalipun untuk menarik pelanggan sebanyak – banyaknya.

    Comment by Regina | June 12, 2007 | Reply

  3. Menurut saya,kita harus membagi dalam beberapa segmen pasar yang lebih jelas,misalnya:
    1.segmen yang mengarah pada para eksekutif yang sellu tampil elegan
    2.segmen yang mengarah pada olahragawan dan mereka yang sporty
    3.segmen yang mengarah pada kaula muda yang dinamis
    Selanjutny kita bisa menentukan bahan,motif,dan warna yang sesuai dengan masing-masing segmen yang telah kita tentukan,agar tercipta kesan/image yang sesuai dengan segmen yang telah kita tentukan.
    Selanjutny adalah pemilihan bintang iklan dan media visualisasi yang tepat agar bisa membut mindset yang tepat di mata konsumen
    Kemudian langkah selanjutnya yang bisa di ambil selanjutny adalah dengan mensponsori beberapa kegiatan olahraga,misalnya:renang,bina raga dll
    Dengan contoh dan ilustrsi yang saya berikan rasanya tidak melenceg dari sasaran segmen semula yaitu menengah ke atas[midle up]

    Comment by danang kurnyanto[2003210103] | June 13, 2007 | Reply

  4. Agar sukses perusahaan harus melakukan pekerjaan yang lebih baik dari pada pesaing dalam rangka memuaskan konsumen sasaran. jadi, strategi pemasaran harus disesuaikan dengan kebutuhan dan juga dengan mengenali strategi yang digunakan oleh perusahaan pesaing.
    Di dalam memasarkan suatu produk anda harus memperhatikan 4P(Product, Price, Place, Promotion)

    Product berarti kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan kepada pasar sasaran.

    Price adalah jumlah uang yang harus dibayar oleh pelanggan untuk memperoleh product.

    Place mencakup aktivitas perusahaan untuk menyediakan produck bagi konsumen sasaran.

    Promotion berarti aktivitas yang mengkomunikasikan keunggulan dan membujuk pelanggan sasaran untuk membelinya.

    Dari keempat faktor tersebut yang paling menonjol dalam memasarkan suatu produk ialah Promotion. di dalam mempromosikan produk anda harus megetahui kebutuhan, keinginan, dan permintaan, selain itu juga anda harus memperhatikan nilai dan kepuasan serta kualitas produk anda terhadap konsumen yang anda bidik apalagi target konsumen anda kelas menengah atas. pastilah mereka mempertimbangkan produk yang di belinya.
    selain itu juga dalam memasarkan suatu produk tidak luput dari peranan jasa sales yang memberikan pendekatan-pendekatan khusus untuk membujuk konsumen agar membeli produk yang dibuat perusahaan.

    Comment by Achmad Farid Riza | June 13, 2007 | Reply

  5. menurut saya walaupun produk tersebut mempunyai karakter unique selling semua itu tergantung pemasar dan perusahaan tersebut menempatkan produk di kalangan konsumen sehingga konsumen mempunyai anggapan bahwa produk tersebut benar-benar berbeda dengan produk lain yang sejenis, dan konsumen benar-benar mangerti manfaat dan kelebihan produk itu. proses promosi harus menarik dan sesuai dengan apa yang ada pada produk tersebut, contohnya untuk pakaian dalam kita harus menggunakan model seseorang yang mempunyai badan ideal/atletis untuk model pria, sedangkan untuk produk itu sendiri harus didesain berbeda dengan produk lain karena kita semua tahu pada saat ini model pakaian dalam pria hanya seperti itu saja hampir semua sama, jadi kita harus bisa memanfaatkan situasi ini dengan membuat pakaian dalam yang dirancang sangat berbeda dari yang telah ada. contoh: pakaian dalam dengan berbagai warna sehingga dapat dipakai tanpa pakaian luar, dan mungkin kita juga dapat menggunakan kain yang lebih barkualitas karena selama ini kita tau hanya kain tipis yang digunakan. kunci dari kesuksesan sepenuhnya terdapat pada pemasar dia harus bisa memilih strategi yang tepat untuk kasus seperti ini. terima kasih

    Comment by ferry diananto (2005210429) | June 15, 2007 | Reply

  6. produk yang tidak memiliki unique selling bukan berarti tidak mampu, sebenarnya produk seperti itu mampu untuk berkompetisi untuk meraih pangsa pasar. sebenarnya juga banyak produk seperti itu yang mampu sekali merebut pangsa pasar.
    pertama kita sudah tahu bahwa yang dituju adalah kelas menengah atas, yang diperlukan hanya bagaima menyusun strategi iklan yang mampu untuk menarik perhatian masyrakat, apalagi yang digunakan adalah iklan visual yang seluruh masyarakat melihatnya.
    tujuan iklan adakah membuat konsumenberpikir mengenai atau memberi reaksi paroduk atau perusahaan secara tertentu.
    saya setuju dengan Ibu Yuliana Agung, MBA dengan menggunakan iklan kontroversial, karena dengan menggunakan iklan seperti itu bukanlah yang merugikan bahkan bisa menguntungkan perusahaan. iklan tersebut dengan mudah dapat diingat oleh masyarakat. bahkan kalau perlu ada kata -kata yang dapat menarik perhatian para pemakai (pria) seperti “dipakai pria, disukai wanita ,jadi? atau “ini baru pria” pi bkn “pria punya selera” karena itu iklan rokok. dengan beberapa kata dapat merespon para konsumen khusunya pria untuk menggunakan produk tersebut, bisa juga dengan menggunakan model yang pas untuk produk tersebut dan teget pasarnya. dan juga jangan lupa untuk selalu menonjolakn brand, dengan brand konsmen juga bisa merespon dan ingta bahwa produk itu benar-benar bagus dan nyaman dari produk lain.

    terima kasih

    Comment by aulia rahman | June 15, 2007 | Reply

  7. menurut saya anda harus menentukan tujuan komunikasi itu sendiri.adapun faktor-faktornya adalah:
    1.Awareness
    Jika sebagian besar dari target audience belum sadar akan objek , maka tugas komunikator adalah membangun kesadaran konsumen akan keberadaan produk , mungkin dapat dengan pengenalan nama.

    2.Knowledge
    Setelah audience sadar akan keberadaan produk, mungkin mereka tidak mempunyai pengetahuan yang lebih akan produk, sehingga komunikator harus memberikan pengetahuan akan produk kepada konsumen.

    3.Liking
    Ketika konsumen sudah mengetahui tentang produk tersebut, lalu bagaiman perasaan mereka? Komunikator pemasaran harus berusaha agar konsumen menyukai produk tersebut. Jika konsumen terlihat tidak menyukai produk tersebut, pemasar harus tahu mengapa dan berusaha memperbaiki dan mengkomunikasikannya lagi.

    4.Preference
    Konsumen mungkin menyukai produk itu tapi tidak lebih dari produk lain, sehingga pemasar harus membangkitkan preferensi konsumen akan produk yang ditawarkan. Pemasar akan mempromosikan kualitas produk, value, performance dan karakter lain.

    5.Conviction
    Konsumen mungkin sudah lebih menyukai produk yang ditawarkan tapi tidak membangun keyakinan untuk membelinya . Karena itu tugas pemasar adalah membangun keyakinan konsumen untuk melakukan tindakan yang terbaik, yaitu membeli.

    6.Purchase
    Terakhir, sebagian dari konsumen mungkin memiliki keyakinan tetapi belum juga membeli produk itu. Mungkin mereka menunggu informasi tambahan atau masih merencanakan tindakan selanjutnya. Pemasar harus mendorong konsumen untuk melakukan langkah akhir dengan cara menawarkan produk dengan harga yang lebih rendah, atau menawarkan hadiah.

    Sesudah melakukan langkah-langkah tersebut maka anda akan mengetahui apa unique selling point dari produk anda.tentang visualisasi produk anda sebenarnya tidak terlalu sulit.Karena produk anda untuk kalangan midle-up maka komunikasi yang dilakukan tidaklah sevulgar mengomunikasikan untuk kelas bawah.misalnya dengan menampilkan seorang pebisnis yang sukses lalu di ikuti dengan logo merek serta motto dari produk underwear anda.Disini akan terlihat jelas bahwa segmen yang anda bidik kalangan middle-up.jadi tidaklah perlu untuk menampilkan produk tersebut karena bisa-bisa menimbulkan kontroversial karena kita menganut budaya timur yang antipornografi.seperi iklan rokok yang tidak pernah menunjukkan produknya karena bertentangan dengan kesehatan.

    Comment by Heru Prayitno(2005210401) | June 19, 2007 | Reply

  8. Menurut Saya dari contoh kasus diatas,Sebuah perusahaan tersebut haruslah memperhatikan benar dari segi komunikasi iklan tersebut untuk disampaikan kepada masyarakat umum,juga Trade Mark produk celana dalam yang akan mudah diingat oleh konsumen.Misal terdapat resleting pada bagian depan celana dalam dan disini tentunya pangsa pasar yang telah ditentukan yaitu kalangan menengah keatas.Dalam Penyampaian iklan bergerak,anda dapat menggunakan model pria.Sebagai contoh,Seorang pria yang tengah berlibur disebuah pantai dia sengaja menggunakan celana dalam tersebut yang memiliki keunikkan dari celana dalam pada umumnya ( seperti yang dijaelaskan diatas ) akhirnya semua mata para wanitapun spontan terfokus pada pria sexy itu,dan mengerumuninya.Dari ilustrasi diatas,dapat diperhatikan bahwa KEUNIKKAN,KREATIFITAS yang ORIGINALITAS dapat menjadi strategy pemasaran produk yang mampu menyaingi perusahaan lain dalam produk sejenis.

    Terima kasih

    Comment by Zaldi Januar ( 2003210465 ) | June 19, 2007 | Reply

  9. MEMASARKAN PRODUK YANG
    ‘TIDAK PUNYA UNIQUE SELLING’

    Pertama sebagai produsen kita harus dapat memberikan emotion touch sesuatu yang baru atau kesan yang positif kepada audience, sehinnga para konsumen atau para audience tidak bosan dengan iklan yang selama ini ada. Misalnya produsen memakai model wanita saya rasa akan menimbulkan kesan yang negatif,walaupun unik atau kontroversial?!? Saya pikir kalau melihat iklan tersebut akan berpikir bahwa kalau saya memakai produk tersebut maka saya akan seperti seorang wanita. Karena produk ini untuk pria yaitu celana dalam, sebaiknya saya membuat iklan yang memakai model pria. Sebagai contoh dua orang pria yang sedang mau berenang (dia memakai produk produsen tersebut), seorang pria tersebut mempunyai badan atletis dan satunya berbadan gemuk. Selanjutnya di sekitar kolam renang tersebut ada dua wanita dan mereka tertarik untuk melihat selanjutnya mereka tertarik untuk berkenalan dengan kedua pria tersebut. Secara tidak langsung para audience atau konsumen berpikir bahwa dengan memakai produk atau celana dalam tersebut maka mereka akan digandrungi wanita-wanita setelah melihat iklan tersebut. Meskipun iklan tersebut terlihat fulgar tapi bisa meningkatkan penjualan produk karena segmen pasar yang dituju middle up. Thanks

    Comment by afi saputra | June 20, 2007 | Reply

  10. Suatu produk meskipun tidak memiliki unique selling sebenarnya masih mampu memperoleh keunggulan pangsa pasar asalkan strategi promosi produk tersebut dilakukan dengan benar. kita sudah mengetahui bahwa target pasar yang di tuju adalah kalangan menengah ke atas, iklan tersebut harus menggunakan model artis yang terkenal, meskipun iklan tersebut adalah iklan mengenai celana dalam pria…tujuan iklan adakah membuat konsumen berpikir mengenai atau memberi reaksi produk atau perusahaan secara tertentu. kita harus bisa memanfaatkan situasi ini dengan membuat pakaian dalam yang dirancang sangat berbeda dari yang telah ada.

    Comment by wahyu surya kusuma | July 9, 2007 | Reply

  11. Dalam mempromosikan untuk kalangan Midle Up ke public, dengan model yang bervariasi, misalnya Olahragawan, Pengusaha, Remaja.. cukup memberikan image produk yang elite. Ingat Produk celana dalam GTMan? Iklan tersebut sangat lekat dengan Anti Selipnya dari Bang Mandra.. Dengan Penginformasian anti selip atau anti nyempil, sepertinya memang cukup untuk mengingatkan pasar, walaupun memang ditujukan bukan untuk kalangan menengah ke atas.
    Dengan mutu yang berkualitas, model yang bervariasi, motif yang tidak hanya sekedar polos, cocok dan nyaman dalam segala suasana, ukurannya yang bervariasi bahan yang berkualitas dan tentunya unik, Ditunjang dengan Promosi yang selalu unik dan elite, Motto yang elegan .. saya rasa, cukup membangun brand yang elegan dan unik.

    Terima Kasih

    Comment by Wulan | July 30, 2007 | Reply

  12. KALO BISA ADA GAMBAR ATAU IKLAN CELANA DALEM PRIA YANG GAY2

    Comment by ERICK | October 15, 2007 | Reply

  13. Strategi komunikasi pemasaran untuk produk yang dianggap kurang memiliki unique selling lebih diperlukan inovasi dan langkah jitu. Hal tersebut sebagaimana yang telah disampaikan oleh teman-teman di atas perlu ditekankan pada hal komunikasi marketing terkait produk yang disampaikan, pembentukan jaringan pasar sasaran dan sebelumnya memang perlu ditinjau pula untuk analisa potensi pasar produk dimaksud.
    Tidak diragukan lagi, saat ini terutama untuk daerah perkotaan, seluruh kebutuhan akan produk yang berhubungan dengan hal dasar manusia seperti sandang, pangan, maupun papan sudah semakin kompetitif, sehingga perlu disiasati langkah atas produk tersebut, misalkan dengan desain produk yang lebih nyaman/ comfort for use, up to date, dan utamanya kualitas yang baik serta harga yang kompetitif.
    Hal di atas perlu disampaikan dalam kemasan bahasa marketing yang mengena pasar yang dituju (marketing dengan hati), jangan sampai bahasa yang dianggap universal tersebut dapat mengubah arah strategi produk yang dijalankan.
    Thanks.

    Comment by Aidil Adysaputra | October 25, 2007 | Reply

  14. sangat membantu saya dalam mata pelajaran managemen !!!!

    Comment by faisol | April 1, 2008 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: