bIAYA dokter dan hARGA jasa profesi
Sebuah humor berjudul “Biaya Dokter Gratis Teman Sendiri” menceritakan sebuah cerita percakapan yayat dan budi. Ceritanya begini.
Yayat dan Budi berkawan baik sejak dari SD. Pada suatu hari mereka bercakap-cakap tentang cita cita mereka.
Budi: “Eh… Yat nanti kalo kamu udah gede kamu mau jadi apa”
Yayat: “Ohh… kalo sayang pengen jadi Dokter, nah kalo kamu Bud?”
Budi: “Acikkkk kalo kamu jadi dokter biar aku jadi pasiennya aja dech, kan bisa gratis”
Yayat: “Ehh…, tapi aku mau jadi dokter hewan”. (dang)** (www.ketawa.com)
Terlepas dari cerita diatas, profesi dokter, memang banyak dijadikan cita-cita bagi anak-anak. Diantara mereka, ada yang mengatakan bahwa kalau jadi dokter nanti bisa menolong orang sakit, bermanfaat bagi orang lain, banyak pahala. Ada pula yang mengatakan kalau jadi dokter, nanti pasti kaya. keren, dan sebagainya. Singkatnya profesi ini memiliki pesona yang baik. Pesona itu juga tercermin dalam besarnya biaya kuliah jurusan ini.
Cerita tentang dokter juga bisa didapat dari keseharian kita. Misalnya, kita kadang mendapati dokter yang sepi pasien, namun ada pula yang untuk mendapatkan nomor antriannya saja mesti dilakukan jam 3 pagi untuk praktek jam 8. Untuk mendapat layanannya masuknya lima orang lima orang.
Cerita lain yang tak kalah heboh adalah tentang biaya dokter. Ketika kita dari dokter dan mendapat layannya, lalu mendapati biaya yang tidak rendah, sekalipun kadang pada dokter yang lain ada yang rendah. Lalu kita dalam hati bilang, “wah enak benar jadi dokter, gitu saja dapat segini”. Salah satu tentang biaya dokter dapat dibaca dalam konsultasi kesehatan di Kompas yang bisa didownload di sini
Bicara tarif dokter, dalam marketing, kita tahu hal tersebut adalah terkait dengan kebijkan harga. Harga dalam kaitan dengan profesi dokter adalah tarif. Kita tahu bahwa pertimbangan dalam menentukan harga adalah ada dari faktor internal dan ekternal. Tarif dokter juga pasti mempertimbangkan strategi harga.
Untuk Anda mahasiswa manajemen pemasaran kelas F, coba gambarkan apa pertimbangan dalam menetapkan tarif dalam jasa dokter, dan lihatlah disekeliling Anda, para dokter menggunakan strategei apa.
Selamat bekerja…..
