Y u d i S u t a r s o

Kuliah Manajemen Pemasaran

mp: Lebaran dan Perilaku Belanja “Emas”

  pic from www.bournemouthhypnotherapy.co.uk

Image atau pencitraan atas merek adalah bagian penting dalam kegiatan pemasaran. Coca-cola dengan pencitraannya telah menjadi perusahaan minuman cola dunia, BMW dengan segala citra yang diciptakan menjadi penghasil mobil terkenal. Pencitraan juga menjadi bagian penting dalam perilaku konsumen di Indonesia. Citra diri, dalam bentuk usaha agar kelihatan modern, kelihatan cantik, kelihatan pintar dan sebagainya adalah bagian dari usaha pencitraan dari konsumen. Budaya pencitraan kadang bisa berlangsung sedemikian akut, sehingga citra diri orang ditumbuhkan dan dipertahankan dengan sangat mahal. Ibu-ibu  rela belanja tas  atau sepatu yang harganya puluhan juta, sekedar mencari citra, adalah contoh kecilnya.

Lebaran, oleh sebagian orang,  juga menjadi kesempatan membangun citra. Sehingga waktu-waktu lebaran adalah masa dimana konsumsi produk sedemikian masif, yang salah satunya untuk membangun citra. Dalam hiruk pikuk konsumsi tersebut muncul produk turunan dalam budaya pencitraan, yaitu munculnya produk-produk substitusi baik yang imitasi maupun aspal.  Sebagai contoh adalah produk emas imitasi, nampak seperti emas namun bukan emas. Kasus rielnya dapat didownload  disini.  Kita bisa menebak, pembeli produk ini adalah mereka yang ingin mendapat pencitraan tertentu.

Dari uraian diatas, kita tahu  bahwa motivasi pembelian “emas” seperti kasus diatas sangat dipengaruhi oleh  karakteritik  pembeli.  Menurut anda, seperti apakah  karakteristik  konsumen pembeli utama “emas” tersebut. Kalau Anda pemasar, bagaimana memasarkan produk kepada mereka.

Untuk peserta mata kuliah manajemen pemasaran kelas F, selamat Idoel Fitri, mohon maaf lahir batin. Mudah-mudahan kita bukan termasuk orang-orang yang merugi…

Selamat belajar

About these ads

October 10, 2007 - Posted by | Manajemen Pemasaran

35 Comments »

  1. ass.
    sebelumnya saya mengucapkan mohon maaf lahir dan batin apabila selama ini ada kesalahan untuk semuanya mohon dimaafkan ya dan selamat idul fitri, bermudik ria serta oleh2nya jgn lupa dikelas he2.

    menurut saya karakteristik dari konsumen ini adalah mudah terpengaruh oleh suatu sikon yang sedang buming atau tahunan termasuk idul fitri guna membangun imagenya/citranya dimata orang dengan harga yang murah namun terlihat mahal. konsumen yang seperti ini adalah yang terlihat tidak realistis dalam melakukan penilaian lebih lanjut terhadap suatu barang karena hanya akan menghambur-hamburkan uang dalam waktu singkat penggunaannya dan memiliki manfaat yang tidak begitu lama seperti halnya perhiasan emas yang imitasi tersebut.

    untuk cara memasarkannya sendiri dapat dilakukan dengan mengelar produk sale disejumlah tempat umum yang banyak dikunjungi waktu lebaran. tidak hanya itu saja dengan packaching yang bagus tentu dapat menarik peminat, serta disebarkan pamflet yang menarik pembeli dengan gambar2 perhiasan menarik perhatian dan spanduk (sponsor dimedia iklan)
    thx. wass

    Comment by suprianto | October 10, 2007 | Reply

  2. Bpk Yudi yang terhormat,
    menurut saya trend di masy. memang selalu berganti-ganti, oleh krn itu kita dituntut untuk up to date agar tdk ketinggalan informasi shg nggak tau trend yg ada di masy.
    sedangkan orang2 yg membeli perhiasan2 imitasi tsb termasuk konsumen yang terpengaruh oleh kelompok wanita2 yang ingin bergaya eksklusif namun dengan harga terjangkau. krn mgkn teman-temannya sudah lebih dulu, dia ingin mengikuti trend. kemudian dari sisi pribadi mereka juga termasuk yang mudah terpengaruh oleh setiap perubahan yang ada di lingkungan sekitar. demikian komentar saya

    Comment by irvan sulthoni haris | October 10, 2007 | Reply

  3. Bapak Yudi,
    menurut saya orang yang yang membeli produk perhiasan imitasi itu termasuk orang yang mudah terpengaruh oleh lingkungannya, sebenarnya ada 2 keuntungan yaitu dia selalu up to date tetapi yang tidak enak adalah dia terpacu untuk berprilaku konsumtif. contohnya disini walau cm perhiasan imitasi yang hrganya murah tetapi kalau belinya sering kan jadi banyak. kemudian faktor sosial yaitu kelompok juga mempengaruhi perilaku pembeli perhiasan imitasi tersebut

    Comment by irvan sulthoni haris | October 10, 2007 | Reply

  4. maaf, saya mw menambahkan untuk cara memasarkan produk seperti perhiasan2 imitasi tsb bisa dengan mengiklankan di koran karena cara penyampaiannya bisa lebih detil dibaca oleh orang yang beli koran..

    Comment by irvan sulthoni haris | October 10, 2007 | Reply

  5. selamat malam Bapak Yudi,
    sebelumnya saya mo mengucapkan minal aidin walfaidzin,mohon maaf lahir & batin buat smuanya jg…
    menurut saya karakteristik dari konsumen diatas adalah memang gampang/mudah sekali terpengaruh dengan adanya perhiasan2 yg imitasi apalagi mo menjelang hari raya idul fitri,wah mereka pasti berlomba2 u/ membeli perhiasn imitasi tsb cz y seperti yg da diatas hy u/ mencari citra..lgan klo di pikir2 smua itu cm buang2 uang saja cz psti akan ketagihan & ketagihan lg y meskipun th barangnya yg mereka beli itu imitasi tp tetap saja dibeli…
    cara memasarkan produk2 yg imitasi tsb bs seperti melakukan terjun langsung d lapangan& kegiatan tsb jg di lakukan tidak hanya d 1 tempat saja melainkan harus banyak tempat& bs jg memasang pamflet d sebagian jalan yg banyak dilalui orang2&menyebarkan brosur di jalanan/pun door to door jg bisa asalkan gambar2 perhiasan tsb bisa menarik perhatian smua orang pasti berhasil produk yg dipasarkan..

    Comment by Francisca Maria Kristina | October 10, 2007 | Reply

  6. Ass. Wr.wb
    Minal aidin walfaidzin mohon maaf lahir & batin buat smuanya
    sekarang kita membicarakan masalah “Emas Imitasi” y…..
    Kalo menurut saya karakteristik Konsumen yang membeli produk Emas imitasi itu dikarenakan oleh beberapa faktor. tingginya tingkat konsumsi masyarakat terhadap barang-barang “imitasi” itu dipengaruhi faktor harga barang yang lebih rendah dibandingkan Emas asli, Pendapatan masyarakat cenderung konstan/tak berubah, Selera masyarakat yang biasanya berhubungan dengan gengsi mereka terhadap masyarakat di sekitar, serta lingkungan juga begitu mempengaruhi masyarakat, Seperti “Emas begitu digemari masyarakat padahal jelas harganya mahal dan membelinya pun di mall yang sudah pasti pajaknya lebih besar dibandingkan di pasar tradisional” .

    Dan seandainya saya sebagai penjual, cara memasarkannya sendiri dapat dilakukan dengan memasangnya gambar produk tersebut di Internet, sering-sering mengikuti pameran Expo Emas, mungkin juga dengan menyebarkan brosur ke rumah-rumah dengan begitu bayak masyarakat yang mengenal produk kita walaupun hanya sekedar produk imitasi.
    Wass.Wr.Wb

    Comment by Haryo | October 11, 2007 | Reply

  7. Ass.wr.wb.
    Ok….sekarang kita membicarakan masalah Kawasan Tetib Lalulintas (KTL)
    Bagi pengendara sepeda motor, sebaiknya mengikuti aturan-aturan yang berlaku. Seperti yang kita ketahui, saat ini kendaraan roda 2 sangatlah banyak di kota-kota besar. Karena kendaraan roda 2 ini, lebih cepat menuju lokasi yang kita inginkan daripada mempergunakan mobil yang kemungkinan terhambat oleh kemacetan.
    Diberlakukannya KTL itu agar pengendara mobil dapat terhindar dari kemacetan selain itu KTL juga dipergunakan sebagai cara agar pengendara roda2 lebih tertib berada di jalanan.
    Cara agar program ini dapat berhasil yaitu pertama yaitu polisi jangan segan-segan untuk memberikan surat tilang bagi mereka yang melakukan pelanggaran, sehingga hal tersebut dapat menimbulkan efek jera pada mereka. Yang kedua menurut saya yaitu dengan sering-sering mengingatkan mereka, seperti program “klik” yang dulu diadakan Jawa Pos. sehigga masyarakat lebih berhati-hati dalam berkendara. Yang ketiga mungkin juga dengan memasang poster-poster besar yang berisi gambar-gambar di jalan mengenai enaknya jika kita mengikuti peraturan-peraturan lalulintas atau kejadian-kejadian yang kita alami jika kita tidak mengikuti peraturan yang berlaku. letak KTL menurut saya sebaiknya di kawasan- kawasan yang Padat lalulintas. Dan cara mahasiswa dalam mempromosikan Ide KTL ini yaitu dengan memberikan brosur-brosur di jalanan sekitar kota, dan lebih mengikuti peraturan yang ada.
    Sekian dulu pendapat saya semoga bermanfaat bagi sita semua (amin…….)terima kasih.
    Wss.Wr.Wb

    Comment by Haryo | October 11, 2007 | Reply

  8. Sebelumnya saya ingin mengucapkan SELAMAT IDUL FITRI 1428H, MOHON MAAF LAHIR & BATIN.
    Karekteristik konsumen pembeli utama “emas” yaitu
    Menurut saya itu adalah sebuah hobby yang dapat dia lakukan setahun sekali, bisa juga dia hanya pamer kekayaan kepada orang lain atau mungkin orang tersebut pada waktu itu telah diberi rejeki yang banyak dan daripada rejeki tersebut dihambur-hamburkan maka orang tersebut memilih untuk membeli emas saja karena apabila orang tersebut membutuhkan uang kembali maka mereka dapat menjual kembali emas tersebut, bisa juga orang tersebut hanya ingin memperoleh keuntungan semata karena mereka tau bahwa harga emas itu sendiri jarang harganya turun.
    Jika saya pemasar, maka saya akan memasarkan produk saya dengan cara :dengan membuka stan yang dapat dijangkau oleh konsumen,memasarkan dengan melalui media massa yaitu koran, majalah, koran ataupun radio dan bisa juga melalui pamflet dengan catatan produk tersebut harus sesuai dengan perikalanan tersebut,kualitasnya juga harus bagus,diskon-diskon juga bisa dapat mempengaruhi pemasaran tersebut,dengan memberi souvenir-souvenir yang bagus.
    sekian dari saran saya,apabila ada kesalahan saya mohon maaf………

    Comment by dewi pantisari yusuf | October 12, 2007 | Reply

  9. ass Wr Wb.
    Menurut saya konsumen yang membeli emas asli maupun imitasi itu tergantung dari diri orang itu sendiri. contohnya seperti orang kaya mereka membeli emas karna emas itu assesoris yang membuat derajat mereka semakin naik tapi klo dilihat dari kalangan menengah kebawah mereka membeli emas hanya karena gengsi dan ingin dipandang “wah”….Jadi karakteristik orang yang membeli emas imitasi adalah orang yang mementingkan penampilan yang dipengaruhi oleh lingkungan dan harga yang imitasi lebih murah apalagi asli atau palsunya tidak akan terlihat dengan mata telanjang jadi orang lain tidak akan tahu kecuali orang itu sendiri..

    Klo kita sebagai pemasarnya kita harus membuat promosi dengan menawarkan harga yang relatif lebih murah dari harga pasar dengan mengambil keuntungan tidak terlalu besar dan mengemas barang tersebut semenarik mungkin sehinga konsumen dapat meliriknya..

    wassalam….

    Comment by rizky kurniawan | October 12, 2007 | Reply

  10. Asalammu’alaikum wr.wb

    Sebelumnya saya ucapkan Taqoballallohu mina wa minkum,taqobal yha karim Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1428 H Mohon Maaf Lahir dan Batin.

    Menurut pendapat saya seseorang membeli “emas” itu hanya dilatarbelakangi oleh keinginan untuk berpenampilan lebih “mewah” dan “elegan”,tanpa harus memikirkan “emas” itu asli atau imitasi. Karena pada dasarnya “emas” asli atau imitasi jika dilihat dari bentuk dan warnanya hampir sama, tetapi jika dilihat dari kualitasnya jauh berbeda. Selain dilihat dari kualitasnya,”Emas” juga dapat dibedakan dari nilai harga jualnya. Dimana “emas” asli identik lebih mahal dari “emas” imitasi.

    Apabila saya sebagai pemasarnya ,hal pertama yang saya lakukan adalah mempromosikan barang dagangan kepada orang-orang terdekat seperti saudara dan teman. Karena dengan begitu saudara atau tenam saya bisa membantu saya untuk mempromosikan barang dagangan tersebut ke orang lain. Setelah itu apabila banyak orang menyukai barang dagangan saya,saya akan mencoba untuk membuka toko di area yang mudah di jangkau oleh masyarakat seperti “Mall dan Pasar”.dan pada pembelian “emas” dalam jumlah lebih dari 20 gram saya akan memberikan potongan harga sebesar 5%.

    Demikian komentar dari saya semoga mudah dimengerti oleh para pembaca dan dapat digunakan sebagai acuan.

    Wabilahi wal taufiq hidayah Wassalamu’alaikum wb.wr

    Comment by Kurnia Dwi Santi Herawati | October 15, 2007 | Reply

  11. siang!
    SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI MOHON MAAF LAHIR BATIN….
    menurut saya meningkatkan citra diri untuk konsumen merupakan hal yang tidak asing lagi di karenakan itu dapat membuat konsumen tingkat taraf hidupnya dan lebih menonjol dari masyarakat yang lainnya, meskipun produk yang dibeli oleh konsumen emas imitasi…juga produk imitasi sekarang ini merupakan trend yang cukup berkembang dalam pasar insonesia hal seperti itu bertujuan untuk menegetahaui tingkat ekonomi seseorang..sekarang saya coba telisik dari pemasar, jika saya sebagai pemasar saya tidak amat mementingkan sebuah citra diri dan ada juga pemasar yang mementingkan citra diri..saya ambil sampel orng2 yang tidak terlalu mementingkan citra diri dikarenakan para pemasar seperti itu tidak mengukur citra diri dari apa yang mereka punya dan beli, jikalau kita ketahuan kalau emas yang kita punya imitasi itu tidak akan meningkatkan citradiri tapi membuat citra diri seseorang semakin jatuh..maka dari pada itu saya tidak suka barang imitasi contohnya seperti emas.

    kalau kita sebagai pemasarnya yang harus kita lakukan adalah membuat konsumen tertarik dahulu dengan cara membuat promosi yang funtastic (mis melalui media cetak atau elektronik)dan menawarkan hadiah2 yang di berikan jika para konsumen membeli produk yang kita beli..karena konsumen di inidonesia khususnya lebih berminat akan hadianya bukan apa yang mereka beli..dan juga melakukan survey yang bertujuan mengetahui karakteristik konsumen yang ada dari situlah kita akan mendapatkan kesimpulan laulu tindakan yang akan diambil dalam langkah berikitnya..

    Comment by wahyu yustiharja | October 16, 2007 | Reply

  12. Ass..
    Saya juga mengucapkan minal aidin walfaidzin.
    Selamat hari raya idul fitri…

    Menurut saya, karakteristik konsumen pembeli “emas” itu mereka ingin “dilihat” oleh orang lain. mereka ingin menunjukkan bahwa mereka juga mampu membeli emas padahal emas yang mereka beli adalah emas imitasi. mereka yang membeli “emas” itu mungkin karena pendapatan mereka tidak cukup untuk sekedar membeli emas asli yang sepertinya semakin lama semakin tidak terjangkau oleh mereka makanya mereka membeli yang imitasi.

    Dan apabila saya sebagai pemasar, saya akan memasarkan “emas” dengan membuka toko atau stan di tempat2 yang dapat dijangkau oleh oleh konsumen itu sendiri. Seperti di pasar dan di mall. Kenapa saya memasarkan “emas” dipasar karena di sana adalah tempat yang sangat mudah sekali dijangkau oleh konsumen kalangan menengah ke bawah. tentunya dengan harga yang sesuai dengan kantong ibu2.
    Pada bulan ramadhan dan menjelang lebaran mall2 pasti ramai dikunjungi dari anak muda sampai dewasa. jadi dari anak muda sampai ibu2 dapat mudah memperoleh/membeli “emas” itu. dengan memberikan souvenir2 cantik apabila membeli diatas harga yang telah ditentukan misalnya senilai Rp.500.000,- mendapatkan tas cantik. membuat brosur yang menarik kemudian dibagikan kepada pengunjung yang melintas di depan toko tersebut. dan tidak lupa melayani pembeli dengan ramah tamah.

    Comment by Dewi Yuniar R | October 16, 2007 | Reply

  13. Ass. Wr. Wb.
    Pak, sebelumnya saya mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin.
    Menurut saya, karakteristik konsumen pembeli emas adalah konsumen yang membeli suatu barang karena trend atau kecenderungan yang sedang terjadi di masyarakat saat ini. Sebutlah seperti kasus di atas, para konsumen dari kalangan menengah ke bawah membeli emas imitasi hanya karena akan mendekati lebaran. Sehingga mereka ingin tampil beda tanpa memperdulikan emas yang dipakai itu bukanlah emas asli. Sehingga konsumen ini cenderung tidak akan terlalu lama dalam melakukan penilaian terhadap emas imitasi yang dibelinya itu. Mereka memandang bahwa perhiasan merupakan faktor kebutuhan yang harus ada pada saat lebaran nanti sehingga mereka dapat tampil beda di hari kemenangan nanti dan dapat menciptakan image yang berbeda dari biasanya.
    dan jika saya sebagai pemasar produk emas imitasi tersebut, maka yang harus saya lakukan adalah seperti promosi-promosi pada umumnya dengan menyebarkan brosur-brosur di pusat perbelanjaan seperti mal dan pasar, mengiklankan di berbagai media cetak dan elektonik. Promosi tersebut harus menarik sehingga konsumen berminat untuk membeli.Selain itu, harus mengetahui kecenderungan atau trend yang sedang terjadi di masyarakat, seperti pada kasus di atas yaitu pada saat mendekati lebaran. Situasi tersebut adalah saat yang tepat untuk memasarkan emas imitasi. kita dapat menawarkan dengan harga yang terjangkau namun tetap memiliki kualitas yang bagus. Dan kita juga dapat menawarkan pelayanan perawatan emas imitasi tersebut agar tetap mengkilat seperti emas murni 24 KARAT. yang terakhir, kita juga harus mengikuti model-model perhiasan yang up to date agar konsumen puas dengan produk kita. demikian komentar saya……..
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    Comment by Rifda Alpha Roudlotul Chillia | October 20, 2007 | Reply

  14. Ass.Wr.Wb
    Sebelumnya saya mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin.
    Menurut saya,karakteristik pembeli emas adalah orang yang ingin berpenampilan mewah dan hanya mengikuti trend yang terjadi dilingkungan masyarakat sekarang,selain itu para konsumen juga mudah terpengaruh dengan emas imitasi hanya karena mendekati hari raya idul fitri. Serta harga emas imitasi yang ditawarkan cukup terjangkau sehingga semua kalangan dapat membelinya.Para konsumen berbondong-bondong untuk membeli emas, supaya dihari raya idul fitri bisa tampil beda. Sehingga para konsumen tidak mementingkan apakah emas yang digunakan itu asli atau palsu.

    Jika saya sebagai pemasar produk emas, maka yang saya akan lakukan dengan membuka stan atau toko ditempat yang strategis seperti dimall atau dipasar-pasar yang sering dikunjungi konsumen,serta mempromosikan dengan menyebarkan brosur-brosur yang menarik agar konsumen lebih tertarik untuk membelinya.Selain itu kita juga harus mengikuti model-model perhiasan yang lagi trend,dan kualitas yang bagus,serta pelayanan yang memuaskan, agar konsumen puas dengan produk kita.
    Wassalamu alaikum Wr. Wb.

    Comment by Meike Yulia Susanti | October 21, 2007 | Reply

  15. Assalam mualiakum Wr. Wb
    sebelumnya saya mau mengucapkan selamat hari lebaran Minal Aidin Wal Faidzin mohon maaf laghir dan batin

    Sekarang materi yang akan dibahas adalahn Lebaran dan perilaku belanja emas. kalau membahas materi ini mungkin dari berita kompas yang bapak udah tunjukan itu memang masyarakat sekarang lebih cenderung memilih barang – barang yang lebih murah dan kelihatan bagus. Itu dapat ditunjukkan dengan minat masyarakat yang lebih antusias dengan membeli emas yang bisa dikatakan itu merupakan barang mewah. tetapi itu bukan merupakan suatu kendala, sekarang sudah banyak emas – emas yang dijual merupakan barang imitasi mungkin salah satu contoh pedagang yang menjual emas imitasi adlh yopi yang berjualan di plaza ciputat.

    Sekarang masyarakat yang dapat membeli emas tidak hanya masyarakat kalangan atas melainkan masyarakat menengah maupun bawah juga dapat membeli emas walaupun itu merupakan emas imitasi karena masyarakat sekarang ingin tampil beda, apalagi kemarin di hari lebaran.

    Karena antusias masyarakat seperti itu maka ini merupakan kesempatan bagi seorang pedagang harus pandai mempromosikan dan memasarkan kepada pembeli. Dan bagi seorang pedagang seperti yopi selain menawarkan kepada pembeli ya, apasalahnya kalau juga menebarkan sebuah brosur kepada pembeli mungkin terutama kepada masyarakat kalangan menengah ke bawah. serta harus pandai – pandai mengikuti mode jaman sekarang.

    Wassalamualikum

    Comment by dian kusuma | October 22, 2007 | Reply

  16. assalamualaikum w.r.b
    tak mau ketinggalan saya juga mau mengucapkan “minal aidin wal faidin”

    Dalam persiapan idul fitri banyak orang yang bisa brpenampilan beda dibanding hari-hari biasanya, hal ini bisa dibuktikan dengan ramainaya pasar-pasar karena daya beli masyarakat sangat tinggi.
    contohnya saja dalam kasus ini, banyak orang yang berpenampilan menarik dengan cara membeli emas imitasi atau tiruan.

    nah sebagai orang pemasaran untuk menarik daya beli masyarakat akan emas imitasi adalah dengan cara ;
    1. kita berikan harga yang terjangkau namun kualitas terbaik atau kualitas mendekati asli tetapi kita tetap mendapat untung.
    2. cara kita mengemas emas tiruan tersebut sebaik mungkin.
    3. dengan memberikan diskon lebih kepada pembeli yang membeli dalam jumlah banyak.
    4.melalui media cetak,kita pasarkan jenis-jenis barang yang kita jual.

    wassalam ….

    Comment by arie budi kusuma | October 22, 2007 | Reply

  17. SELAMAT IDUL FITRI 1428 H
    Minal aidin walfaizin…
    Menurut saya karakteristik pembeli utama emas tersebut adalah suka bergaya hidup mewah untuk menarik perhatian setiap orang yang memandang. Mereka termasuk orang kaya baru yang mengkonsumsi untuk mengesankan kelas sosial di bawah mereka walaupun standar kehidupan mereka hanya sedikit di atas kemiskinan. Terkadang orang – orang tersebut juga kurang berpendidikan. Meskipun begitu tidak peduli berapapun pendapatan yang mereka dapat, mereka akan mempergunakannya untuk membeli produk sebagai simbol status. Walaupun tidak produk (emas) tersebut imitasi atau aspal..

    Jika saya pemasar, saya akan mendesain emas tersebut dengan bentuk yang unik dan terkesan mewah tapi dengan harga yang mudah di jangkau oleh masyarakat kelas sosial tersebut. Kemudian mempromosikan emas tersebut di internet dengan memberikan contoh desain terbaik yang saya punya. Selain itu juga membuat katalog yang menarik dengan fullcolour. Dan saya juga membuka jasa pemesanan yang didisain khusus menurut selera pesana pembeli. Saya juga akan menawarkan pada toko aksesoris lain untuk memperluas area pemasaran.

    Comment by fifit darmayanti | October 22, 2007 | Reply

  18. Ass…
    Saya juga tidak ketinggalan mengucapkan “MINAL AIDZIN WAL FA IDZIN…MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN”

    Menurut pendapat saya karakteristik pembeli utama “emas” tersebut adalah orang tersebut cenderung bergaya hidup mewah yang suka menjadi bahan sorotan orang lain. Dimana dirinya tidak mau ketinggalan jaman dan mode. Dia menggangap dirinya mampu, merasa dirinya diatas rata-rata dari masyarakat pada umumnya. Sehingga disaat moment seperti hari raya idul fitri ini merupakan ajang bagi mereka untuk berlomba-lomba berusaha memiliki sesuatu barang yang dianggap suatu kemewahan, yang akan mereka pamerkan kepada sanak saudara serta para kerabatnya.

    Karena image yang melekat pada masyarakat kita dari dulu adalah dimana anggapan apabila seseorang memakai atau memiliki “emas” adalah orang yang telah sukses dalam karier hidupnya. Hal ini lalu dikait-kaitkan melalui contohnya moment hari raya idul fitri, dimana setiap orang berusaha untuk membelinya untuk dijadikan bahan pameran untuk orang lain. Walaupun yang mereka beli terkadang ada yang emas imitasi, karena tidak tercukupnya dana mereka. Sehingga mengakibatkan mereka berlomba-lomba untuk “memburu” emas imitasi yang telah merebak dipasaran saat ini.

    Jika saya pemasar, yang akan saya lakukan adalah dengan cara mempromosikan diareal-areal pasar yang banyak dikunjungi oleh konsumen dari kelas menengah ke bawah. Kemudian mendesain produk yang sedang ngetrend di masyarakat. Kemudian saya akan menyebarkan brosur yang berisikan spesifikasi serta contoh-contoh gambar yang menarik yang tujuannya memberikan gambaran dalam pemikiran konsumen terhadap barang yang saya tawarkan.Tidak lupa juga untuk pemberian souvenir kepada konsumen yang telah membeli.

    Comment by santy ayu dewanti | October 23, 2007 | Reply

  19. assalamualaikum….
    sebelumnya saya mau mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H mohon Maaf Lahir dan Batin

    memang seperti apa yang bisa kita lihat sekarang ini, bahwa setiap menjelang lebaran kebutuhan akan sandang, pangan, dan papan terus meninggkat, tentu secara otomatis kita harus memenuhi kebutuhan tersebut, namun tidak hanya kebutuhan primer saja tetapi kebutuhan sekunder juga harus dicukupi, seperti kasus kita sekarang tenteng naiknya permintaan “emas” menjelang lebaran.
    tingkah konsumen ini menurut saya mereka hanya ingin menungkatkan image saja, karena ingin dipandang lebih oleh orang-orang sekitarnya yang mungkin akan bertemu pada saat lebaran nanti, bahkan tak jarang pula yang memakai emas imitasi.
    apabila saya sebagai salah satu karyawan di bagian marketing suatu toko /perusahhaan yang menjual emas imitasi tersebut, kami tidak hanya menyediakan 1jenis barang anmun bermacam-macam, mulai dari yang kualitas biasa sampai yang paling bagus, saya akan membuat selebaran-selebaran yang akan kami tempel didaerah sekitar pasar, tempat kami buka usaha atau tempat perbelanjaan lainnya dan di perempatan – perempatan jalanpun juga tidak masalah, dalam selebaran itu kita memeberikan jaminan berupa garansi selama1bulan bagi pembelian dengan jenis yang paling bagus dan garansi 2minngu untuk jenis yang biasa dan menengah, untuk pembelian , 250.000 akan mendapatkan tas tangan dengan cuma-cuma juga, dan untuk pembelian >500.000 akan mendapatkan kupon undian yang akan diundian yang diundi setiap 1minggu sekali dengan hadiah-hadiah yang menarik.
    mungkin dengan cara demikian akan bisa meningkatkan angka penjualan dari produk kami.
    terima kasih,
    wassalamualaikaum

    Comment by natalia stin sagita | October 23, 2007 | Reply

  20. Ass Wr. Wb.
    Menurut saya mengenai pencitraan diri manusia memang sudah kodrat manusia bahwa manusia selalu bersaing untuk menang dalam segala hal. Sampai-ampai pencitraan diri manusia bisa dianggap kembali kehukum rimba “yang kuat dialah yang menang”.
    Sedangkan mengenai lebaran dan perilaku belanja “emas” sendiri saya rasa untuk belanja emasnya semua orang pasti sangat mengidam-idamkan agar bisa memiliki emas. Siapa sih yang gak mau memakai perhiasan? tapi mengenai imitasi “emas” itu sendiri saya rasa apa tang gak bisa dilakukan bangsa Indonesia mengenai plagiat-nya. dan karena sangat terbiasanya akan hal-hal tersebut, saya rasa konsumen sudah mengetahui bahwa barang tersebut asli atau palsunya. Sudah jelas bisa dilihat dari harga. Tetapi kadang konsumen tetap merasa dirinya pingin kelihata wah biar tidak gengsi sama teman atau tetangganya, maka hal tersebut diatas menjadi sah-sah saja. Karakteristik konsumen tersebut bisa saya katakan manusia sudah menjurus kearah perilaku hewan atau sudah meniru kebudayaan hukum rimba.
    Sedangkan mengenai produsen barang tersebut, tentu saja saya akan memasarkannya dengan menggunakan media-media yang ada, apalagi ini sudah merupakan dunia teknologi. Apa yang tidak bisa dirubah, dari bentuk yang terlihat biasa menjadi istimewa bisa dilakukan misal melalui iklan, poster, brosur dan yang lebih canggih lagih pemasaran dilakukan memlalui dunia maya. Bentuk pemasaran lagi bisa dilakukan melalui pemberian ragnsangan dengan memberikan diskon-diskon. Misal penurunan harga, pemberian voucher dengan limit tertentu atau bahkan pemberian hadiah berupa barang-barang setiap pembelian dengfan limit tertentu.
    Demikian komentar saya, kalau masih banyak kekurangan saya minta maaf yang sebesar-besarnya pak….. mumpung masih suasana lebaran.
    Oh ya…. saya sekeluarga juga mengucapkan Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Met Hari Raya Idul Fitri 1428H ya pak?. Jazaa kumullohu khoiron katsiro.

    Comment by Ratna Aquaista 2003310394 | October 24, 2007 | Reply

  21. Maaf pak kelupaan!

    Mengenai perilaku belanja emas di lebaran saya rasa untuk pembelian peerhiasan tidak hanya dilakukan pada saat/menjelang lebaran, tapi bisa dilakukan kapan pun bagi “yang memiliki modal”. Untuk belanja di lebaran sendiri saya rasa sudah menjadi tradisi dari kita masih kecil sampai sekarang untuk selalu berbelanja saat/menjelang lebaran, tidak hanya “emas” saja yang dibeli, tapi barang-barang yang lain demi “kembali lagi” untuk pencitraan dir mnusia. Dan yang paling utama lagi kebiasaan belanja pada saat/menjelang lebaran biasa dilakukan karen memang sudah dipersiapkan sebelumnya untuk menyimpan sejumlah uang dan membeli barang yang dibutuhkan untuk digunakan lebaran. Itulah kebudayaan lebaran Indonesia. Tahnks b4.

    Comment by Ratna Aquaista 2003310394 | October 24, 2007 | Reply

  22. Asslamualaikum.wr.wb

    Sebelumnya saya mau mengucapkan MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN mohon maaf lahir dan batin.

    sekarang yang dibahas adalah tentang karakteristik pembeli emas dan bagaimana memasarkannya kepada konsumen.
    Memang di hari-hari tertentu apalagi sebelum hari lebaran pembelian emas meningkat. Banyak orang,khususnya para perempuan ingin mempunyai perhiasan yang baru. menurut saya ini hanya trend atau gengsi semata. Untuk kalangan atas membeli emas asli bukan suatu yg sulit tapi untuk kalangan bawah atau mempunyai penghasilan yang pas-pasan hanya bisa membeli emas imitasi. jadi karakteristik orang yang membeli emas imitasi itu hanya ingin tampil mewah dan berbeda atau di pandang. Orangpun tidak tahu apa emas yang di pakai itu asli atau bukan.(iya gak,tidak mungkin kita nanya2 kan tidak sopan).
    Untuk mempromosikan emas imitasi di pasaran adalah kita harus mempromosikan nya ,seperti memberikan brosur-brosur di mal,pasar dan di tmpt2 yang strategis,memberikan harga yang terjangkau dengan kualitas yg bagus juga sehingga tidak mirip emas imitasi,memperhatikan trend yg sedang”in”saat ini dan menyediakan model-model emas yang bagus serta memberikan perawatanh agar emas imitasi tetap seperti emas asli dan memberikan pelayanan sebaik mungkin.
    dengan cara ini di harapkan penjualan emas laris di pasaran.
    Terima kasih.
    wassalamualaikum

    Comment by Rizka Ratna Dwika | October 25, 2007 | Reply

  23. Assalamu’alaikm Wr. Wb

    Emas sangat erat kaitannya dengan perempuan,jadi adanya fenomena tentang emas imitasi sudah sangat biasa apabila terjadi.karena hal ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi pemasar saja,tetapi juga pada konsumen..
    Dengan adanya emas imitasi ini masyarakat yang tidak mempunyai cukup uang untuk mebeli emas asli,bisa memakai emas imitasi ini sehingga status soaialnya di masyarakat dapat terangkat..

    Dan akhir-akhir ini,sebelum lebaran penjualan emas imitasi ini cukup marak seperti yang terjadi di pinggiran jalan dekat plaza ciputat: ada seorang penjual yang berteriak-teriak menawarkan perhiasan imitasinya itu,sehingga dapat menarik konsumen yang sedang mudik,hal ini saya pikir cukup bagus cara memasarkan produk tersebut dan juga waktu yang tepat untuk memasarkan produk perhiasan imitasi tersebut.sehingga usaha ini sangat mneguntungkan bagi para pemasar produk tersebut….

    Sebagian besar masyarakat indonesia bersifat konsumtif,sehingga apapun jenis produk tersebut asalkan bagus dan harganya murah pasti mereka akan membelinya….Fenomena membeli emas imitasi ini tidak hanya dilakukan oleh orang-orang yang ekonominya dibawah saja tetapi aktivitas ini juga dilakukan oleh orang-orang yang berduit….dan kebanyakan orang memakai perhiasan itu hanya untuk pamer-pamer saja dan untuk menjaga citra diri saja..

    Jika saya sebagai pemasar dengan karakteristik masyarakat yang konsumtif itu,maka saya akan menjual produk tersebut ketika ada hari-hari besar seperti idul fitri dan dijual pada tempat yang strategis dengan kualitas produk yang baik dan yang kompeten dengan produk emas aslinya dan menawarkan produk emas imitasi lainnnya dengan lebih bervariatif…

    cukup itu saja…
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

    Comment by Didik nur cahyono | October 26, 2007 | Reply

  24. ass…wr,wb
    bisannya konsumen yang seperti ini adalah konsumen yang ingin tampil beda dengan biaya yang bisa, dengan kata lain, neko-neko…….
    konsumen yang seperti inilah yang membuat banyak cara-cara bagi produsen untuk memasarkan produk2nya dengan begitu mudah………….
    menurut pengalaman, biasannya agar terkesan perusahaan bonafit dan tersohor para produsen kacanagn enggan datang kerumah2 atau sering kita sebut dengan door to door.
    tetapi melihat sikap konsumen yang dewasa ini kebanyakan dari mereka mempunyai sikap acuh terhadap kualitas produk yang seringkali dipermasalahkan oleh para konsumen kelas atas..
    melihat kesempatan ini peluang yang akan saya cari adalah, membuat produk murahan dengan volume banyak, lalu menjualnnya dengan harga yang tidak murah, namun juga tidak mahal. agar terkesan meyakinkan lagi, saya akan buat harga pas untuk produk yang saya pasarkan, dengan begini biasa telah menganggap produk yang saya jual ini layak untuk ditampilkan dan dipamerkan.
    setelah itu cara periklanan yang akan saya lakukan adalah dengan cara menebarkan brosur2 menarik serta meyakinkan konsumen yang nantinya akan disebarkan di pemukiman atau rumah2 penduduk…………………
    sekian,,,,,,,,,,,,

    Comment by Achmad Fauzi | October 26, 2007 | Reply

  25. Ass wr.wb,..
    Meskipun terlambat tetapi dari lubuk hati paling dalam saya juga ingin mengucapkan ” Mohon Maaf Lahir Batin ”

    Miris memang melihat dan mendengar semua barang-barang dipalsu. Seakan-akan rasanya tidak ada satu barangpun yang tidak dipalsu mulai dari hand phone, emas, bahkan ayam, dan telur sekalipun. Meskipun para pelaku sudah pernah keluar masuk jeruji penjara namun tidak ada rasa jera seditpun. Mereka menghalalkan segala cara, Yaah..mungkin faktor utamanya adalah uang untuk membiayai biaya hidup mereka.
    Berbicara mengenai EMAS imitasi saya tidak heran?? telur asin saja bisa dipalsu apalagi emas. Mereka2 yang tidak jeli pasti akan terkecoh, apalagi pada saat hari2 besar seperti “Hari Raya” adalah sasaran empuk bagi para penipu emas. Cara memasarkannya menurut saya mudah saja hanya dengan berderet dengan toko penjual emas lainnya saya rasa akan menghilangkan jejak, tanpa perlu menyebar pamflet, door to door, dsb. Jadi hendaknya kita lebih waspada terhadap segala sesuatu agar tidak menjadi korban penipuan orang2 yang tidak beradab!!

    Comment by Nursita Titi Zahara | October 28, 2007 | Reply

  26. Menurut saya karakteristik orang yang suka membeli emas imitasi ini adalah orang yang ingin tampil gaya tetapi tidak mempunyai cukup uang untuk membeli emas yang asli. Orang tersebut juga termasuk orang yang gampang terpengaruh oleh omongan orang lain maupun lingkungan sekitarnya. Misalnya saja teman-temannya memakai berbagai macam emas murni dan dia juga tidak mau kalah dengan teman-temannya tersebut. Tetapi dia tidak mempunyai cukup uang untuk membeli emas murni tersebut. Pada akhirnya yang dia beli adalah emas imitasi yang harganya bisa sampai 1/10 harga pasaran emas murni.

    Kalau saya menjadi pemasar emas imitasi ini saya akan menawarkannya dengan cara door to door. Karena cara ini tidaklah mengeluarkan biaya yang besar. Lalu saya juga akan menarik pembeli dengan cara memberikan diskon dan harga yang terjangkau. Apalagi jika mendekati lebaran orang akan sangat mudah terpengaruh dengan kata-kata diskon, sale, dan lain sebagainya.

    Demikian komentar saya tentang lebaran dan perilaku belanja emas.
    Sekian dan terima kasih.

    Comment by Dies Novita | October 29, 2007 | Reply

  27. malem bapak,….><

    k-lo menurut saya karakteristik pembeli emas: yaitu mungkin banyak orang untuk investasi atau menabung dalam bentuk emas karena tidak mempercayai pihak- pihak bang selain itu keuntungan yang didapatkan lebih besar dari pada menyimpan dibank, misalnya saja untuk harga emas yang lalu mungkin sekitar 100.000 an tetapi menjelang saat ini emas sudah meningkat sekitar 200.000 an bayangkan saja itu klo orang punya berapa karat emmm. kebayangkan berapa besar duwit yang diterima. sedangkan untuk karaktristik emas imitasi, mungkin mereka hanya memikirkan untuk saat ini saja misalya orang ingin terlihat mampu atau kaya dengan mempelihatkan semua perhiasannya padahal ia tidak mampu membelinya maka mungkin mereka akan membeli “emas imitasi”

    sedangkan untuk pemasarannya melakukannya dengan cara
    1. mungkin kita membanting atau menurunkan harga emas yang begitu tinggi dari pada pesaing kita meskipun kita hanya memperoleh laba yang cukup sedikit laba
    2. mempunyai desain emas tersendiri daripada meniru desain- desain yang sudah ada di pasaran
    3. dengan cara memberikan kemasan yang menarik mungkin atau tempat emas bukannya di beri dompet untuk tempat emasnya
    4. dan yang terakhir dengan cara mempromosikannya misalnua saja kita memberikan discon untuk 100 pendatang pertama.

    Comment by Hardian nurul .A. | October 29, 2007 | Reply

  28. Ass.Wr.Wb

    …..Klo kita bicara IMITASI pasti kecenderungan banyak orang beropini Negatif. MEngapa? Hal itu mungkin disebabkan oleh prestige dan image dari individu itu sendiri. Karena jika kita menggunakan barang imitasi biasanya orang terdekat kita menyindir dan menghina kita, biasanya sich…!!! otomatis setelah hal itu terjadi kita kan juga malu kan!!! sehingga image kita juga turun, tetapi Paradigma seperti itu sudah luntur pada zaman sekarang ini. Betapa tidak kebanyakan masyarakat tidak menghiraukan barang imitasi dan sebagian besar orang lebih suka menggunakan barang imitasi sebab disamping harganya yang relatif murah, fiturnya juga hampir sama dengan barang asli sejenisnya.

    Jadi untuk memasarkan barang imitasi saya rasa tidak cukup sulit. YAng pertama kita lakukan yaitu melakukan promosi yang besar-besaran supaya khalayak ramai mengenal produk kita. Disamping itu kita harus bisa meyakinkan customer kalau produk kita dapat bertahan lama dan dapat bersaing dengan produk asli ( yang lebih bagus ). Tapi meskipun produk kita imitasi, tidak menutup kemungkinan kalau produk kita dapat menguasai pasar. KArena melihat kecenderungan perilaku masyarakat yang enggan mengeluarkan cost yang besar baik itu untuk fashion, kebutuhan sehari-hari dll.

    Kembali ke konteks kita tentang emas imitasi. Melihat gambaran yang sudah dipaparkan di atas. Untuk memasarkan Emas Imitasi saya kira tidak cukup sulit, karena melihat dari Karakteristik perilaku masyarakat saat ini. Dengan promosi yang cukup hebat dengan sentuhan – sentuhan kata yang cukup menghipnotis konsumen. Saya yakin produk kita laku terjual, serta kita perlu menyusun treatment2(ide – ide) khusus seperti masalah PRICE yang dipangkas habis / lebih murah abiss..dari emas asli, Fitur dan Wrna yang sulit dibedakan dengan aslinya. Serta daya tahan emas imitasi itu sendiri mungkin warnanya tidak mudah luntur / pudar.

    ….Saya kira itu saja yang perlu kita perhatikan dan lakukan dalam mempromosikan Emas Imitasi.Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca serta dapat berhasil jika cara itu diterapkan jika kita ingin memasarkan barang – barang imitasi.Ok!

    Wss.Wr.Wb

    Comment by Feri Setiawan | November 2, 2007 | Reply

  29. Sebelumnya Saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idoel Fitri untuk Bapak Yudi dan teman-teman Saya Kelas Manajemen Pemasaran.
    Menanggapi kasus di atas, Jika Saya menjadi pemasar akan barang imitasi tersebut, yang akan Saya lakukan adalah
    Pemilihan Lokasi, Ini sangat penting! Saya akan mencari lokasi yang cocok dengan barang yang Saya perdagangkan. Maksudnya, barang ini ‘kan imitasi, Jadi lokasi Saya ya di tempat yang kerap kali dikunjungi oleh masyarakat yang mempunyai karakteristik menyukai barang yang “terlihat” mewah dan “terlihat” sama dengan yang dimiliki oleh masyarakat yang benar-benar mampu. Mereka hanya ingin merasa tidak kalah dengan orang-orang yang lebih mampu dari mereka. Yah.. hanya untuk pemenuhan kebutuhan sosial saja…
    Jadi karakteristik pembeli barang imitasi ini adalah orang-orang atau masyarakat yang mempunyai penghasilan di bawah rata-rata atau paling tidak pas-pasan, tetapi ingin memakai barang-barang yang dipakai oleh orang-orang yang berpenghasilan di atas rata-rata.
    Terima kasih.

    Comment by Sitta Su'aidah | November 2, 2007 | Reply

  30. Bpk. yudi yang terhormat
    karakteristik para pembeli/ konsumen memang sangat bermacam-macam dan berbeda satu sama lain. karakteristik konsumen, benar-benar harus dipahami oleh para produsen untuk menentukan target pasarnya dan tingkat marginnya. para konsumen pembeli “emas” tersebut memiliki karakteristik yang unik dan mudah dijangkau oleh para produsen. karakeristik mereka antara lain adalah daya belinya di bawah rata-rata, mempunyai ketertarikan berkelas cukup tinggi, keinginan untuk bersaing terhadap orang lain yang besar, dan ingin diakui dalam pergaulan sosial agar tidak menjadi korban kesenjangan sosial semata. apabila saya menjadi produsen dari produk “emas” tersebut, yang akan saya lakukan untuk memasarkan produk tersebut adalah, pertama saya akan menentukan target pasar saya. target pasar saya adalah masyarakat ekonomi kelas menengah ke bawah, karena pada umumnya konsumen yang tertarik terhadap produk ini adalah mereka yang memiliki daya beli di bawah rata-rata. kedua, saya akan mempromosikan produk tersebut dengan memperkenalkan bahwa sekarang ada imitasi dari emas yang jauh lebih murah harganya dan wujudnya juga tidak terlalu berbeda. mungkin hal-hal tersebut dulu yang akan saya lakukan untuk memasarkan produk tersebut agar menjadi lebih berkembang.
    terima kasih.

    Comment by lidya kristina 2006310326 | November 27, 2007 | Reply

  31. makasih buat soalnya coz dosen gua pake neh soal buat uas manajemen pemasaran. he…he…he… tapi tenang kita g jiblak jawaban karena kita mahasiswa kreatif . n g banget tuh ngutip karya orang -orang diatas. thank you………..

    Comment by oeng | July 10, 2008 | Reply

  32. assalamualaikum wr.wb.,,

    sebelumnya, saya mengucapkan minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin,,

    hmm,langsung saja masuk pada permasalahan…
    menurut saya karakteristik konsumen sangat mudah terpengaruh oleh suatu sikon yang sedang buming. konsumen yang sangat mudah terpengaruh adalah konsumen yang terlihat tidak realistis dalam melakukan penilaian lebih lanjut terhadap suatu barang karena hanya akan menghambur-hamburkan uang (berprilaku konsumtif) seperti halnya pembelian perhiasan emas imitasi tersebut.

    jika saya menjadi pemasar, saya akan memasarkan produk saya dengan cara:
    1. untuk cara memasarkannya sendiri dapat dilakukan dengan mengelar stan atau toko ditempat yang strategis seperti dimall atau dipasar-pasar yang sering dikunjungi konsumen.
    2. dengan packaching yang bagus tentu dapat menarik peminat.
    3. memasarkan dengan melalui media massa yaitu koran, majalah, koran ataupun radio dan bisa juga melalui pamflet dengan catatan produk tersebut.
    4. kualitasnya harus bagus,diskon-diskon juga bisa dapat mempengaruhi pemasaran tersebut,dengan memberi souvenir-souvenir yang bagus.
    5. Selain itu kita juga harus mengikuti model-model perhiasan yang lagi trend,beserta pelayanan yang memuaskan, agar konsumen puas dengan produk kita.
    6. berikan harga yang dapat dijangkau oleh konsumen namun tetap mendapat keuntungan bagi pemasar.

    menurut saya itu yang perlu kita perhatikan dan lakukan dalam mempromosikan emas…
    terima kasih,,

    Comment by rahma gaty | October 3, 2008 | Reply

  33. Ass….
    Menurut saya karakteristik pembeli emas imitasi tersebut adalah seorang pembeli yang hemat tidak memiliki sifat gengsi yang tinggi, karena mereka membeli emas imitasi tersebut mungkin atas dasar suka bukan atas dasar gengsi atau buat gaya-gayaan di depan mereka. kenapa kita harus beli emas asli, kalau ada emas imitasi yang mirip emas asli
    jika saya menjadi pemasar maka saya akan memasarkan produk dengan:
    1. melakukan riset terlebih dahulu untuk mengetahui selera pasar
    2. langkah selanjutnya adalah menentukan terget pasar
    3. memberikan harga yang kompetitif
    4. memberikan garansi
    5. membuat kemasan yang menarik dan unik
    6. membuat selebaran dan brosur yang eye catching.

    Comment by Faris Fashihul Lisan (2007310491) | October 24, 2008 | Reply

  34. Saya klik sana klik sini “nyasar” ke situs ini. Rasanya kenal dan gak asing dengan namanya.. Proficiat.. maju terus.
    Ada satu challenge buat dosen2 apalagi dosen Marketing: bisa jualan barang atau jasa gak di dunia nyata (butuh salesmanship dan selling skill in practice). Moga2 sama2 mumpuni dalam tataran teori maupun praktek.
    Terima kasih.
    Salam,
    ES

    Comment by Erwin S. | September 1, 2009 | Reply

  35. Dear Sir/Madam.

    I write to offer you this full corporate offer (AU Dust Gold).Am contacting you on behalf of my village which comprises of mainly local Gold miners to represent and as well look for a prospective buyer for the bulk of Gold mined locally in our Country.

    I declare my interest and willingness to open discussion in respect of this at your earliest convenience. we have in our position the under listed items.

    FULL CORPORATE OFFER FOR A.U GOLD DUST.

    PRODUCT……………………A.U GOLD DUST.
    QUANTITY…………………….113kg (Kilo grams)
    QUALITY…………………………22+ Carats.
    PURITY …………………………94.00% purity
    PRICE…………………….U S D 24,500.

    Primarily, I intend to reach you or find out from you if you have a buyer either small or big buyer whom we as a community can work with, as our agents in other sub-regions. As soon as you notify me by return mail of your interest and readiness to buy gold or partner with us as agent, we shall open an agreement with you, with regards to Shipment, Terms of Payment and other related conditions attached to this offer.

    Best option is to come down here in Ghana to see our products and possibly sign a deal with us. All the documents will be provided both for exportation and Analyst from the laboratory, Note that there is lots of scams here in Africa.This is why we require your presence here in our country.

    Best regards.
    Mr Anthony Kwasi.

    Comment by Anthony Kwasi | May 4, 2011 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: