dari dISKUSI: Sistem Informasi Pemasaran
Diskusi SIM dalam pemasaran seringkali mahasiswa memang keseleo berfikir, dan memahami. SEbagaimana pengantar yang saya sampaikan diawal diskusi, meteri ini memang tergolong agak sulit. Materinya sepertinya sulit dipahami, karena yang namanya intelejen pemasaran, database internal dan riset pasar sepertinya barang aneh sekali bagi peserta. Tapi yang pasti peserta cukup aktif, buktinya penanyanya cukup banyak, meskipun antara pertanyaan dan jawaban seringkali diskusinya sebentar. Sehingga sekalipun banyak pertanyaan, tapi sedikit waktu pembahasanya. Untuk kelompok sembilan, memang presentasi kemarin adalah presentasi undian, sehingga sepertinya tidak sesiap kelompok satu, minggu kemarin karena sebelumnya sudah tahu kalau mau maju. Tapi dengan segala plus minusnya kelompok sembilan sudah berusaha hebat.
Masukan dari kelompok lain adalah sebagai berikut:
- Saat presentasi tidak diharuskan bergerombol didepan
- Saat presentasi suara kurang jelas dan keras
- Slidenya tidak bisa dimengerti oleh audience
- Jangan dipinggir kalau bisa yang presentasi ditengah
- Kalau menjawab pertanyaan jangan terlalu ribet
- Kalau bisa tolong dikasih gambaran yang lebih luas lagi dari jawaban anda
- Pertahankan kekompakkan kelompok anda
- Tolong lebih menghidupkan suasana kelas
- Secara keseluruhan sudah baik tapi lain kali harus lebih baik lagi
- Slidenya tidak beraturan dan materi yang disajikan kurang lengkap
- Jawaban dari audience klo bisa dijawab sesuai kelompok tidak dari buku
- Diharapkan lebih jelas dan lebih spesifik lagi dalam menjawab pertanyaan
- Harap lebih menguasai materi yang dibahas
- Kelompoknya terlalu serius tidak bisa menghidupkan suasana
- Power pointnya sebaiknya jangan diberi animasi karena kelompok lain pada akhirnya memperhatikan gambar animasinya bukan materi yang dijelaskan
- Sebaiknya dalam membahas bab 4 ini contoh kasus dimasukkan, agar kelompok lain lebih mengerti / mudah memahami.
Untuk peserta, saya yakin kelas sudah sepakat untuk tidak keluar masuk selama kuliah, apa lagi misalnya hanya untuk terima telepon atau kegiatan yang nggak perlu sekali, sepertinya kemarin masih banyak yang begitu. Itu semua mengganggu lho…
Berdiskusilah dan presntasilah yang baik, kelak Anda mungkin akan melakukan presentasi bisnis, agar bagus….saat ini latihannya….Kemampuan prsentasi, penting dilatih sejak dini
Jangan lupa minggu depan adalah presentasi tentang pasar konsumen. Jangan lupa pula BACA DAN BACA bukunya dan pahami maksudnya. Siapa tahu kelompok anda yang maju..Selamat belajar….
dARI dISKUSI: Lingkungan Pemasaran
Secara umum diskusi berjalan baik. Diskusi telah mengarah pada aspek apa, bagaimana dan bahkan kasus. Sepontanitas telah muncul dan beberapa fenomena diskusi seperti penonjolan beberapa hal menyangkut informalitas sikap, logat bahasa, dan lokalitas masih nampak kentara, sehingga kadang menimbulkan ketawaan dalam kelas. Namun hal itu biasa dan wajar serta tidak dosa. Yang terpenting adalah tampil sesuai karakteristik dan perspektif masing-masing. Buat presentator kelompok 1 (Fauzi, Novita, Riska, Aringa dan Amaal), secara umum sudah okey, mungkin bahan presentasi masih perlu lebih lengkap, contoh bisa digunakan untuk deskripsi yang lebih gamblang.
Beberapa catatan dari kelompok lain adalah sebagai berikut :
- Untuk kelompok satu dalam menjawab pertanyaan tidak sinkron atau tidak sesuai dengan pertanyaan yang diajukan / dipertanyakan. Maka kelompok 1 harus lebih banyak lagi membaca / memahami tentang manjemen pemasaran dan harus banyak berlatih, supaya wawasan atau pengetahuan tentang pemasaran bertambah.
- Waktu presentasi, moderator tampil ditengah dan lainnya tidak berjubel disatu tempat
- Bila sudah siap menjawab pertanyaan salah satu moderator langsung menyampaikan tidak berdiskusi didepan
- Mas amal tidak diam aja.
- Mas uji puasa bukan menjadi halangan anda untuk menjawab pertanyaan yang membuat bingung
- Harap lebih kompak dalam menjawab pertanyaan
- Slide yang dipaparkan kurang lengkap
- Pemahaman materi kurang
- Coba lebih memahami apa yang dipertanyakan oleh masing-masing kelompok penilai meskipun jawabanya singkat dan jelas
- Kalau bisa semua anggota kelompok ikutmendominasi semua pertanyaan
- Moderator kurang bisa menghidupkan suasana seharusnya moderator lebih bisa lagi menghidupkan susasana kelas dan jangan menjadi moderator itu semua anggota
- Ketika menjawab pertanyaan disarankan melihat peserta presentasi
- Adanya pemerataan dalam menjawab pertanyaan
- Diusahakan ketika menjawab tidak perlu melihat buku
- Tolong dikompakkan lagi
- Kalau bias menjawabnya lebih merata
- Berikan contoh yang jelas apabila menjawab
- Kurang kompak
- Analisa kurang, sehingga kurang mampu untuk menanggapi pertanyaan
- Pemahaman materi kurang merata pada anggota-anggota kelompok.
Untuk kelompok berikutnya, agar bersiap-siap. Minggu depan yang maju akan diundi. Semua harus siap..
Selamat bekerja….
mp : Rokok dan Perda KTR
Produk rokok adalah produk yang dilematis, disatu sisi produk ini dikatakan bermanfaat tapi juga dikatakan berbahaya. Disatu sisi pemerintah sepertinya melarang, membatasi dan mengingatkan akan rokok, tapi cukai rokok dengan senang hati diterima. Sehingga memasarkan produk rokok lama-lama juga akan menghadapi kesulitas. Pemerintah telah menentukan ketentuan bahwa setiap iklan rokok harus mencantumkan peringatan pemerintah. Gerakan anti rokok juga menunjukkan aktivitas yang tak pernah berhenti. Bahkan ketentuan dunia yaitu FCTC (Framework Convention on Tobacco Control) yang diadopsi oleh seluruh 192 negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), juga memberikan ketentuan ketat tentang pemasarn rokok.
Ada aturan dalam FCTC yang menyebutkan bahwa bungkus rokok harus mencantumkan secara jelas bahaya merokok dan kandungan bahan berbahayanya. Disepakati bahwa peringatan bahaya rokok-dalam bentuk berbagai gambar penyakit dan tulisan bahaya rokok-akan mencakup minimal 30 persen sampai setengah dari permukaan depan bungkus rokok. Pencantuman istilah low, light, mild, dan lain lain yang selama ini menyesatkan, tidak boleh digunakan lagi. Soalnya, sebenarnya tidak ada penurunan bahaya yang bermakna dengan penurunan kadar tar dan nikotin dengan cara ini. Istilah itu hanya memberi kesan rokok “aman” sehinggga si perokok cenderung merasa “boleh” merokok dan bukan tidak mungkin akan mengonsumsi rokok lebih banyak lagi karena merasa mengisap rokok “ringan”. FCTC juga melarang segala bentuk iklan rokok, langsung atau tidak langsung. Kenyataan menunjukkan, banyak sekali remaja mulai merokok akibat melihat iklan, apalagi yang diperankan oleh wanita cantik atau pria gagah. Maka yang perlu diingatkan adalah merokok akan menimbulkan kulit keriput, bukan kecantikan. Merokok pun memicu sakit paru dan jantung, bukan kegagahan. FCTC juga mengatur bahwa pelarangan iklan harus diimbangi dengan digalakkannya penyuluhan kesehatan (Kompas, Sabtu, 31 Mei 2003).
Dalam kasus lokal, baru-baru ini, Pansus DPRD Surabaya juga akan membahas Raperda Kawasan Tanpa Rokok , sebagaimana diberitakan Jawa Pos Kamis 27 September 2007. Berita selengkapnya dapat didownload disini. Perusahaan rokok kedepan akan menghadapi tantangan lingkungan yang bisa jadi sangat berat di Indonesia. Sekalipun belum seperti di tempat lain, namun perlahan tapi pasti akan muncul tantangan lingkungan itu. Kalau Anda diminta nasehat kepada perusahaan rokok, apa yang Anda nasehatkan ?
SElamat bekerja….
mp: Marketing ide untuk Antikorupsi
Korupsi adalah penyakit turunan negeri ini yang membuat Indonesia tidak bisa “berdiri tegak” dan “berlari kencang”. Korupsi membuat birokrasi menjadi menjadi lemah, sakit-sakitan dan tidak bertenaga. Korupsi juga menjadi isu sentral ketika reformasi dikibarkan, bersama saudar kandungnya kolusi dan nepotisme. “Negara harus bebas korupsi”, “korupsi harus diberantas tuntas seakar-akarnya” adalah kalimat-kalimat klise saat ini, mudah diucap, tapi sungguh sulit diwujudkan.
Terlepas dari itu, dalam tingkatan praktis kita bisa bilang bahwa setuju korupsi diberantas. Lalu bagaimana ? Agaknya macam-macam caranya. Kalau yang tahu hukum mengatakan “harus dibuat undang-undang yang memberikan hukuman tegas kepada koruptor, yang politikus bilang ” kekuasaan harus dikelola oleh orang-orang yang bebas korupsi”, dsb.
Nah sekarang kalau kita adalah mahasiswa yang telah baca bukunya kotler apa ide kita tentang bagaimana memasarkan ide anti korupsi. Bagaimana ide antikorupsi dibuat, dipromosikan dan didestribusikan.Sebagai bahan referensi kita boleh belajar dari Ibu Naniek Yuniati tentang bagaimana memasarkan ide anti korupsi dilingkungannya. Kisah singkatnya bisa didownload disini.
Untuk mahasiswa mp kelas F, diingatkan agar aktif membaca, membaca dan membaca. Tanpa membaca nggak terbuka pikiran kita. Dan tentu juga aktif dalam kelas online kita.
Selamat belajar…
mp: Marketing Ide untuk KTL
Surabaya dan kota-kota di Indonesia, tahun-tahun terakhir ini kebanjiran sepeda motor dijalan yang selain membuat mobilitas penduduk menjadi tinggi dan cepat, namun juga bikin jalan macet tidak tertib dan korban kecelakaan meningkat tajam. Kepolisian dan masyarakat (jawa pos misalnya) telah bahu membahu dalam ikut menangani dampak buruknya. Berbagai program telah dilakukan, program “klik” hingga saat ini ada Kawasan Tertib Lalu lintas (KTL). Pada hari selasa 6 September 2007 dihalaman 29, jawa pos menurunkan berita tentang KTL dengan judul “Bukan Sekedar Aturan Berkendala” yang juga bagian dari penanganan hal tersebut. Berita selengkapnya dapat didownload disini.
Tugas anda adalah bagaimana kira-kira ide tentang kawasan tertib lalu lintas dapat berhasil dipasarkan, dimana masyarakat dapat menerima ide tersebut, sehingga lalu lintas bisa tertib dan lancar. Juga bagaimana mahasiswa bisa ikut serta dalam pemasaran ide tersebut. Belajarlah dari marketing ide tentang KB yang pernah berhasil di Indonesia.
Selamat belajar…
Deskripsi manajemen pemasaran Gasal 07/08(kelas F)
Mata kuliah ini bertujuan agar Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan secara komprehensif berbagai konsep dasar dalam manajemen pemasaranmulai dari analisis lingkungan, penyusunan strategi dan bauran pemasaran serta mengaplikasikan konsep-konsep tersebut dalam bentuk contoh-contoh konkrit dalam praktek manajemen pemasaran perusahaan. Mata kuliah ini menggunakan proses perkuliahan baik melalui off line dikelas maupun online melalui blog. Mahasiswa diharapkan aktif pada dua jenis perkuliahan, dan diharapkan menyampaikan alamat email-masing-masing. aktif memberikan komentar dan diskusi di blog yang telah disediakan. Perkuliahan di blog juga dapat dikuti siapa saja yang berminat dan ingin terlibat dalam perkuliahan ini.
Kepada mahasiswa diingatkan agar memanfaatkan teknologi informasi yang berkembang selama ini untuk proses belajar-mengajar. Kelak berbagai keterampilan penggunaan media ini akan membantu dalam karir dan kehidupan Anda. Mudah-mudahan bermanfaat dan selamat belajar.
Beberapa bahan pedoman perkuliahan dapat didownload dibawah ini.
mpl: Deskripsi perkuliahan Gasal 07/08
Mata kuliah mpl semester ini akan mengguna desain yang serupa dengan semeter sebelumnya ditambah dengan korespondensi dan penugasan yang menggunakan email dan blog. Kita perlukan modus ini agar mahasiswa memahami penggunaan media baru dalam berkorespondensi, dan menciptakan kebutuhan untuk mahasiswa. Para peserta diharap mengikuti perkuliahan off line dan online. perkuliahan offline terjadwal sebagaimana dalam silabi dan on line dilakukan sampai nilai diserahkan. Diharapkan mahasiswa dapat mengikuti dengan baik dan mudah-mudahan bermanfaat.
“Terkenal dan Tercemar”: PR gaya pemerintah.
Kita sering disuguhi dengan Negative Public Relation di media-media Nasional oleh beberapa pelaku baik swasta maupun pemerintah. Negatif PR adalah pemberitaan yang tidak mendambah citra institusi tambah positif, tapi membuat image menjadi tambah negatif. Atau dengan kata lain pemberitaan-pemberitaan yang membikin “terkenal tapi tercemar”. Terkenal dimana-mana dan tercemar pula dimana-mana.
Contoh baiknya adalah kasus lokal sikap pemerintah daerah yang tidak kompak dalam kaitan dengan Cito di Surabaya (Jawa Pos 3 Juli 2007). Atau dalam kaitan dengan tidak kompaknya pemerintah dalam kaitan dengan Tarian Cakalele veri RMS, yang diberitakan di Jawa pos Group, 2 Juli 2007 dengan judul “BIN salahkan Polri’.
PR-ing gaya “salah menyalahkan” sepertinya jadi kebiasaan yang mungkin nggak sengaja. Bagi pemerintah mungkin itu karena lemahkan penanganan kehumasan dalam kaitan dengan isu-isu “berbahaya” bagi citra mereka. Disisi lain kelemahan ini sering menjadi santapan media-media juga, oleh karena model pemberitaan macam ini lebih seru dan mungkin dianggap “lebih laku”. Dan bisa jadi karena publik juga memang suka berita yang gaya penulisannya seperti itu. Kompleks jadinya.
Yang jelas pemberitaan macam ini akan merugikan citra pemerintah. Pemerintah akan menjadi terkenal dan sekaligus tercemar.
Jika Anda jadi pemasar (yang sudah pasti mencintai negeri ini, negeri dimana kita dilahirkan, termasuk pemerintahnya) apa yang sebaiknya dilakukan oleh pemerintah dalam kaitan dengan hal diatas, dan bagaimana agar tidak menjadi terkenal sekaligus tercemar. Untuk semua saja, khususnya peserta manajemen pemasaran dan manajemen pemasaran lanjutan silahkan berdiskusi. Peserta yang dari manajemen pemasaran tunjukkan kehebohanmu, dan untuk peserta manajemen pemasaran lanjutan tunjukkan kehebatanmu. Kalian memang heboh dan hebaat….
Selamat bekerja dan belajar.
Marketing Ide: untuk Perilaku Masyarakat AS
Memasarkan ide, adalah salah satu produk yang dapat dipasarkan oleh pemasar. Kita pernah tahu bagaimana ide keluarga berencana sukses dipasarkan di Indonesia, pemasarnya adalah Haryono Suyono, sehingg dengan pemasaran tersebut laju pertumbuhan diINdonesia menurun drastis. Marketing ide juga diterapkan untuk berbagai isu, misalnya pemanasan global, narkoba dan sebagainya. Prinsip pemasarannya serupa dengan berbagai kegiatan pemasaran produk jenis lain, misalnya barang, jasa, orang atau organisasi.
KOmpas, 26 JUni 2007, dalam halaman 11, pada Rubrik Kilasan Kawat Sedunia, memberitakan hasil riset tentang salah satu sisi kehidupan masyarakat Amerika Serikat (AS). Beritanya adalah sebagai berikut dibawah ini.
Wahington. Hanya sekitar 4 persen orang dewasa di AS yang masih perawan atau perjaka. Demikian hasil riset Pusat Nasional untuk statistik kesehatan yang dipublikasikan hari Jumat (22/6), dan dikutip Reuters, Minggu (24/6). Riset tersebut melibatkan lebih dari 6000 responden. Berdasarkan hasil surve, sebanyak 95 persen warga AS yang berusia antara 20-59 tahun terlibat dalam berbagai kegiatan seks. SEbagian dari mereka mengaku pertama kali melakukan hubungan seks saat usia belia. Dikalangan orang kulit hitam non hispanik, sebanyak 28 persen mengaku berhubungan seks pertama kali sebelum usia 15 tahun. Dikalangan orang kulit putih jumlahnya sekitar 14 persen. Hasil ini tidak terlalu mengejutkan , tetapi menunjukkan bahwa kesehatan publik di AS rentan.”Kita masih melihat banyak orang dewasa mengaku berhubungan pertama kali ketika masih amat muda” kata Dr. Kathryn Porter dari pusat nasional untuk Statistik Kesehatan. “Ini masalah yang perlu mendapat perhatian sebab perilaku seks yang beresiko dapat menyebarkan penyakit dan menimbulkan kehamilan yang tidak dikehendaki’ katanya. Survei serupa digelar tahun 1999 hingga 2002 menunjukkan hasil senada. Sebanyak 46 persen laki-laki kulit hitam mengaku memiliki pasangan seks sebanyak 15 orang atau lebih seumur mereka. Secara keseluruhan, 17 persen laki-laki dan 10 persen perempuan mengatakan bahwa mereka memiliki dua atau lebih mitra seks pada setahun sebelumnya.(Reuters/bsw).
Dari riset tersebut, coba diskusikan, jika Anda adalah seorang pemasar, apa yang dapat Anda sarankan kepada pemerintah AS, dalam menangani masalah tersebut, khusus hal-hal berkaitan dengan bagaimana memasarkan ide dari isu yang ada dalam berita tersebut. Marketing seperti apa yang perlu dilakukan…..
Selamat mencoba dan selamat belajar.
“aNALISISKU”: Menangkap Gairah “Pasar Malam”

(Tulisan ini adalah tulisan Regina Fridashanti (Fota orangnya diatas), peserta mata kuliah manajemen pemasaran lanjutan” , tulisan ini merupakan pemikirannya. Coba peserta manajemen pemasaran kelas G, berikan tanggapan atas tulisan ini. Sebelum menanggapi, baca dulu bukunya dan sumbernya)
“ Manusia tidak akan pernah merasa puas “ kalimat itulah yang coba dijawab oleh pemilik sejumlah outlet yang membuka layanan 24 jam non- stop ( on outlet ) yang bisa diakses oleh masyarakat secara efisien dan cepat. Sebab kebutuhan publik akan layanannya baik berupa jasa maupun produk tidak mengenal waktu. Kebutuhan manusia yang sangat beraneka ragam harus dapat dipahami dan produsen harus jeli menangkap perilaku konsumen yang sangat dinamis ini.
Permintaan pasar yang sangat menuntut dan menjadi alasan utama mengapa layanan ini dibuka 24 jam non stop setiap harinya. Di kota – kota besar permintaan akan on outlet ini sangat tinggi dan cenderung meningkat. Hal ini didorong oleh mobilitas kehidupan kota yang sangat tinggi. Pemicunya tak lain gaya hidup yang berubah dan profesi yang menuntut pola kerja yang cepat dan fleksibel. Hingar bingar kota metropolitan seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota besar lainnya di Indonesia seakan tak pernah mati. Di jalanan kendaraan berseliweran tiada henti seiring dengan waktu yang terus berputar tanpa henti pula. Tempat – tempat hiburan seperti, kafe, bar, dan sejumlah tempat “dugem“ alias dunia gemerlap penuh sesak oleh orang – orang yang haus akan hiburan untuk melepaskan rasa penat dan letih setelah seharian penuh beraktivitas. Bagi orang – orang yang memiliki sedikit waktu untuk bersantai dan bersenang – senang maka malam hari menjadi waktu yang tak terlewatkan, mencari kebutuhan apapun dimalam hari tidaklah sulit.karena sekarang, kita sangat dimudahkan dengan adanya waralaba yang tersebar dimanapun, apotik, bahkan layanan perbankan dan penerbanganpun bisa melayani 24 jam non- stop.
Maraknya pemasaran 24 jam non- stop di pasar pertama kali dipelopori oleh circle- k dan 7- eleven yang menjadi pemicu bagi pemilik outlet lain berbondong- bondong untuk membuka layanan 24 jam non stop ( out outlet ) circle – k masuk ke Indonesia pada January 1986 dan langsung menyedot perhatian konsumen “ pasar malam “. Toserba yang mengambil positioning sebagai store yang menawarkan kemudahan langsung melekat di benak konsumen sebagai waralaba 24 jam. Menggarap bisnis pasar malam bukanlah pekerjaan yang sangat mudah,tapi hal itu juga tak membuat STARBUCKS ciut nyali untuk mecoba peruntungannya di bisnis pasar malam ini. Pada kenyataannya banyak masyarakat yang berkeliaran tengah malam dan biasanya mereka berkunjung ke starbucks untuk melepaskan penat, berkumpul bersama teman – teman atau habis nonton film bahkan ada yang mampir ke starbucks pagi hari sekitar pukul 7.00 yang rata- rata pengunjungnya orang kantoran. Starbucks berani untuk ikut andil dalam bisnis pasar malam ini, meskipun tidak mengeluarkan dana yang sedikit namun keuntungan yang diperoleh juga tidaklah sedikit.
Layanan 24 jam non stop inipun tidak hanya berkutat untuk barang- barang konsumsi, sejumlah perbankan dan penerbangan juga melayani transaksi nonstop. Misalnya BCA, yang membuka layanan 24 jam di sejumlah tempat. Mesipun tidak semua ATM BCA itu dapat digunakan setiap saat ( 24 jam ) setidaknya di setiap kota disediakan mesin ATM 24 jam, terutama yang berada di kantor – kantor cabang. Menurut laksono, deputy division head BCA, secara teknis ATM BCA bekerja selama 24 jam. Tetapi, sebagian besar akses ditutup pada jam – jam tertentu karena berbagai pertimbangan. Diantaranya, faktor keamanan dan sebagian mengikuti pola jam buka tutup pengelola gedung , terutama yang terletak di Mall. Pertimbangan tersebut dibuat agar para nasabah BCA dapat mengambil uang pada jam – jam kepepet dimanapun dan kapanpun. Konsep yang ingin diberikan BCA adalah memberikan kemudahan kepada nasabah yang memerlukan layanan uang tunai anytime and anywhere. Pada prinsipnya jika lokasi tersebut dinilai aman maka BCA akan membuka layanan ATM tersebut selama 24 jam non stop tentunya dengan pengawasan satpam. Membuka ATM selama 24 jam berarti menambah karyawan untuk selalu mengawasi operasi ATM selama 24 jam. Menurut laksono, jumlah SDM yang ada untuk menangani masalah tersebut tidaklah banyak. Jika ada mesin ATM yang rusak pada malam harinya, maka tidak akan langsung dibetulkan saat itu juga, tapi menunggu esok pagi harinya. Yang pasti biaya untuk menjaga operasional ATM tidaklah murah. Hitungannya tidak hanya lembur, karena hal itu tentu tidak akan menarik bagi mereka. Biaya intensifnya di atas biaya lembur, yang disesuaikan dengan gaji masing- masing karyawan. (Sumber : MARKETING edisi 03/ V / MARET 2005)







