Y u d i S u t a r s o

Kuliah Manajemen Pemasaran

Cliff Muntu dan Citra IPDN

Kekerasan IPDNIPDN adalah Institut Perguruan Dalam Negeri, nama baru dari STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri). Nama baru tersebut dilekatkan setelah kejadian tewasnya praja STPDN setelah dianiaya oleh praja lainnya. Cliff Muntu adalah korban meninggal terakhir dari kekerasan yang ada di IPDN. Dengan kematian Cliff Muntu tersebut, menjadikan IPDN sebagai obyek berita media masa yang sangat potensial, yang bisa ditebak selanjutnya, yaitu  menjadi obyek pembicaraan, diskusi, keprihatinan masyarakat, dari tukang becak sampai ke Presiden.

Sebagai institusi pendidikan, IPDN sungguh merasakan akibat kekejaman seperti yang diberitakan dimedia masa. Praktis setelah diberitakan akhir-akhir ini citra sebagai kampus yang militeristik, kampus kejam, kampus preman dan berbagai citra lain melekat pada IPDN. Kepercayaan sebagai kampus yang mendidik calon pegawai abdi negera telah luntur. Mulai muncul pemda yang tidak akan mengirimkan putra terbaiknya belajar di IPDN.Presiden juga melarang penerimaan mahasiswa baru selama satu tahun.

Kita tahu citra IPDN sedang krisis, dan tentu sebagai lembaga pendidikan citra menjadi modal bagi keberlangsungan organisasi. Kalau citranya seperti ini siapa yang mau belajar di IPDN. Sekalipun gratis dan dibayar serta dijamin kerja siapa mau jika taruhannya nyawa. Coba pikirkan kalau Anda adalah pemasar dari IPDN, bagaimana Anda menanggapi hal-hal diatas dan apa yang harus dilakukan agar citra IPDN  sebagai lembaga pendidikan tetap positif. Dan tentu sebagai lembaga pendidikan tinggi teap berlangsung.

Selamat bekerja dan belajar.

April 19, 2007 - Posted by | Manajemen Pemasaran

35 Comments »

  1. tanggapan saya tentang kasus IPDN adalah Lembaga pendidikan yang benar-benar tidak punya perasaan dan tidak berperikemanusiaan serta tidak mempunyai etika dalam mengelola organisasinya. Pemukulan yang keras dan kejam di IPDN itu sangatlah tidak penting. Mungkin mereka melakukan itu hanya sok pamer bahwa mereka berkuasa atas praja-praja junior. Sehingga bisa melakukan apa saja dengan menghukum praja junior sampai meninggal dunia, seperti cliff muntu. Apalagi saat ditemukannya makam-makam yang tersembunyi di kampus IPDN. Saya rasa itu sudah sangat keterlaluan dan itu pembunuhan yang sangat keji. Dan saya sih setuju banget kalo IPDN dibubarkan.
    Tetapi Jika saya menjadi pemasar dari IPDN yang harus saya lakukan agar citra IPDN sebagai lembaga pendidikan tetap positif dan tetap berlangsung adalah:
    1. Menghilangkan image sebagai kampus yang militeristik, kampus kejam, dan kampus preman dan sebagainya di dalam benak masyarakat Indonesia.
    2. Untuk menghilangkan image itu IPDN harus menghilangkan kekerasan dan kekejaman dalam pengajarannya. Boleh keras asal jangan keterlaluan sampai menghilangkan nyawa orang. Karena untuk menjadi praja tidak harus dididik dengan cara pemukulan yang kejam sampai meninggal dunia. Karena dengan pengajaran yang seperti itu akan menjadikan praja-praja berwatak keras dan berhati preman. Dan bisa saja praja-praja yang telah diperlakukan seperti itu akn membalaskan dendamnya ke praja-praja junior yang akn masuk ke IPDN itu nantinya. Sehingga untuk menghilangkan tradisi itu, cara pengajaran yang keras dan kejam harus benar-benar dihilangkan dari IPDN. Karena percuma saja menciptakan praja yang tenaga dan fisiknya kuat tetapi tidak mempunyai hati nurani yang baik.
    3. Merombak semua jajaran pengurus sampai rektor. Karena rektor yang sekarang banyak melakukan kebohongan atas kekejaman yang ada di IPDN. Menurut saya jadiin INU KENCANA sebagai rektor.Karena Inu Kencana adalah dosen IPDN yang paling tidak setuju dan akan membongkar semua kekerasan dan kekejaman yang ada di IPDN.
    4. Semua tersangka yang terlibat dalam pembunuhan Cliff Muntu dan praja-praja sebelumnya yang telah meninggal harus dipenjara.
    Setelah 4 langkah diatas dilaksanakan citra IPDN akan membaik lagi dan citra sebagai kampus yang militer, kejam, dan preman akan hilang dalam benak masyarakat Indonesia. Dan pemda akan berani lagi untuk mengirimkan putra terbaiknya belajar di IPDN. Sehingga IPDN sebagai lembaga pendidikan tetap akan berlangsung dan bersih dari image buruk yang pernah melekat yaitu sebagi kampus preman menjadi lembaga pendidikan yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia.

    Comment by nurul hikmah | April 19, 2007 | Reply

  2. kasus di IPDN memang sulit diterima oleh akal,mengapa di perguruan tinggi negri seperti IPDN terjadi kekerasan yang sepertinya membudaya dan sulit untuk dihilangkan.semestinya pengajar_pengajar di IPDN WAJIB mengawasi para prajanya setelah kejadian yang pertama jadi tindak kekerasan selanjutnya bisa dicegah.sebagai seorang pemasar yang akan melakukan promosi saya akan:
    > meyakinkan kepada masyarakat bahwa polisi sudah menyelidiki kasus kekerasan dan tidak akan lagi tindak kekerasan yang terjadi diIPDN
    >karena pengelola di IPDN sudah dirombak oleh pemerintah pasti sistem pengajaran telah berubah dan itu bisa menjadi poin penting untuk memasarkan IPDN kembali
    >IPDN harus diawasi secara ketat biarpun harus melibatkan polisi untuk meningkatkan keamanan agar praja baru merasa aman untuk belajar di kampus IPDN tercinta
    demikian komentar dari saya karena waktu yang telah memisahkan saya untuk memberikan dari pada komentar yang lebih banyak lagi……..

    Comment by sigid adri saputra | April 20, 2007 | Reply

  3. sebelumnya terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya,klo menurut pengamatan saya kasus yang telah terjadi dikampus IPDN itu,sudah turun temurun dilakukan oleh praja2 senior kepada junior,Entah karena motif balas dendam,karena dulu mereka berpikiran,” Saya dulu juga seperti itu (dipukuli) jadi mereka praja junior harus juga merasakan apa2 yang telah saya rasakan dulu…..dan ingatan – ingatan seperti itu sudah tertanam dalam benak praja – praja….apalagi perkembangan terakhir diduga juga terjadi free sex di sana……..eehhmmmm …sungguh laknat,bejat,masak perguruan tinggi negri yang melahirkan para camat,harus melakukan tindakan hal sekeji itu…..,seharusnya mereka dapat memberikan contoh yang baik…..,klo menurut saya IPDN harus dibubarkan,sebelum terjadi tindak kekerasan yang lebih kejam lagi…..trus bagaimana dengan praja yang ingin trus belajar dsana????? mereka bisa blajar disana dan mengikuti keg sperti biasa tetapi dengan peraturan yang lebih ketat lagi……toh pun IPDN harus dipertahankan para pengelola harus menSTOP dulu praja – praja yang ingin masuk disana….kita habiskan dulu generasi tersebut…setelah mereka sudah lulus semua tanpa terkecuali….barulah terima para praja – praja baru….yang otaknya masih belum terekam tentang kekerasan….jadi tidak ada balas dendam lagi………dan pengelola harus diganti… apa lagi yang menyangkut tentang tindak kekerasan yang telah terjadi kemarin – kemarin……dan jagan lupa lagi ganti nama sebagai pembuang SIAL,klo bisa saya memberikan pendapat eehhmmm…….IPDN diganti dengan IPCDDN (institut perguruan cinta damai dalam negeri…..)peace selalu…..

    dan bila saya menjadi seorang pemasar,yang saya akan lakukan adalah :

    1 ) menghilanglangkan iMage buruk tentang kampus IPDN / kampus kejam menjadi kampus ciNta damai….
    2 ) merombak semua pengelola kampus tersebut…agar bisa kembali meyakinkan masyarakat klo kampus tersebut sudahkembali bersih ( kembali ke firah )
    3 ) semua tersangka yang terlibat dalam pemukulan harus ditindak lanjut,dan harus benar – benar diberi hukuman
    4 ) dan yang paling penting selau berbuat baik,sering sholat,rajin menabung,nurut kepada ke dua orang tua n slalu mendekatkan diri kepada allah……..hee…heee

    ok… terima kasih atas kesempatan ini,karena waktu saya terbatas jadi saya akan akhiri semua ini……

    assalamualaikum…………Peace ^_^

    Comment by yudi kurniawan L | April 20, 2007 | Reply

  4. Tanggapan saya tentang kasus IPDN adalah Lembaga pendidikan yang tidak mempunyai perasaan dan tidak berperikemanusiaan serta tidak mempunyai etika pendidikan.Kekerasan yang diterima oleh Cliff Muntu sangat tidak sesuai dengan prinsip-prinsip etika pendidikan yang ada di Indonesia. Apalagi saat ditemukannya makam-makam yang tersembunyi di kampus IPDN.Menurut saya itu sudah sangat-sangat keterlaluan,tidak sesuai dengan dasar negara kita yang berperikemanusiaan dan perikeadilan.
    Tetapi Jika saya menjadi pemasar dari IPDN yang harus saya lakukan agar citra IPDN sebagai lembaga pendidikan tetap positif dan tetap berlangsung adalah:
    1. Menghilangkan image sebagai kampus yang militeristik, kampus kejam, dan kampus preman dan sebagainya di dalam benak masyarakat Indonesia,karena pada dasarnya Indonesia adalah negara yang berdasar pancasila yang segala sesuatunya berdasar pada petrikemanusiaan dan perikeadilan,
    2. Mengganti semua jajaran pengurus sampai rektor.Dan mengganti dengan pengurus yang lebih berkualitas dan mempunyai pandangan tentang visi dan misi pendidikan yang benar dan baik, 3. Menuntaskan masalah dan kasus yang ada di kampus IPDN keakar-akarnya,sehingga para orang tua tidak akan takut untuk menyekolahkan anaknya di kampus IPDN.Dan menghukum para tersangka sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Dengan begitu kampus IPDN dapat menjadi kampus yang lebih baik dari sebelumnya yang dapat menghasilkan para calon-calon generasi penerus bangsa yang berkualitas.Serta bebas dari image buruk yang melekat di masyarakat yaitu kampus IPDN adalah kampus yang kejam dan keji.

    Comment by dion yanuar purba | April 20, 2007 | Reply

  5. IPDN sekarang lebih dikenal dengan kampus yang militeristik, kampus kejam, kampus preman dan sebagainya.Kepercayaan sebagai kampus yang mendidik calon pegawai abdi negera telah luntur.Apalagi baru-baru ini semua orang membicarakan tentang kasus IPDN yaitu meninggalnya Cliff Muntu dan adanya kekerasan yang ada Institut Perguruan Dalam Negeri ini.Sebelumnya sudah adanya kekerasan yang ada di STPDN(Sekolah Tinggi Pemerintah Dalam Negeri) ini yang mengalami kejadian yang sama, maka nama STPDN ini diganti namanya menjadi IPDN.

    Kejadian ini sangat disayangkan karena mereka-mereka yang sekolah di sini mempunyai kebanggaan tersendiri yang nantinya akan menjadi pegawai pemerintah dengan masa depan yang jelas.Siapa sih yang gak pengen jadi pegawai negeri?impian itu ada di sebagian besar masyarakat Indonesia.
    Tetapi dengan adanya kasus tersebut membuat masyarakat menjadi tidak ingin untuk masuk di IPDN walaupun dengan masa depan yang jelas tetapi dengan banyaknya kekerasan membuat masyarakat takut walaupun tidak mengeluarkan biaya sama sekali.Masyarakat Indonesia butuh kedamaian bukan kekerasan.

    Jika saya menjadi pemasar dari IPDN langkah-langkah yang akan saya lakukan adalah sebagai berikut:
    1.Menghilangkan IMAGE yang sudah melekat di masyarakat bahwa IPDN adalah sekolah penuh kekerasan dengan mengganti IPDN adalah sekolah yang paling berkualitas di Indonesia dengan kemampuan yang maksimal di semua bidang dan berguna bagi nusa dan bangsa.
    2.Menghilangkan IMAGE tersebut memang tidak semudah membalikan telapak tangan tetapi melalui proses yang cukup lama.Pertama adalah menghilangkan kekerasan yang kejam, boleh sih agak keras dalam mendidik praja-praja asal tidak keterlaluan.Karena mendidik dengan kekerasan yang kejam akan membuat praja-praja yang nantinya lulus dari IPDN akan melakukan kekerasan pada masyarakat.Hal ini dikarenakan karena praja-praja sudah terbiasa dan akhirnya membiasakan/mempraktekkan pada masyarakat.
    3.Menyelesaikan masalah pembunuhan Cliff Muntu secara tuntas dan yang terpidana agar dipenjara dan dihukum sesuai dengan perbuatanya dan sesuai dengan hukum yang ada di Indonesia.
    4.Memecat dekan dan rektor yang ada di IPDN dan mengganti kurikulum yang tidak ada kekerasan yang berlebihan.Serta menindaklanjuti kasus-kasus pembunuhan sebelumnya secara tuntas.
    Setelah semuanya dilakukan tinggal melanjutkan bagaimana agar masyarakat percaya lagi dengan IPDN?YAITU dengan
    5.Mengadakan seminar tentang IPDN yang baru agar masyarakat percaya bahwa sudah tidak ada lagi kekerasan dan melakukan pendekatan dengan masyarakat melalui bakti sosial.

    Apabila kesemuanya dilakukan maka “INSYA ALLAH” masyarakat akan kembali berminat untuk masuk di IPDN dengan mempunyai semangat yang tinggi.”SEMANGAT”

    Comment by Catur April Lia Sari | April 20, 2007 | Reply

  6. IPDN merupakan salah satu lembaga atau institut pendidikan yang nantinya berkeinginan untuk bisa mencetak dan menghasilkan lulusan yang punya kedisiplinan yang tinggi. hal itu tentunya bukan menjadi rahasia umum lagi karena IPDN terkenal dengan kedisiplinannya yang tinggi. Akan tetapi pada kenyataannya cara yang dilakukan untuk mewujudkannya disalahgunakan oleh pihak2 intern tertentu,,Dengan munculnya kasus-kasus atau tindak kekerasan yang terjadi di dalam IPDN yang continue tentunya membuat para masyarakat tercengang dan kecewa atas kejadian tersebut. Keberadaan IPDN harus dievaluasi secara menyeluruh agar budaya militeristik dan kekerasan dilembaga pendidikan ini tidak terus menerus dipertahamkan.Menurut saya IPDN belum perlu dibubarkan, cukup dievaluasi secara menyeluruh.
    IPDN berharap mampu mencetak pamong dan pemimpin yang baik, yaitu pamong yang santun dan mampu memberi pelayanan yang baik kepada masyarakat.
    Meskipun begitu masih ada harapan untuk memperbaiki citra buruk IPDN di mata masyarakat. Jika saya sebagai pihak intern IPDN yang akan saya lakukan agar IPDN kembali seperti dulu lagi adalah sebagai berikut :
    1. Memperbaiki nama baik IPDN
    ini dapat dilakukan dengan cara mengevaluasi pembinaan senior-yunior dan hubungan antar praja, begitu juga pengawasan oleh institut terhadap sikap atau perilaku praja serta pembinaan akhlak. Selain itu yang perlu di evaluasi adalah proses rekrutmen yang selama ini diterapkan pemerintah karena selama ini IPDN identik dengan anak pejabat pemerintah.
    2. Bagi mereka yang telah melakukan tindak kekerasan atau penganiayaan akan dihukum seberat-beratnya atau dikeluarkan dari lembaga tersebut, agar tidak merugikan lembaga. Karena kita tahu bahwa penganiayaan adalah suatu tindakan yang melanggar hukum dan melanggar hak asasi manusia.Dengan begitu akan meminimalisai adanya tindak kekerasan di IPDN.
    Dengan cara seperti diatas mungkin IPDN bisa memperbaiki citra buruk di masyarakat dan juga IPDN tidak perlu dibubarkan dengan menunjukkan perbaikkan-perbaikkan yang nantinya membuat masyarakat percaya bahwa IPDN sudah bukan lembaga kemiliteran yang keras. Dengan begitu masyarakat tidak akan ragu lagi jika akan menyekolahkan putra-putrinya disana.
    Sehingga IPDN tetap bisa menciptakan calon-calon pemimpin yang berkualitas, santun, dapat memberikan pelayanan yang baik dan juga tegas namun tanpa adanya kekerasan.

    Comment by DiAn RosALinA P | April 20, 2007 | Reply

  7. seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa IPDN adalah sebuah lembaga pendidikan yang nantinya akan menjadikan lulusannya sebagai calon pegawai yang duduk di lembaaga pemerintahan. oleh sebab itu seharusnya IPDN memberikan contoh yang baik kepada lembaga pendidikan yang lainnya. namun pada kenyataan yang terjadi sekarang tidak begitu adanya, yang ada sekarang malah IPDN di cap sebagai lembaga pendidikan yang suka melakukan tindak kekerasan yang dilakukan oleh praja senior kepada praja juniornya.
    jika saya di tunjuk sebagai pemasar dari IPDN, maka hal-hal yang akan saya lakukan untuk menghilangkan citra buruk kampus IPDN adalah :
    1. training tutor dalam IPDN sendiri.Melihat keadaan psikologi dan kemampuan kerja mereka.
    seleksi alam akan terjadi.yang benar-benar sesuai,akan diketahui keberadaannya dan yang tidak akan diketahui bobroknya.

    2. Tes ulang secara kesuluruhan.Tentang tujuan dan prinsip mereka didalam IPDN.Walaupun nantinya akan mengeluarkan biaya yang lumayan,namun pemerintah harus berani “gambling” dan rela untuk dampak setelah resiko yang muncul nantinya.

    3. Dengan memunculkan mereka (praja senior maupun junior) dalam suatu kegiatan sosial pemerintah agar cara mereka dalam bermasyarakat dapat diketahui dan orang (masyarakat) akan melihat dan menilai konsisi pendidikan di kampus IPDN.

    Comment by Noer Indah Permata Sari | April 20, 2007 | Reply

  8. Tanggapan saya mengenai kasus ipdn adalah sangat disayangkan sekali kejadian tersebut dapat terjadi di sebuah lembaga yang mencetak pegawai-pegawai dalam negeri kita. Kasus kekerasan dan pemukulan dari praja senior kepada praja juniornya seakan menjadi budaya yang turun temurun. Seperti kita lihat dari tahun ke tahun yang terjadi adalah jauthnya korban atas kekerasan praja senior tersebut kita masih ingat benar tentang kasus Wahyu Hidayat dan juga yang terakhir adalah kasus Cliff Muntu yang menjadi korban kekerasan. Kasus ini tidak bisa begitu saja selesai, bahkan kasus Wahyu Hidayat yang terjadi pada tahun 2003 masih menjadi buah bibir media karena para tersangka yang dapat menjadi pegawai dalam negeri sebuah instansi. Hal ini menunjukkan betapa bobroknya IPDN. Apalagi kasus yang membudidaya tersebut seakan ditutup-tutupi oleh perangkat organisasi IPDN seperti rektor dan sebagian dosen. Sebagai akibatnya adalah pencopotan jabatan sang rektor. Hal inilah yang menjadikan citra yang IPDN menjadi buruk di masyarkat dari tahun ke tahun.Inilah yang menjadi masalah IPDN agar terus dapat bertahan.
    Dan apabila saya menjadi pemasar IPDN saya akan melakukan beberpa cara sbb :
    1.Mengubah sistem pendidikan yang serba mliter di IPDN menjadi sistem pendidikan yang sesuai dengan pembelajaran menjadi pegawai negeri.
    2.Meyakinkan masyarakat bahwa IPDN telah berubah menjadi institut yang tidak berbasis militer misalnya dengan melakukan menyiarkan sistem pendidikan yang baru itu bagaimana?
    3.Melakukan promosi kepada sekolah-sekolah dan menyampaikan bahwa IPDN telah berubah sistem pendidikannya.mengenalkan lingkungan kampus yang ramah kepada para siswa SMA.
    4.Melakukan siraman rohani terhadap praja-praja setiap minggu dari para ulama agar mereka sadar bahwa disini mereka bersama-sama belajar untuk menjadi pegawai dalam negeri yang biusa dibanggakan.
    Demikian beberapa cara yang menurut saya dapat dilakukan untuk membenahi institut yang sedang terpuruk. Dan semoga IPDN tidak akan menjadi sebuah institut yang mempunyai image sebagi lembaga yang penuh kekerasan dan pemukulan. Semoga !!!!

    Comment by Lia Dahniar | April 20, 2007 | Reply

  9. Menurut saya IPDN merupakan sekolah tinggi yang saat ini hangat di bicarakan. kita tahu bahwa sekolah tersebut telah banyak melakukan kekerasan yang banyak mengorbankan para calon2 praja. padahal yang diharapkan dari sekolah tersebut adalah untuk menciptakan calon2 praja yang benar2 diharapkan masyarakat. namun kenyataannya tidak seperti itu.. sehingga masyarakat kecewa, bahkan sangat menyayangkan sikap2 para senior melakukan kekerasan salah satunya kepada alm. wahyu hidayat dan clif muntu baru2 ini, serta rektor dan dekan2 IPDN yang telah menutup2i hal tersebut…kini citra IPDN telah buruk dimata masyarakat…
    bila saya menjadi pihak pemasar dari IPDN saya akan melakukan :
    1. mengubah sistem pendidikan IPDN, dari yang menggunakan kekerasan menjadi sistem yang sesuai dengan kriteria2 IPDN, misalnya mendidik menjadi calon pegawai negeri.
    2. mengadakan peraturan2 anti kekerasan, yang berlaku bagi semua penghuni IPDN. dan akan memberikan sanksi yang berat bagi yang melanggarnya.
    3. mengadakan kegiatan2 sosial yang dapat mempererat hubungan antar praja2, dosen2, dekan, dan rektor IPDN.
    4. memberikan fasilitas asrama yang sesuai dengan kriteria asrama yang baik.
    5. mempublikasikan kepada masyarakat bahwa IPDN tidak seburuk seperti yang mereka kira, dan anti kekerasan, karena sudah mengubah sistem pendidikan menjadi yang lebih baik.

    Comment by RIZKA APRILIA HAPSARI | April 21, 2007 | Reply

  10. IPDN merupakan institut yang sangat bergengsi , mengapa dikatakan bergengsi karena institut ini yang memberikan kehidupan yang cerah setelah seseorang dapat menyelesaikan masa pendidikan_nya/kuliahnya(mendapat jaminan kerja menjadi “Pegawai Negeri Sipil”)sejarah IPDN berawal dari APDN di kota MALANG pada tahun 1956 ternyata beberapa tahun kemudian di ubalah namanya menjadi STPDN ( Sekolah Tinggi Pegawai Dalam Negeri )lalu sekitar tahun 2005 dilakukan perubahan yang ketiga kalinya yakni IPDN . Dalam panduan pendidikan yang dirilis DEPDAGRI , lulusan di IPDN harus memiliki 3 kompetensi dasar yakni
    1.Kepemimpinan(leadership)
    yang artinya bagaimana cara memimpin di negara ini dengan menjadi
    benar-benar seorang pemimpin
    2.Kepelayanan (stewardship)
    yang artinya bagaimana cara menhadapi masyarakat saat langsung
    menghadapinya
    3.Kenegarawanan (statemanship)
    yang artinya sejauh mana seorang praja yang di_didik untuk mengabdi
    kepada bangsa Indonesia (cinta tanah airnya saat menghadapi
    perang dengan negara lain apakah tetap membela negaranya ato
    menjadi penghianat …….!)
    Ternyata apa yang terjadi peristiwa demi perstiwa tahun demi tahun yang mengubah nilai kebenaran_nya menjadi terungkap yang sebenarnya.Bagaikan kuda gila yang lari dengan kencang,tidak ada yang berani untuk menenangkan_nya (tidak ada yang berani yang membongkar seluruh kebusukan yang ada di_Institut tsb mulai dari bogeman maut+penganiayaan yang sadis sampai-sampai berita terakhir yang didapatkan adlh adanya “FREE SEX” (berita ini diperkuat dari tukang sapu bahwa telah sering diketemukannya kondom dikamar mandi) .Tapi hal ini disangkal oleh mahasiswi(IPDN) yang ada di aceh.
    Sebelum saya menjadi seorang marketer IPDN mendukung untuk menuntut orang yang telah menjadi PNS untuk segera dicopot dari masa jabatannya dengan tidak hormat dan menjebloskannya mereka di penjara ,mulai dari kasus pembunuhan WAHYU HIDAYAT sampai CLIFF MUNTU
    Yang saya lakukan sebagai seorang marketer adalah
    1. Menjelaskannya kepada masyarakat bahwa telah dikubur dalam-dalam perbuatan2 dahulu kala . Dengan memberikan fakta-fakta yang ada yaitu bukti penahanan dalam kasus pembunuhan mulai dari Wahyu Hidayat sampai Cliff Muntu
    2.Kita tahu bahwa presiden kita Bpk Susilo Bambang Yudhoyono telah memvonis untuk tidak menerima Mahasiswa Baru dalam waktu 1th kedepan .
    3. Menunjukkan penghapusan sistem akmil yang terlalu over …..!(angkatan militer aja shock ketika melihat pembinaan yang dilakukan oleh para senior-seniornya terhadap junior2 prajanya pemukulan didada,diperut ato orang jawa bisa disebut ‘pelunge ati’ ,di buah zakar (maaf……)penendangan dll.
    itulah pendapat saya diatas semoga HUKUM tidak buta demi UANG

    Comment by fariz rachman | April 21, 2007 | Reply

  11. Dengan kondisi IPDN yang sudah mempunyai citra yang sangat buruk di mata masyarakat seperti sekarang ini,langkah2 yang akan saya ambil jika menjadi pemasar dari IPDN adalah:
    1.Tetap membuka sekolah ini dengan merubah sitem pendidikan secara menyeluruh,meliputi;
    -cara pengajaran di dalam kelas dan di luar kelas
    -peraturan2 lebih di per longgar
    -dosen pengajar di ganti semuanya
    -seragam prala2 di ganti dengan yang lebih santai,dan menghilangkan kesan seragam militer
    2.Pendekatan kepada masyarakat di perbanyak,sampai masyarakat mulai percaya lagi kepada IPDN.
    3.menghilangkan hal2 yang berbau kekerasan,militer,hukuman dan kekerasan fisik.
    —–dan tentu saja—-
    4.mengusut dan menangkap seluruh pihak yang terkait dengan kematian para praja mulai dari kasus pertama dan menghukum mereka dengan pantas.

    Comment by Ayu Bekti .N. | April 21, 2007 | Reply

  12. Sangat disayangkan sebenarnya kasus ipdn ini terjadi di dalam istitusi pendidikan dalam negeri milik pemerintah yang mahasiswanya dididik untuk mengabdi kepada pemerintah dan masyarakat. itu adlah tindakan yg sangat keji yg pernah saya dengar karena terjadi dalam sebuah institusi yg berlatarbelakang pendidikan, yg memiliki staf pengajar profesional. indonesia ini adalah negara yang mempunyai hukum yg berlaku bagaimana mungkin hal ini dapat begitu saja dibiarkan, kekejaman demi kekejaman, kekerasan, penganiayaan bahkan yg saya dengar adalah tindakan asusila atau diluar norma dan moral bangsa kita. Bagaimana hal itu dapat terus dibiarkan dan mendarah daging dalam budaya IPDN bagimana jadinya pemerintahan indonesia dicetak dari orang-orang seperti itu. bagaimana org2 kejam seperti itu terus dibiarkan tanpa hukuman padahal jelas2 apa yg mereka lakukan adlah tindkan yg sngat2 keji!!! tanya kenapa????? apa yang terjadi pada pemerintahan indonesia????
    Pendidikan seperti itu menurut saya tidak sehat, kekerasan seperti itu tidak akan mengembangkan pikiran mereka untuk menjadi berani, terampil, dan bersaing bahkan cenderung menimbulkan sifat benci dendam dan sakit hati!!!!…. sebenarnya sikap praja IPDN itu sudh menjadi budaya yang mendarah daging, mereka tidak memikirkan lagi moral kemanusiaan yang ad dlm norma2 agama, yg ada adlah kebencian yg dibentuk dari didikan praja2 sebelumnya.
    Masalahnya itu semua didukung oleh para pengajar dosen dan rektor IPDN, mereka memelihara budaya tersebut tetap ada bahkan tekanan dan ancaman mereka terima dari senior dan rektor. Bagaimana merubah IPDN menjadi baik meskipun namanya sudah diganti dr STPDN mnjadi IPDN apabila birokrasi budaya dan pengajarnya tidak mempunyai moral yang baik….!!!!!??????
    Yang saya liat pemerintah tidak tegas dlam mengatasi masalah IPDN ini pemerintah tidak bisa menghilangkan budaya kekerasan dalam IPDN. pemerintah tidak bisa benar2 memberikan sangsi u mereka yg benar2 bersalah. mangkanya kasus IPDN ini terus terjadi dan menjatuhkan korban lagi yaitu cliff muntu!!! menurut saya tindkan ini tidak dapat ditolerir lagi semua oknum yg telibat dalam pembunuhan cliff muntu harus diusut sekalipun itu pengajar atau rektor IPDN. tentunya pemerintah juga harus tegas dalam mengusut kasus ini.

    Dan apabila saya bertindak sebagai pemasar dalam mengembalikan citra IPDN :
    1. saya akan mengembalikan kepercayaan masyarakat tentang IPDN dengan merubah semua sistem IPDN karena bagaimanapun semua sistem pengajaran di IPDN sudah tidak sehat dan mengubah image IPDN di masyarakat sebagai kampus yang kejam, militeristik dn penuh dg kekerasan.
    2. saya akan mengganti semua staf pengajar yg terlibat dalam kasus pembunuhan cliff muntu sampai dengan rektornya sekalipun. dan mengganti pengajar yang lebih profesional lebih modern dan lebih berkualitas. atau bisa dengan mendatangkan pengajar dari luar negeri.
    3. mengubah sistem pengajaran secara demokratis tidak ada tekanan atau ancaman kepada siapapun yang ingin mengutarakan pendapatnya, keluhannya atau semua unek-uneknya.
    4. mengadakan promosi school to school atau seminar bagi para calon praja yg berminat untuk bergabung dalam IPDN tentunya dengan jaminan penuh keslamatan dan keberhasilan, serta menunjukkan keunggulan2 lain IPDN. dan mau mengakui kesalahan IPDN yang terdahulu dan berjanji untuk memperbaiki semua kesalahan yang terdahulu

    yang paling terpenting adalah bagimana IPDN menyelesaikan kasus cliff muntu dengan tuntas sampai keakar-akarnya agar masyarakat kembali percaya bahwa IPDN sendiri ingin merubah citra kampus Preman itu menjadi kampus yang damai dengan semua hukuman yg diterima oleh praja senior dan org2 yg terlibat dalam kasus itu pasti masyarakat akan kembali percaya.
    saya rasa semua itu perlu proses agar brand image IPDN kembali dikenal sebagai kampus yang baik tanpa embel2 kekerasan dan semua itu perlu dukungan dari pemerintah dan seluruh mahasiswa IPDN u mengembalikan citra IPDN.

    terima kasih

    Comment by dian ayu | April 21, 2007 | Reply

  13. Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh………

    Tanggapan saya mengenai IPDN:
    Menurut saya, tentunya orang-orang semua telah mengetahui kekerasan yang turun-temurun sudah menjadi tradisi di Lembaga Pendidikan tersebut. Kalau kita perhatikan, dari kejadian tewasnya Cliff Muntu yang dianiaya oleh para seniornya, kejadian ini sudah sangat memprihatinkan, apalagi setelah ditemukannya makam-makam yang tersembunyi. Kita tentunya sudah tahu, bahwasanya Lembaga Pendidikan seharusnya memberikan pengajaran yang baik pada putra-putri didiknya, tetapi yang ada pada IPDN malah hal yang sebaliknya dan sangat tidak wajar. Menurut saya, rencana untuk menutup IPDN memang sudah harus dilakukan, mengingat kekerasan yang telah terjadi hingga tewasnya Cliff Muntu. IPDN merupakan kampus yang tidak memiliki perasaan dan perikemanusiaan serta tidak memiliki prinsip-prinsip etika pendidikan di Indonesia. Seharusnya kampus yang mendidik untuk menjadi praja yang akan berguna nantinya demi negara, malah menjadi kampus yang penuh kekerasan dan militeristik. IPDN hanya dijadikan ajang pamer kekuatan dan kekuasaan oleh para senior, mereka ingin menunjukkan pada junior mereka, seberapa kuat mereka. Apalagi kasus ini terkesan ditutup-tutupi oleh perangkat organisasi IPDN seperti rektor dan sebagian dosen.

    Jika saya sebagai pemasar IPDN, yang akan saya lakukan adalah:
    1. Menutup IPDN dan mendirikan lembaga yang lebih baik sistem pengajarannya. Karena image IPDN telah sangat buruk dimasyarakat, maka alangkah baiknya jika IPDN dotutup saja, dan membangun lembaga pendidikan yang lebih baik.
    2. Jika rencana penutupan IPDN tidak mungkin dilakukan, maka saya akan melalukan perubahan terhadap sistem pendidikan yang serba militer di IPDN menjadi sistem pendidikan yang sesuai dengan pembelajaran menjadi pegawai negeri.
    3. Melakukan konferensi pers, dengan maksud untuk membersihkan nama IPDN dan menjelaskan pada masyarakat bahwa IPDN tidak lagi menjadi kampus penuh kekerasan seperti dulu.
    4. Mengganti semua jajaran pengurus sampai rektor dengan pengurus yang lebih berkualitas dan mempunyai pandangan tentang visi dan misi pendidikan yang baik dan benar sesuai hukum negara kita.
    5. Menyelesaikan masalah pembunuhan Cliff Muntu secara tuntas dan yang terpidana agar dipenjara dan dihukum sesuai dengan perbuatanya dan sesuai dengan hukum yang ada di Indonesia.
    6. Memberikan ajaran agama pada para senior, agar mereka mengetahui bahwa jika mereka melakukan tindakan kekerasan apalagi sampai meninggal, selain mereka bisa di penjara, mereka akan mendapatkan azab illahi dari Allah SWT. yakni dimasukkan kedalam neraka jahanam. Hehehehehe……

    Mungkin itu saja komentar dari saya. Teroma kasoh Bapak Yudi.
    Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh………

    Comment by Slamet Budi Waluyo | April 21, 2007 | Reply

  14. menurut saya kejadian di IPDN sangatlah disayangkan,betapa tidak kejadian yang sangat tragis telah terjadi di sana,yang mana di kampus itu melahirkan orang-orang yang akan menjadi pegawai negri atau menjadi panutan masyarakat tetapi di IPDN telah terjadi rindak kekerasan yang mengakibatkan tewasnya praja junior CLIFF MUNTU.saya juga beranggapan bahwa IPDN merupakan kampus kejam,kampus yang tidak mempunyai etika karena disana terlihat kedisiplinan itu harus dengan kekerasan,padahal dalam dunia pendidikan kekerasan itu dilarang.
    mungkin di IPDN kekerasan sudah merupakan budaya sehingga untukmenghilangkanya sangatlah sulit.

    Jika saya menjadi pemasar IPDN yang saya lakukan adalah:
    1. melakukan publikasi kepada masyarakat
    dengan adanya publikasi tersebut diharapkan masyarakat mulai bisa membuka
    kembali pandanganya terhadap IPDN.Dan publikasi dilakukan secara intensif.
    2. Melakukan OPEN HOUSE
    dengan jalan mulai membuka diri kepada masyarakat yakni dengan jalan
    mempublikasikan seluruh kegiatan sehari-hari mereka.dan hal itu dapat
    ditayangkan oleh media masa sehingga masyarakat mengetahui bagaimana sich
    kegiataan praja-praja itu.
    3. Memperbaiki citra IPDN sebagai kampus yang kejam menjadi kampus yang
    cinta damai,dan menghilangkan budaya kekerasan yang ada di IPDN.

    Comment by TitiK PRihatin | April 21, 2007 | Reply

  15. “IPDN” it`s the bad and worst University…..

    no comment

    Comment by ochta | April 22, 2007 | Reply

  16. Menurut saya IPDN tidak pantas disebut sebagai sebuah tempat pendidikan yang mencetak para lulusan abdi negara, tapi lebih pada sebuah tempat yang mengadu kekerasan. Betapa tidak, banyak para praja muda yang menjadi korban penyiksaan oleh para seniornya yang disebut sebagai pelatihan fisik. Mereka disiksa, dipukul bahkan ditelanjangi layaknya binatang. Seharusnya IPDN yang mencetak para lulusan abdi negara harus lebih mementingkan otak daripada kekerasan belaka. Saya tidak setuju untuk membubarkan IPDN melainkan merubah sistem pendidikannya karena para lulusan IPDN merupakan calon penerus pemerintahan kita di masa yang akan datang. Jika saya menjadi pemasar dari IPDN, saya akan :
    1. Merubah sistem pendidikannya yang semula terfokus pada kekerasan sebagai ajang pelatihan mental dan fisik dan tentu saja sebagai ajang unjuk kekuasaan para seniornya.
    2. Saya akan membentuk suatu organisasi kepengurusan dari IPDN yang baru karena secara tidak langsung para pengurus yang lama sudah pasti ikut terlibat juga dalam kegiatan kekerasan tersebut.
    3. Saya akan mengusut semua kasus-kasus kematian dari praja yang meninggal dan meminta maaf kepada keluarga korban dengan mengganti kerugian meskipun korban tidak bisa dihidupkan lagi dengan sebuah materi.
    4. Saya akan mengadakan konferensi pers untuk menyatakan rasa permohonan maaf kepada publik atau masyarakat atas kekerasan yang terjadi di IPDN sehingga banyak mengeluarkan korban. Dan menyatakan bahwa IPDN yang sekarang tidak akan terulang lagi untuk masa yang akan datang, sebagai konsekuensi pihak IPDN bersedia menerima sanksi kalau hal tersebut tidak terlaksana.

    Comment by Maulia Fitriasih | April 23, 2007 | Reply

  17. Assalamualaikum wr.wb

    Kasus IPDN memang sudah marak dimata semua kalangan. Kasus yang terkenal akan kampus kekerasan serta kekejaman yang katanya diarahkan untuk pengajaran kedisiplinan. Mungkin pengajaran itu dilakukan dengan harapan ideal agar para praja memiliki kedisiplinan dan bisa memberikan contoh yang baik bagi juniornya. Walaupun pada kenyataannya gaya pengajaran seperti itu masih menimbulkan korban jiwa. Terbukti dengan tewasnya Clift Muntu yang menambah jumlah calon praja yang meninggal secara tidak wajar. Dan kematian Clift Muntu diduga korban dari kegiatan organisasi yang tersembunyi.
    Saya sangat prihatin dan menyesalkan kejadian itu, mengapa budaya kekerasan ala militer di IPDN tak kunjung reda. Saya kira dengan digantinya nama STPDN menjadi IPDN akan lebih baik. Kenyataan tidak. Jadi dari pengertian yang semula adalah Institut Perguruan Dalam Negeri sekarang berganti menjadi Institut Preman Dan Ninja.
    Padahal banyak orang tua dari mahasiswa tersebut sudah susah – susah menyekolahkan anakknya di IPDN sekarang malah menimbulkan korban. Oleh karena itu banyak kalangan yang mendesak agar IPDN segera dibubarkan. Karena selain menyalahi aturan dan juga telah meresahkan orang tua mahasiswa.
    Sampai – sampai saya mempunyai suatu pertanyaan,
    # Apakah semua warga IPDN tidak mempunyai “TUHAN” ??
    # Apakah di IPDN tidak ada pelajaran “Agama” ??
    # Apakah di IPDN tidak ada “Bimbingan Konseling” yang berguna menampung pemikiran mahasiswa IPDN ??
    Namun, menurut pendapat saya IPDN tidak perlu dibubarkan tapi pelaku kekerasan hingga pembina mahasiswa kampus yang harus diganti. Karena IPDN itu dibentuk untuk mencetak calon pamong praja. Dan jika cara itu masih belum mampu untuk merubah budaya kekerasan, maka jalan terakhir adalah sebaiknya ya dibubarkan.

    Dan jika saya menjadi pemasar IPDN, upaya yang saya lakukan yaitu :
    1. Menghilangkan Citra Buruk atas IPDN.
    Dapat dilakukan dengan cara menata ulang secara fundamental.
    Misalnya menghilangkan sistem pengajaran kekerasan yang ditujukan
    untuk membentuk kedisiplinan. Karena disiplin itu tidak harus dengan
    cara “Premanisme”. Selain sistem pengajaran, kurikulum serta
    manajemen kampus juga harus ditata ulang.
    2. Mengupas Tuntas Kasus IPDN dan Menghukum Seadil – adilnya.
    Dapat dilakukan dengan tindakan represif yang tidak hanya ditujukan
    pada para praja pelaku kekerasan tapi kepada rektor maupun dosen.
    Ini dilakukan dengan harapan dimasa mendatang supaya ada kejelasan
    paradigma anatara tindakan kekerasan dengan pemberian hukuman
    disiplin.

    Dari kedua upaya tersebut dimaksudkan agar dapat menghilangkan citra buruk IPDN. Dan saya sebagai pemasar akan lebih mudah untuk memasarkan IPDN lagi tanpa iming – iming gratis dan tanpa taruhan nyawa.
    Dan kedua upaya tersebut juga ditujukan untuk mengembalikan kepercayaan PEMDA untuk mengirimkan putra terbaiknya belajar di IPDN sebagai calon pegawai abdi negara. Sehingga IPDN sebagai lembaga pendidikan tetap berlangsung. Karena keberadaan IPDN masih sangat diperlukan untuk mewujudkan praja – praja yang berwawasan nusantara dan kebangsaan.

    Wassalamualaikum wr.wb

    Comment by Wahyu Lestari Ekawati | April 23, 2007 | Reply

  18. disini beberapa tanggapan saya mengenai kasus IPDN,yaitu lembaga pendidikan yang tidak berperikemanusiaan dan tidak mempunyai etika dalam mengelola organisasinya.mereka mungkin menganggap kalau kekerasan adalah hal yang penting dalam pendidikan,padahal semua itu adalah penyimpangan terhadap dunia pendidikan yang berlaku di negara kita yang sangat melarang adanya kekerasan. sebagaimana kita telah ketahui bahawa negara indonesia adalah negara hukum dan sangat menjunjung tinggi hak asasi manusia.oleh karena iyu kasus IPDN ini tidak dapat dibiarkan begitu saja,karena kekerasan, penganiayaan, kekejaman, pumbunuhan serta tindakan lain yang tidak sesuai dengan norma mungkin akan terus berkelanjutan didalam lembaga tersebut. seperti terjadinya kematian CLIFF MUNTU yang menyebabkan image IPDN menjadi kampus yang tidak berperikemanusiaan dan citra masyarakat terhadap kampus tersebut sangatlah jelek.

    Dan jika saya menjadi pemasar dari IPDN, yang saya lakukan agar citra IPDN sebagai lembaga pendidikan tetap positif adalah :
    1. Saya akan mengubah beberapa system yang berlaku di IPDN,peraturan yang semula menggunakan kekerasan akan dihapus dan diganti dengan pemantapan mental tanpa ada kekerasan,penganiayaan sedikitpun.
    2. memperkenalkan kepada masyarakat tentang system pengajaran yang baru tanpa adanya kekerasan,serta memaparkan secara konkret tentang bagaimana mendidik mahasiswa menjadi calon pegawai negeri dengan baik dan memperhatikan peraturan dan ketentuan yang berlaku sebagaimana lembaga pendidikan lain.
    3. memberikan pelayanan kepada masyarakat tentang tanggapan mereka mengenai kekurangan dan keluhan-keluhan lain,dan bersedia untuk memperbaiki kekurangan tersebut.
    4. mempererat hubungan silaturahmi dengan masyarakat melalui pertemuan orang tua mahasiswa dengan para dosen.
    5. memulihkan kembali citra IPDN yang terpuruk mempromosikan,mengikuti kegiatan-kegiatan positif di masyarakat, memberikan bantuan dana serta tenaga kepada korban bencana alam,dll.

    Comment by prastyo dwi utomo | April 23, 2007 | Reply

  19. Komentar saya mengenai kasus yang terjadi di IPDN dari segi pemasaran merupakan tindakan yang salah dan tidak sesuai dengan cara dan strategi pemasaran. Secara tidak langsung IPDN telah membunuh pasarannya sendiri di mata masyarakat. IPDN seharusnya memperhatikan pasar yang dituju yakni masyarakat sipil yang demokrasi yang tinggal pada sebuah negara hukum dimana HAM sangat dijamin dan diagungkan. Sudah seharusnya IPDN kembali kepada tujuan pemasarannya yakni mencetak lulusan abdi negara yang berdisiplin ilmu tinggi, yang mampu menghargai HAM, yang berwawasan luas. Visi dan misi dari IPDN yng mula -mula harus ditegakkan kembali, bahwa mereka akan mencetak lulusan yang nantinya akan menjadi penerus dari pemerintahan. Seharusnya mereka sadar bahwa sebagai abdi negara yang nantinya akan memegang roda pemerintahan, kekerasan fisik bukanlah jaminan yang pas untuk mencapainya. Perubahan sistem pendidikan di tubuh IPDN sangat mempengaruhi jalannya kelangsungan IPDN sendiri. Seandainya saya menjadi pemasar dari IPDN, saya akan :
    1. Memberikan masukan bagi para pengurus lembaga bahwa target pasar yang dituju adalah masyarakat sipil yang sangat menjunjung HAM.
    2. Ruang lingkup pasar yang menjadi target kita adalah bangsa Indonesia yang merupakan sebuah negara demokrasi dan juga merupakan negara hukum.
    3. Saya akan memberikan masukan bahwa cara pemasaran kita dengan pendekatan kepada masyarakat.
    4. Saya akan kembali pada tujuan mula- mula dari IPDN yaitu sebagai lembaga pendidikan pemerintahan di Indonesia yang nantinya mencetak lulusan calon pemerintah yang siap dan dapat diandalkan dari segi kepemimpinan.
    5. Mengembalikan citra IPDN dimasyarakat dengan cara menerima keputusan dari pemerintah untuk menutup penerimaan siswa baru selama 1 tahun, dan menjadikannya sebagai waktu untuk berbenah diri dan mengeluarkan IPDN sebagai produk baru dengan kualitas dan penampilan baru.

    Comment by yohana ratih christiani | April 23, 2007 | Reply

  20. Institut Pemerintahan Dalam Negri (IPDN) merupakan sekolah tinggi pemerintahan yang bersifat kemiliteran. saat ini berita kematian akibat kekerasan yang dilakukan oleh seniornya kembali lagi terjadi dikampus ini. setelah beberapa tahun yang lalu juga terjadi hal yang sama pada praja IPDN yang bernama Wahyu Hidayat. Kekerasan yang baru-baru ini menimpa seorang praja bernama Cliff Muntu, yang juga tewas ditangan seniornya. Adanya kembali kasus kekerasan di IPDN ini, merupakan bukti kekerasan telah menjadi tradisi. apa yang terjadi di IPDN jelas tidak tercermin dalam pancasila sila ke 2 “ kemanusiaan yang beradil dan beradap”. Proses pendidikan yang terjadi di IPDN selama ini bukanlah proses pendidikan yang sehat. Tapi, sudah jelas dimata masyarakat, bahwa proses pendidikan dikampus IPDN ini mengedepankan terbentuknya budaya kekerasan dan kekuatan. Hal ini sungguh sangat memprihatinkan dilihat dari sudut pandang apapun. Jika kekerasan dan kekuatan menjadi hal yang utama dikampus ini, maka secara otomatis budaya kekerasan dan kekuatan tersebut akan selalu diwariskan dari generasi ke generasi. Bagaimana jadinya nanti jika IPDN menciptakan calon abdi masyarakat yang bersifat premanisme seperti ini? Tak bisa dibayangkan bukan?????????????!!!!!!!!!!!!!!
    Apabila saya menjadi pemasar IPDN yang akan saya lakukan :
    1. mengubah image IPDN yang selalu identik dengan kekerasan, dengan melakukan perbaikan manajeman disegala bidang. Terutama dari sisi pengawasan. Pada kenyataannya saat ini pengawasan dikampus IPDN sangatlah kurang, sehingga praktek-praktek militerisme dikampus ini kurang diawasi secara profesional dan bertanggung jawab, akibatnya penyimpangan kerap terjadi dan tidak terkontrol.
    2. Menghapus budaya kekerasan hingga keakar-akarnya, agar masyarakat percaya bahwa IPDN tidak lagi mengandung unsur kekerasan, sehingga dapat mempercayakan kampus ini sebagai kampus yang terbaik untuk anak-anaknya yang ingin menjadi calon pamong masyarakat.
    3. Menghilangkan rasa takut, cemas, angkuh, arogan, sok kuat dan berkuasa, dan egois yang berkecamuk diantara para senior pada junior atau sebaliknya.
    4. Mengusut secara tuntas masalah-masalah yang terjadi dikampus ini. Yang salah satunya adalah kasus kematian Cliff Muntu dan teman-temanya yang lain yang bernasib sama.
    5. Memberikan sanksi yang sangat keras bagi praja yang berbuat kekerasan. Apalagi kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang.
    6. Menghilangkan tradisi suap-menyuap yang terjadi antara junior kepada seniornya. Hal ini serig dilakukan karena para junior takut terkena pukulan atau kekerasan yang lain, yang mengakibatkan luka berat.
    Terima kasih…………………..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Comment by elok izza a | April 23, 2007 | Reply

  21. Institut Perguruan Dalam Negeri atau IPDN yang dulu bernama STPDN mempunyai nama yang baik dan sebagian besar orang tua menginginkan anaknya menuntut ilmu di kampus tersebut, tapi itu dulu ketika kasus penyiksaan mahasiswa-mahasiswi belum terungkap.Sekarang setelah satu persatu kasus terbongkar, citra IPDN yang tadinya harum menjadi sangat buruk, mulai dari ungkapan sebagai “sekolah yang mencetak mayat” sampai “sekolah preman”.Entah berapa mahasiswa yang kehilangan nyawa, dan yang terbongkar hanyalah beberapa mahasiswa saja.Dengan ditemukannya lahan pekuburan di belakang kampus merupakan indikasi adanya penyiksaan yang berujung pada kematian.
    Jika saya sebagai pemasar, saya akan :
    1. Perlahan-lahan memulihkan citra IPDN yang sangat buruk dengan meyakinkan masyarakat dan dengan melakukan sesuatu yang nyata yaitu dengan melakukan pembaharuan tentang konsep yang selama ini sudah menjadi budaya.Misalnya :Menghapuskan kesewenang-wenangan senior terhadap yuniornya.Merubah anggapan senior lebih berkuasa daripada yuniornya.
    2. Mencetak lulusan-lulusan IPDN yang bermartabat dan berprestasi.
    3. Melakukan survey kepada masyarakat, seperti apa IPDN yang diharapkan oleh masyarakat. Setelah di ketahui hasilnya, masukan-masukan/saran yang baik akan diimplementasikan pada sistem yang baru, sehingga masyarakat mulai percaya kepada IPDN.

    Comment by Septi Barunawati | April 24, 2007 | Reply

  22. Cliff Muntu dan Citra IPDN
    IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negri) begitu mendengar kata-lata tersebut , apa yang ada dipikiran dan benak kita tentu sekolah pemerintahan yang penuh dengan kekerasan fisik, kekejaman, dan bahkan sekolah yang mengarah kemiliteran. Pada tahum 2003 seorang praja yang bernama Wahyu Hidayat tewas ditangan para seniornya akibat dari kekerasan tersebut. Pada tahun 2007 IPDN kembali mencoreng citranya sendiri dengan kematian seorang praja asal Manado yang bernama Cliff Muntu, akibat dari kekerasan yang dilakukan oleh seniornya terhadap junior, sungguh menyedihkan. Bagaimana bisa seseorang yang nantinya akan menjadi abdi negara telah melakukan tindak kekerasan, apa jadinya apabila hal tersebut langsung dipraktekkan dilapangan setelah para praja-praja tersebut lulus/keluar dari kampus tersebut. Apakah sistem pendidikan yang ada di IPDN sudah sesuai dengan falsafah dan misi pendidikan di Indonesia.
    Jika saya sebagai pemasar dari IPDN, yang akan saya lakukan adalah:
    1.mengubah sistem pendidikan yang ada di IPDN yang penuh dengan kekerasan dan kekejaman tersebut dengan sistem pendidikan yang ada di Indonesia yaitu pendidikan yang mempersiapkan dan mencetak tenaga profesi-profesi yang mempunyai kekuatan spiritual, emosional, sosial, intelektual dan kekuatan jasmani yang sehat.
    2.mengubah image IPDN tersebut sehingga masyarakat kembali percaya bahwa kampus tersebut tidak lagi mengandung kekerasan fisik dan kemiliteran serta kekejaman.
    3.menghapus budaya kekeraasn secara komprehensif mulai dari atribut,metode pengasuhan, kurikulum yang digunakan oleh IPDN tersebut, serta interaksi sosial.
    4.mengusut dan menyelidiki kasus yang ada di IPDN mulai dari praja/ mahasiswanya hingga para rektor dan dekan kampus tersebut secara detail, sehingga tidak ada lagi korabn-korban yang meninggal akibat dari kekerasan tersebut.
    terima kasih.

    Comment by ika kharisma arianti | April 24, 2007 | Reply

  23. Tanggapan atas saya terhada tindakan kekerasan di IPDN saya turut heran dan prihatin terhadap apa yang menimpa praja di sana . tewasnya praja cliff muntu dan beberapa praja yang lain sebelumnya saya harap akan menjadi yang terakhir .
    mungkin pendidikan indonesia telah tertampar oleh beberapa kejadian yang fenomena baru-baru ini. mulai dari pendidikan mileteris di IPDN. dan beberapa kontroversi pelaksanaan UNAS ditanah air.khusus untuk pendidikan mileteris di IPDN yang menewaskan beberapa praja, saya sungguh tak habis pikir dan bertanya-tanya “sebnarnya apa yang ada di pikiran para pengajar dan senior di sana??”. IPDN yang seharusnya mencetak lulusan yang cerdas dan berwawasan malah mencetak luusan yang beringas .
    nama dan citra ipdn saat ini memang tidak lepas dari istilah kekerasa,pembunuhan,sekolah prenanlah,dll.
    yang akan saya lakukan jika saya menjadi manajer ipdn antara lain :
    1. merombak struktur organisasi di sana .
    2. saya akan melakukan beberapa perubahan pada sistem pengajaran di sana .
    3. saya akan merubah seragam yang terkesan militer dengan seragam yang sesuai .
    4. setiap tahun untuk memperingati ulang tahun institut saya akan menyelenggarakan event .dengan mengundang beberapa artis ibukota .dengan begitu masyarakat akan mulai menilai positif pada institut.
    5. saat ini di ipdn tidak ada kegiatan praja. maka saya akan mengusulkan untuk diselenggarakan beberapa kegiatan praja seperti :sepak bola.bulu tangkis.dll.dengan begitu akan timbul rasa persaudaraan antar praja baik senior maupun junior.
    6. sebagai manajer yang baru saya akan meyakinkan kepada masyarakat bahwa kejadian tersebut tidak akan terulang kembali

    Comment by ikhwani | April 27, 2007 | Reply

  24. menurut saya,kejadian di IPDN adalah kejadian yang amat sangat disayangkan.karena seharusnya IPDN adalah tempat dimana mahasiswa mendapatkan ilmu bukanya kekerasan.tp tidak tau kenapa kejadian-kejadian seperti ini terus-menerus terulang sampai kasus yang terbaru sangat memillukan yang terjadi pada Clift muntu..jika saya menjadi pemasar IPDN saya akan melakukan:
    1.meniadakan ospek yang tidak mendidik,seperti adanya kekerasan..
    2.sistem pendidikan di IPDN saya akan ubah dengan sebaik mungkin
    3.orang-orang di organisasi ini saya akan rombak juga
    4.mengubah image IPDN yang semula adalah tempat ajang adu kekerasan menjadi tempat bagi mahasiswa mencari ilmu dengan tenang…

    Comment by yulia kurniawati | May 2, 2007 | Reply

  25. menurut sya.kejadian yang terjadi di ipdn merupakan sesuatu yang tidak sepatutnya terjadi. karena kejadian ini sudah yang kedua kalinya terkuak di masyarakat dan belum lagi yang tak terkuak.saya menyayangkan mengapa hal tersebut terjadi pada suatu lembaga yang mencetak para birokrat di kemudian hari.apakah dengan pengajaran yang seperti itu akan benar-benar berguna ataupun sebaliknya??.
    karena hal yang begitu ipdn sekarang telah memiliki citra yang sangat buruk di mata masyarakat indonesia,merupakan hal yang tidak mudah untuk memperbaiki citra ipdn sebagai institut yang benar -benar mendidik .
    dan jika sya menjadi manajer dari ipdn itu sendiri maka saya akan melakukn beberapa strategi yangakan memperbaiki citra ipdn di mata masyarakat.strategi ter sebut antara lain :

    1. merubah sistem pendidikan yang cenderung militeris
    2. menjadi image IPDN yang semula tempat yang syarat dengan kekerasan menjadi perguruan yang cinta dangdut.yaitu dengan cara menggelar festival dangdut setiap tahunnnya
    3. mengupas secara tuntas sioapa saja yang ada di balik kekerasan yang terjadi sebelumnya.
    4.merombak struktyr organisasi di sana.

    Comment by david minarta | May 5, 2007 | Reply

  26. menurut saya seharusnya sebuah kampus adalah suatu institusi pendidikan yang mempunyai suatu sistem pendidikan yang baik agar dapat mencetak mahasiswa dan mahasiswi yang berkualitas baik.tidak hanya baik dalam kualitas pendidikan tapi juga kualitas dalam hal moral.sekarang ini IPDN merupakan institusi yang mempunyai citra buruk karena dengan terjadinya beberapa kekerasan terhadap para praja.kekerasan fisik yang sering terjadi membuat suatu tekanan psikis bahkan kematian praja.hal ini sungguh tragis,di suatu institusi apalagi institusi pemerintah terjadi kekerasan.kekerasan di IPDN masih terjadi buktinya satu lagi praja yang harus mengalami kejadian tragis sampai menyebabkan kematian,padahal beberapa tahun sebelumnya kekerasan yang berdampak pada kematian sudah ditangani bahkan para pelaku sudah ditentukan tapi sayangnya pelaku tidak dipenjara.kelemahan hukum di Indonesia membuat praja IPDN yang lain tidak takut untuk melakukan kekerasan bahkan mereka berdalih kalau kekerasan yang dilakukan adalah suatu bentuk kemiliteran dan tradisi kampus secara turun temurun.keleluasaan ini mencerminkan kalau sistem di dalam tubuh IPDN sangat buruk.kurangnya pengawasan membuat kejadian ini terus terulang disetiap tahunnya.kalau saya menjadi pemasar dari IPDN hal yang saya lakukan adalah :
    1. saya akan menyelidiki kasus kekerasan yang terjadi secara tuntas bersama pihak kepolisian unutk mencari pelaku serta sebab mengapa kekerasan ini selalu terjadi setiap tahunnya
    2. saya akan mengubah sistem pendidikan di IPDN dengan sistem sebagai institut/kampus tanpa sistem kemiliteran yang selama ini melekat di IPDN, agar tidak ada kegiatan militer yang mengacu pada kekerasan.
    3. saya akan merubah struktur keorganisasian dalam IPDN
    4. saya akan melakukan sosialisi kepeda masyarakat bahwa IPDN yang sekarang adalah suatu institusi tanpa sistem kemiliteran sehingga tidak ada kegiatan kemiliteran ataupun suatu kekerasan

    Comment by rizka choirunnisa | May 8, 2007 | Reply

  27. menurut saya IPDN merupakan institut fenomenal di dunia pendidikan Indonesia.kekerasan yang sering terjadi membuat citra institut ini menjadi buruk.bukannya mencetak perestasi tapi malah menorehkan tinta hitam.yang lebih membuat tragis lagi karena kekerasan itu menyebabkan kematian.meskipun kasus yang terdahulu sudah diproses tapi tetap saja terjadi kekerasan sampai saat ini.praja yang melakukan kekerasan sudah dijadikan tersangka tapi mereka bebas berkeliaran malah ada beberapa praja yang sudah bekerja sebagai pegawai negeri di institusi pemerintah.ini menunjukkan bahwa adanya ketidak adilan hukum yang seharusnya tersangka harus dipenjara malah bebas.kalau saya menjadi pemasar maka hal-hal yang saya lakukan adalah
    1.mengusut kasus kekerasan sampai para pelakunya mempertanggungjawabkan perbuatannya untuk mendekam di jeruji besi
    2.merubah image IPDN yang dulunya kental dengan cara kekerasan menjadi institut pemerintahan biasa dengan cara memberikan penyuluhan kepada masyarakat bahwa IPDN bebas dari kemiliteran lagi dan tidak ada kekerasan lagi
    3.merombak struktur organisasi
    4.merubah sistem pendidikan IPDN
    5.memberikan pengarahan kepada praja untuk tidak melakukan kekerasan dan menetapkan hukuman barang siapa yang terbukti melakukan kekerasan maka akan di DO dari IPDN dan akan dipenjarakan

    Comment by aminatus sholicha | May 8, 2007 | Reply

  28. menurut saya ipdn menerapkan suatu sistem pendidikan yang salah yaitu balas dendam padahal dalam suatu instuisi atau lembaga pendidikan tidak boleh atau tidak ada kata balas dendam untuk mengajar menghukum murid itu boleh saja jika dia berbuat salah meski militer jangan sampai keterlaluan. sudah berkali kali diberitakan tentang kekerasan di ipdn sehingga membuat imejnya menjadi buruk tapi tetap tidak mengubah kebiasaan lama itu .

    seandainya saya menjadi pemasar yang saya lakukan adalah:

    1. memberikan penyuluhan dan peringatan kepada mahasiswa senior untuk tidak melakukan tindak kekerasan diluar kewajaran dengan modus balas dendam
    2. merombak atau memperbaharui sistem pendidikan selama ini yang mengutamakan kekerasan fisik yang diganti dengan lebih memberikan latihan latihan yang bersifat mendidik
    3. mengumumkan kemasyarakat bahwa ipdn tidak sekejam yang diberitakan media masa serta memberikan buktinya2 dengan melalui media masa cth membiarkan wartawan meliput ketika latihan
    4. aktif menyebarkan promosi dan penyuluhan dengan mengikuti acara acara cth
    kampus exspo

    Comment by nelly nurilmi oktavia | May 11, 2007 | Reply

  29. IPDN adalah Institut Perguruan Tinggi Dalam Negeri yang dulu bernama STPDN. Menurut saya IPDN adalah Institut Pendidikan yang menerapkan sistem kemiliteran. Akibat kekerasan yang dilakukan oleh para praja-praja senior yang menyebabkan Cliff Muntu dan para praja-praja sebelumnya meninggal dunia. IPDN sekarang memiliki citra buruk di kalangan masyarakat sebagai kampus kejam,kampus yang penuh dengan kekerasan dan lain sebagainya. IPDN sudah mengecewakan banyak orang karena seharusnya IPDN itu mendidik para para praja-praja sebagai calon pegawai yang memiliki etika dan masa depan yang jelas bukan tambah jadi kampus yang mendidik kekerasan
    Tetapi jika saya menjadi pemasar IPDN yang saya lakukan agar IPDN memiliki citra yang positif dan dapat berlangsung seperti dudu adalah
    1. Saya akan menghilangkan Image IPDN svagai kampus yang kejam,kampus preman dan lain sebagainya
    2. Saya akan mengganti para tutor dari IPDN yang tidak bertanggung jawab karena apabila para tutor yang tidak bertanggung jawab tersebut tetap menduduki jabatannya di IPDN itu justru membuat IPDN menjadi kampus yang penuh dengan kekerasan
    3. Mendidik dan mengajar para praja-praja dengan baik tanpa harus melakukan kekerasan apalagi menghilangkan nyawa orang lain. Seperti pada kejadian tewasnya Cliff Muntu yang menjadi korban kekerasan dari para praja-praja senior dari IPDN
    4. Menangkap dan memenjarakan para tersangka yang terlibat langsung dalam kekerasan yang sampai menyebabkan Cliff Muntu dan para praja-praja sebelumnya meninggal dunia.
    Demikian komentar dari saya.
    Terima kasih

    Comment by putri | May 12, 2007 | Reply

  30. Menurut saya kekerasan yang terjadi di dalam kampus IPDN tidak sepantasnya terjadi. karena seharusnya pada lembaga tersebut diharapka dapat menciptakan lulusan yang akan menjadi pemimipin baik dan dapat menjadi panutan bagi masyarakat sekitar. jika saya menjadi pemasar bagi kampus IPDN adalah :
    1. mengusut kasus pembunuhan pada Cliff muntu yang diduga dilakukan oleh seniornya dan dibantu oleh pengurus di kampus IPDN.
    2. merombak sistem jajaran pengurus disana mulai dari pemimpin hingga dosen disana
    3. memperbaiki sistem pendidikan disana agar tidak terjadi tindaj kekerasan pada lembaga tersebut
    4. menginformasikan pada masyarakat tentang perubahan sistem pendidikan pada lembaga tersebut
    5. memperbaiki image atau citra IPDN yang sudah terlanjur jelek di mata masyarakat
    6. mengadakan siraman rohani pada jajaran disana agar tidak melakukan tindakan yang tidak bermoral

    Comment by suci nurmawati | May 17, 2007 | Reply

  31. bwt bpk2 pmimpin di stpdn tlong tunjukkn keadilan bgi praja senior terutama pra yunior………. ipdn dalah skolah pmerintahan pi knpa bs terjadi seperti itu jujur dl q pgen bgt msk ipdn q dah berjuang mti2an pi stlah lht kjadian tu q ogah dalam arti kta ipdn telah mengecewakan kmi semua

    Comment by helmy denys ardian | August 31, 2007 | Reply

  32. assalamualaikum wr.wb.
    Bapak Yudi Sutarso yang terhormat,
    menurut saya yang akan saya lakukan sebagai pemasar IPDN adalah segera mencari tahu tentang tanggapan manajemen IPDN terhadap berita2 yang cenderung menjerumuskan mereka. sebagai lingkungan internal IPDN, manajemen perlu menanggapi dengan cepat perubahan citra mereka di masyarakat. apabila mereka mengadakan perbaikan maka secepatnya akan saya ekspos melalui media2 tulis mengenai program2 mereka. perlunya melibatkan media misalnya dengan mengundang mereka untuk meliput kegiatan keseharian di IPDN akan memberi manfaat. yang pertama akan memberi kontrol yang lebih kepada sistem pnegendalian pengajaran di IPDN yang kedua tentunya menambah value perusahaan di mata perusahaan.
    dan yang terakhir adalah mengekspos lulusan2 IPDN. karena mereka adalah produk dari sistem pengajaran di IPDN, sehingga masyarakat akan segera sadar akan tingginya mutu dari IPDN itu sendiri. saya harap pihak IPDN ada yang melihat saran saya sehingga timbul kesadaran mereka untuk memperbaiki sistem pengajaran mereka. masyarakat adalah pihak eksternal yang juga berperan dalam menilai citra IPDN sehingga perlu diperhatikan respon2 dari masyarakat

    Comment by irvan sulthoni haris | September 24, 2007 | Reply

  33. menurut saya, IPDN sudah buruk di mata masyarakat.seharusnya, merubah cara pembelajaran yang isarat akan kekerasan. tentunya tidak perlu menutup IPDN tersebut. karena hal itu sangat di sayangkan, karenaq IPDN merupakan sekolah yang mencetak instansi=instansi negara.

    Comment by surya | September 30, 2007 | Reply

  34. menurut saya ipdn sekolah yang bagus
    namun mungkin ada pihak”yang membuat citra ipdn buruk namun dari yang saya tau sekolah itu bagus dan menjamin masa depan
    karena dari keluarga saya ada lulusan ipdn tahun 2007
    semua itu diniatkan agar para junior tidak melonjak dan songong terhadap senior namun mungkin tidakan yang dilakukan berlebihan..

    demikian saya memberi aspirasi saya dan tahun 2008 saya akan mendaftarkan menjadi praja disana mengikuti kk saya..

    Comment by dicky oktavian d.s | January 17, 2008 | Reply

  35. IPDN sekarang lebih dikenal dengan kampus yang militeristik, kampus kejam, kampus preman dan sebagainya.Kepercayaan sebagai kampus yang mendidik calon pegawai abdi negera telah luntur.Apalagi baru-baru ini semua orang membicarakan tentang kasus IPDN yaitu meninggalnya Cliff Muntu dan adanya kekerasan yang ada Institut Perguruan Dalam Negeri ini.

    Comment by Norman Mahdi | November 11, 2008 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: