Pak De Karwo : Marketing dalam Politik
Pasangan Sukarwo dan Gus Ipul adalah pasangan calon Gubernur Jawa Timur bersama pesaingnya Pasangan Kofifah dan Mudjiono, yang masuk dalam putaran Pilkada 2008. Sukarwo adalah calon Gubernur telah mulai me “marketing” kan dirinya sebagai calon Gubernur sudah lama. Sangat nampak usaha dan strategi memenangkan posisi orang nomor di Jawa Timur menggunakan dan memanfaatkan prinsip-prinsip pemasaran. Mulai dengan menggandeng produk kacang goreng dengan merek yang cukup cerdas “Pak De”. Istilah “Pak De”, bagi masyarakat jawa timur adalah istilah yang tidak baru, akrab di telinga dan mudah diucapkan. Istilah ini cukup memenuhi syarat untuk digunakan sebagai merek yang punya konotasi positif. Apalagi dari sisi makna dan persepsi, tokoh pak de bagi masyarakat jawa, adalah bermakna orang yang dihormati, lebih sebagai panutan, dan secara sosiologis adalah anggota keluarga yang dijadikan tempat berkonsultasi. Sehingga lengkap sudah penggunaan kata ”Pak De” sebagai merek cukup cerdas.
Soekarwo juga tahu bahwa “Pak De” saja, tidak cukup membantu kalau orang tidak mengkaitkannya dengan dirinya. Sehingga digunakan istilah “Pak De Karwo”, dimana perjalanan proses pemilihan secara berkelanjutan membuat istilah dan merek baru, misalnya yang terakhir “Karsa”, sebagai kepanjangan dari Soekarwo dan Saifulah Yusuf. Penggunaan istiah “coblos brengose” juga pemikiran yang cerdas mengenai diferensiasi sederhana dalam pemasaran, dimana Soekarwo tahu perbedaan fisik yang jelas antara dirinya dengan pasangan lainnya. Istilah yang terakhir barangkali akan negatif bagi mereka yang tidak suka pria berkumis. Beberapa penggunaan berbagai media dan aktivitas yang dilakukan Pak De, juga menunjukkan bahwa marketing adalah “senjata utama” yang dipergunakan. Pemilihan langsung Gubernur, akan menjadi pembuktian apakah marketing cukup ampuh menjadi “senjata” calon Gubernur. Kita tunggu hasilnya……….
Bagaimana pendapat anda…
