Marketing Ide: untuk Perilaku Masyarakat AS
Memasarkan ide, adalah salah satu produk yang dapat dipasarkan oleh pemasar. Kita pernah tahu bagaimana ide keluarga berencana sukses dipasarkan di Indonesia, pemasarnya adalah Haryono Suyono, sehingg dengan pemasaran tersebut laju pertumbuhan diINdonesia menurun drastis. Marketing ide juga diterapkan untuk berbagai isu, misalnya pemanasan global, narkoba dan sebagainya. Prinsip pemasarannya serupa dengan berbagai kegiatan pemasaran produk jenis lain, misalnya barang, jasa, orang atau organisasi.
KOmpas, 26 JUni 2007, dalam halaman 11, pada Rubrik Kilasan Kawat Sedunia, memberitakan hasil riset tentang salah satu sisi kehidupan masyarakat Amerika Serikat (AS). Beritanya adalah sebagai berikut dibawah ini.
Wahington. Hanya sekitar 4 persen orang dewasa di AS yang masih perawan atau perjaka. Demikian hasil riset Pusat Nasional untuk statistik kesehatan yang dipublikasikan hari Jumat (22/6), dan dikutip Reuters, Minggu (24/6). Riset tersebut melibatkan lebih dari 6000 responden. Berdasarkan hasil surve, sebanyak 95 persen warga AS yang berusia antara 20-59 tahun terlibat dalam berbagai kegiatan seks. SEbagian dari mereka mengaku pertama kali melakukan hubungan seks saat usia belia. Dikalangan orang kulit hitam non hispanik, sebanyak 28 persen mengaku berhubungan seks pertama kali sebelum usia 15 tahun. Dikalangan orang kulit putih jumlahnya sekitar 14 persen. Hasil ini tidak terlalu mengejutkan , tetapi menunjukkan bahwa kesehatan publik di AS rentan.”Kita masih melihat banyak orang dewasa mengaku berhubungan pertama kali ketika masih amat muda” kata Dr. Kathryn Porter dari pusat nasional untuk Statistik Kesehatan. “Ini masalah yang perlu mendapat perhatian sebab perilaku seks yang beresiko dapat menyebarkan penyakit dan menimbulkan kehamilan yang tidak dikehendaki’ katanya. Survei serupa digelar tahun 1999 hingga 2002 menunjukkan hasil senada. Sebanyak 46 persen laki-laki kulit hitam mengaku memiliki pasangan seks sebanyak 15 orang atau lebih seumur mereka. Secara keseluruhan, 17 persen laki-laki dan 10 persen perempuan mengatakan bahwa mereka memiliki dua atau lebih mitra seks pada setahun sebelumnya.(Reuters/bsw).
Dari riset tersebut, coba diskusikan, jika Anda adalah seorang pemasar, apa yang dapat Anda sarankan kepada pemerintah AS, dalam menangani masalah tersebut, khusus hal-hal berkaitan dengan bagaimana memasarkan ide dari isu yang ada dalam berita tersebut. Marketing seperti apa yang perlu dilakukan…..
Selamat mencoba dan selamat belajar.
“aNALISISKU”: Menangkap Gairah “Pasar Malam”

(Tulisan ini adalah tulisan Regina Fridashanti (Fota orangnya diatas), peserta mata kuliah manajemen pemasaran lanjutan” , tulisan ini merupakan pemikirannya. Coba peserta manajemen pemasaran kelas G, berikan tanggapan atas tulisan ini. Sebelum menanggapi, baca dulu bukunya dan sumbernya)
“ Manusia tidak akan pernah merasa puas “ kalimat itulah yang coba dijawab oleh pemilik sejumlah outlet yang membuka layanan 24 jam non- stop ( on outlet ) yang bisa diakses oleh masyarakat secara efisien dan cepat. Sebab kebutuhan publik akan layanannya baik berupa jasa maupun produk tidak mengenal waktu. Kebutuhan manusia yang sangat beraneka ragam harus dapat dipahami dan produsen harus jeli menangkap perilaku konsumen yang sangat dinamis ini.
Permintaan pasar yang sangat menuntut dan menjadi alasan utama mengapa layanan ini dibuka 24 jam non stop setiap harinya. Di kota – kota besar permintaan akan on outlet ini sangat tinggi dan cenderung meningkat. Hal ini didorong oleh mobilitas kehidupan kota yang sangat tinggi. Pemicunya tak lain gaya hidup yang berubah dan profesi yang menuntut pola kerja yang cepat dan fleksibel. Hingar bingar kota metropolitan seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota besar lainnya di Indonesia seakan tak pernah mati. Di jalanan kendaraan berseliweran tiada henti seiring dengan waktu yang terus berputar tanpa henti pula. Tempat – tempat hiburan seperti, kafe, bar, dan sejumlah tempat “dugem“ alias dunia gemerlap penuh sesak oleh orang – orang yang haus akan hiburan untuk melepaskan rasa penat dan letih setelah seharian penuh beraktivitas. Bagi orang – orang yang memiliki sedikit waktu untuk bersantai dan bersenang – senang maka malam hari menjadi waktu yang tak terlewatkan, mencari kebutuhan apapun dimalam hari tidaklah sulit.karena sekarang, kita sangat dimudahkan dengan adanya waralaba yang tersebar dimanapun, apotik, bahkan layanan perbankan dan penerbanganpun bisa melayani 24 jam non- stop.
Maraknya pemasaran 24 jam non- stop di pasar pertama kali dipelopori oleh circle- k dan 7- eleven yang menjadi pemicu bagi pemilik outlet lain berbondong- bondong untuk membuka layanan 24 jam non stop ( out outlet ) circle – k masuk ke Indonesia pada January 1986 dan langsung menyedot perhatian konsumen “ pasar malam “. Toserba yang mengambil positioning sebagai store yang menawarkan kemudahan langsung melekat di benak konsumen sebagai waralaba 24 jam. Menggarap bisnis pasar malam bukanlah pekerjaan yang sangat mudah,tapi hal itu juga tak membuat STARBUCKS ciut nyali untuk mecoba peruntungannya di bisnis pasar malam ini. Pada kenyataannya banyak masyarakat yang berkeliaran tengah malam dan biasanya mereka berkunjung ke starbucks untuk melepaskan penat, berkumpul bersama teman – teman atau habis nonton film bahkan ada yang mampir ke starbucks pagi hari sekitar pukul 7.00 yang rata- rata pengunjungnya orang kantoran. Starbucks berani untuk ikut andil dalam bisnis pasar malam ini, meskipun tidak mengeluarkan dana yang sedikit namun keuntungan yang diperoleh juga tidaklah sedikit.
Layanan 24 jam non stop inipun tidak hanya berkutat untuk barang- barang konsumsi, sejumlah perbankan dan penerbangan juga melayani transaksi nonstop. Misalnya BCA, yang membuka layanan 24 jam di sejumlah tempat. Mesipun tidak semua ATM BCA itu dapat digunakan setiap saat ( 24 jam ) setidaknya di setiap kota disediakan mesin ATM 24 jam, terutama yang berada di kantor – kantor cabang. Menurut laksono, deputy division head BCA, secara teknis ATM BCA bekerja selama 24 jam. Tetapi, sebagian besar akses ditutup pada jam – jam tertentu karena berbagai pertimbangan. Diantaranya, faktor keamanan dan sebagian mengikuti pola jam buka tutup pengelola gedung , terutama yang terletak di Mall. Pertimbangan tersebut dibuat agar para nasabah BCA dapat mengambil uang pada jam – jam kepepet dimanapun dan kapanpun. Konsep yang ingin diberikan BCA adalah memberikan kemudahan kepada nasabah yang memerlukan layanan uang tunai anytime and anywhere. Pada prinsipnya jika lokasi tersebut dinilai aman maka BCA akan membuka layanan ATM tersebut selama 24 jam non stop tentunya dengan pengawasan satpam. Membuka ATM selama 24 jam berarti menambah karyawan untuk selalu mengawasi operasi ATM selama 24 jam. Menurut laksono, jumlah SDM yang ada untuk menangani masalah tersebut tidaklah banyak. Jika ada mesin ATM yang rusak pada malam harinya, maka tidak akan langsung dibetulkan saat itu juga, tapi menunggu esok pagi harinya. Yang pasti biaya untuk menjaga operasional ATM tidaklah murah. Hitungannya tidak hanya lembur, karena hal itu tentu tidak akan menarik bagi mereka. Biaya intensifnya di atas biaya lembur, yang disesuaikan dengan gaji masing- masing karyawan. (Sumber : MARKETING edisi 03/ V / MARET 2005)
“dARI dISKUSI” tentang Promosi
Beberapa catatan dari diskusi kelas yang penting dijadikan acuan dalam mempelajari bab komunikasi pemasaran teriintegrasi adalah sebagai berikut dibawah ini.
- Jika kita memasarkan produk minuman keras, langkah – langkahnya apa saja dan seperti apa kegiatan promosinya ?
- Bagaimana agar produk direspon baik oleh masyarakat ?
- Apa maksud metode penentuan aggaran promosi dengan teknik semampunya ?
- Apakah metode ini bisa efektif Bagaimana memilih strategi agar perusahaan laba dan faktor – faktor apa saja ?
- Pemasaran STIE Perbanas menggunakan metode promosi apa ?
- Bagaimana agar iklan dapat ditonton oleh konsumen ?
- Bagaimana mengatasi gangguan komunikasi ?
- Jika anda menjadi perusahaan unggul, kemudian turun oleh pesaing apa yang anda lakukan agar bisa unggul kembali
Untuk kelompok lima ada masukan untuk Anda semua, lihat kata-kata teman-teman Anda berikut ini.
- Suarannya kurang keras
- Terlalu text book, kurang improvisasinya
- Yang pakai baju merah, kok ga aktif sih, sariawan ya ? Tanya kenapa
- Jangan didominasi orang – orang itu saja !!!
- Contohnya dari dulu kok Nokia sih, cari yang lain dong !! Misalnya : tentang voucher yang lagi marak , gitu
- Tolong dibaca ya sarannya
- Presentator kurang bisa mengembangkan logika untuk menjawab pertanyaan. Penyaji kurang bisa mengembangkan teori yang sudah ada
- Beri kesempatan anggota kelompok yang belum menjawab pertanyaan sama sekali
- Ketika ditanya salah satu dari kelompok pembahas, jangan meringis – meringis …..!!!
- Sudah capek ya, kok kelompok yang belum saatnya maju disuruh maju ….
- Slide dan cara menjawab sudah bagus……… Salut buat kelompok 5 !!! Hore…!!!
- Maaf kalau saran dari kelompok kami agak sedikit terkesan ” menusuk hati ” kelompok anda, semoga kelompok anda bisa menerima saran dari kelompok kami dengan senyuman, kalau kalian tersnyum akan terlihat maniezt …. Semanizt gula jawa …… Ha 3 !!!!
- Arif emang muka lho mesum dech
- Mbak yang jaket merah kalau senyum maniez dech
- Slidenya sudah bagus, motifnya sama kayak baju aminatus
Slide kelompok 5 rupanya nggak bisa ditampilkan soalnya kelompok lima belum menyerahkan. Ari, Dian, Rizka, Aminatus, Maulia, Nelly dan David perlu kiranya mendengarkan masukan kelas..
Semoga sukses…selamat belajar…
“Kue Terlambat” ala Manajemen Pemasaran
Memang enak kuliah pagi, sambil makan kue, apalagi kue gratisan. Apalagi gratisannya karena ada yang terlambat datang kuliah. Yah.. namanya sudah kesepakatan, jadi kalau terlambat yang harus tanggung konsekuensinya. Untuk yang baru terlambat, kita sekelas mengucapkan terima kasih dan selamat Anda telah memenuhi harapanya peserta kuliah. Anda telah memberikan kue yang enak (seperti digambar), untuk kelas. Konon ada yang bilang kuenya buatan sendiri ya. Hebat Ruar biasa…
Kuliah manajemen pemasaran kelas G, boleh selesai waktunya, namun belajar marketing tetap jalan terus. Bukankan kita akan memasarkan diri kita untuk dapat jodoh, bukankan kita juga ingin cari kerja atau yang mengerjai setelah lulus, dan bukankan itu semua memerlukan kegiatan marketing. Jadi belajar marketing tetap terus jalan.. Seperti coca-cola……. “always marketing…”
Bagi yang ingin “masuk surga tertinggi”, ikuti kuliah on line via blog selanjutnya.
SElamat belajar dan bekerja……..
Marketing Public Relation Perguruan Tinggi
Perguruan tinggi sebagai organisasi non profit, seperti juga halnya organisasi bisnis juga melakukan kegiatan pemasaran. Tujuannya agar perguruan tinggi tinggi dapat memelihara dirinya secara ekonomi, disamping dengan begitu, cita-cita mulia perguruan tinggi yang mendidik anak bangsa menjadi insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif bisa tetap dipegang, dan tentu saja diraih. Tanpa kegiatan pemasaran modern, perguruan tinggi akan sulit memperoleh mahasiswa, sulit mendapat dana hibah masayarakat, dan sulit mendapat dana penelitian. Apalagi ditengah minimnya dana dari pemerintah, institusi raksasa, yang kalau jujur, paling bisa dan menentukan serta bertanggung jawab atas cita-cita pendidikan. Bangsa yang besar,kalau kita lihat datanya, pasti pendidikannya okey punya….
Kegiatan pemasaran perguruan tinggi tentu berbeda dengan organisasi bisnis. Perbedaan tersebut tentu disebabkan oleh tujuan, skala, dan pelanggan yang berbeda. Perguruan tinggi, tentu bukan organisasi bisnis yang kadang lebih permisif dalam banyak hal, sehingga ada batasan-batasan bagi perguruan tinggi dalam melakukan kegiatan pemasaran.
Boleh di bilang pemasaran perguruan tinggi lebih sebagai pemasaran kehumasan. SEhingga perguruan tinggi lebih banyak mengandalkan pemasaran yang porsi kehumasannya lebih besar. Sedangkan periklanan, promosi penjualan, dan penjualan peribadi, akan lebih kecil.
Ada salah satu contoh baik tentang kehumasan yang justru sering membesarkan nama perguruan tinggi. Contohnya adalah kasus berita di Jawa Pos 18 Juni 2007, yaitu berita tentang jurusan akuntansi yang mendapat hibah A3 dari dikti. Berita selengkapnya dapat didownload disini.
Coba kita diskusikan apa yang terjadi jika perguruan tinggi dapat menghasilkan pemberitaan-pemberitaan seperti itu. Bukan hanya diberitakan misalnya melalui advertorial, tetapi memang layak diberitakan. Apa yang dipersepsikan oleh orang tua mahasiswa, oleh calon mahasiswa, oleh dunia industri dan oleh publik.
Minggu ini, kelompok terakhir adalah kelompok enam. Kita akan mendiskusikan, advertising, public relation, dan promosi penjualan (Chapter 15, Kotler 2006). Lia D, Titik, Yudi, Effendi, Sigit dan Lia A, siap-siap jadi presentator penutup. Pasti lebih baik dari sebelumnya..
Selamat bekerja…..
mpl: Memasarkan Produk Yang Tidak Punya Unique Selling
Untuk peserta mata kuliah manajemen pemasaran lanjutan, ada sebuah kasus menarik dari Rubrik Konsultasi Majalah Marketing (No.9/V/September 2005, halaman 74). Kasusnya adalah seperti dibawah ini.
“Saya seorang marketing perusahaan produk pakaian dalam pria, yang saat ini tengah mengalami kemajuan cukup pesat. Segmen yang menjadi target pasar produk kami adalah kalangan menengah atas. Dalam upaya meningkatkan pa ngsa pasar, kami berniat melakukan komunikasi pemasaran yang lebih efektif ditahun mendatang. Saya mengalami beberapa kesulitan dalam mengajukan program komunikasi pemasaran yang efektif kekantor pusat di Jakarta. Pertama, produk pakaian dalam pria, rata-rata modelnya hampir sama, sehingga sulit merumuskan unique selling point yang benar-benar berbeda dari produk pesaing. Ketiga, sentuhan emosional komunikasi visual pakaian dalam pria tentu tidak sehebat pakaian dalam wanita. Nah, dari kendala-kendala itu bisakah diberikan gambaran sekilas tentang strategi komunikasi pemasaran atas produk kami ? DEN, tinggal di Bandung.”
Anda dapat membaca tanggapan Ibu Yuliana Agung, MBA di halaman yang sama. Tantangan Anda adalah berikan ulasan satu atau dua alenia tentang masalah diatas, kerangkai pemikiran Anda dengan prinsip pemasaran yang ada di literatur. Gunakan originalitas pikiran Anda sendiri. Ingat salah satu yang terbaik adalah yang original..
Selamat belajar dan bekerja…..
“dARI dISKUSI” tentang Distribusi
DIskusi tentang distribusi, memang menarik, manakala tidak hanya dihubungkan dengan produk barang saja sebagaimana di bukunya Kotler. Yang terpenting adalah memahami esensi dari distribusi, saluran distribusi, dinamika, dan bagaimana desain dari distribusi. Dalam diskusi ada beberapa yang penting dicatat, yaitu sebagai berikut dibawah ini.
- Apa perbedaan saluran distribusi pada produk konsumsi dan produk industri, berikan contohnya.
- Kapan kita menggunakan perantara, berikan contohnya.
- Kapan rancangan distribusi dibuat dan atas dasar apa rancangan tersebut dibuat.
- Jelaskan saluran distribusi untuk pemasaran saham.
- Jelaskan saluran distribusi untuk jasa pendidikan.
- Bagaimana memberikan motivasi pada anggota saluran distribusi.
Slide diskusi kelompok empat tentang distribusi dapat didownload disini.
Beberapa masukan dari kelas tentang diskusi destribusi dapat dicermati dibawah ini.
- Dalam menjawab pertanyaan kurang nyambung.
- Kurang menguasai materi
- Kurang kompak, terbukti dalam menjawab pertanyaan, satu anggota menjawab setuju & anggota lain tdk setuju.
- Untuk anggota lain tolong diberi kesempatan berbicara. Tanya kenapa ?
- Contoh kongkrit tidak jelas / jangan ngawur / asal ceplos bo !!
- Distribusi atau koordinasi menjawab pertanyaan kurang optimal. Dapat dilihat dari rebutan menjawab pertanyaan.
- Kurangnya contoh kasus yang diberikan.
- Secara keseluruhan sudah baik, pertahankan.
- Kurang kerjasama antar anggota kelompok, shg anggota kelompok saling mendahului untuk menjawab pertanyaan.
- Jawaban pertanyaannya banyak yang tidak tepat sasaran. Misalnya pada saat ditanyakan kapan tetapi menjawabnya tidak pada situasi waktu.
- Ada anggota kelompok yang hanya diberi 1 kesempatan untuk menjawab / menambah pertanyaan. Kasihan kan????
- Kalau tidak bisa menjawab pertanyaan mukanya pucat semua.
- Ada salah satu anggota kelompok yang sering menyendiri. Jangan meyendiri donk kan nanti kesambet setan kelas lo !!! Hi,,,, serem atu,,,,ut.
- Emank bener cocok sekali “D” jadi tukang cukur kan ganti nama jadi MANCE BO’
- Kulit yang merasa gelap jangan ndusel aja nanti gak kelihatan.
- Menjawab pertanyaan tidak merata
- Jawaban terlalu berbelit-belit dan tidak konsisten.
- Buat anggota lain , kalau presentasi jangan melamun.
- Yang merasa kulitnya gelap luluran donk,,,,
- Memberikan penjelasan kurang lengkap.
- Tolong apabila menjawab pertanyaan / pada waktu diskusi, Anggota lain ikut di ajak jangan dibiarkan dipojok sendirian. Kasihan kan gak ada temannya. Berikan kesempatan Anggota lain buat jawab.
- Kalau menjawab to do point aja, jangan muter2 kita kan gak tau jadinya pusing!!!!!
Dian, Rizka,Nurul, Dion, Faris, Slamet dan Adhadim, coba perhatikan masukan teman lain ya. Kalau Kalian orang maju, pasti kalian suka masukan tersebut.
Selamat belajar dan bekerja…
“Gol Tangan Tuhan”: Antara Kebenaran dan Ketenaran
Kita mengetahui bahwa salah satu aspek penting dari kegiatan pemasaran adalah promosi atau komunikasi pemasaran. Hal ini berlaku baik untuk pemasaran barang, jasa, organisasi, ide ataupun pemasaran orang. Komunikasi pemasaran ini diharapkan akan menjadikanpasar sasaran menjadi tahu, mengerti, tertarik, atau bahkan membeli dan melanggan.
Salah satu kegiatan promosi, yang seringkali dimanfaatkan oleh pemasar adalah public relation (PR). PR merupakan fungsi promosi yang mendorong pemasar untuk menjalin hubungan baik dengan pelanggan atau publik. Salah satu hal penting dari PR adalah bagaimana menciptakan popularitas melalui pemberitaan di media masa. Praktisi PR akan berusaha menaikkan image dengan mati-matian menjadikan setiap event yang diadakan dapat diberitakan maksimal, bahkan jika tidak ada event dibuatlah event yang laku “dijual” kepada media.
Tidak terkecuali, hari ini Senin 11 Juni 2007, kita disuguhi pemberitaan mengenai Lionel Messi, yang beru saja mencetak gol dengan tangannya. Kasusnya dapat didownload disini. Mencetak gol bukan luar biasa, namun mencetak dengan tangannya adalah luar biasa. Lebih luar biasa lagi jika itu benar-benar dinyatakan sebagai gol, yang artinya wasitnya kecolongan. Kasus yang sama pernah terjadi pada maestro sepakbola Maradona pada saat PIala Dunia 1986. Sehingga Messi dijuluki sebagai “titisan Maradona”, Ingat gambar dibawah ini ?
Dalam perspektif marketing, popularitas Messi tidak terbantahkan. Banyak yang mengelu-elukan, diberitakan dibanyak media, dan semua orang tahu. Ketenaran menjadi predikat bagi Messi, dan lihat saja jika ketenaran menyertai seseorang, maka dibelakangnya materi akan mengikuti. “Kembali ke laptop” ingat fenomena suksesnya “Tukul Arwana”.
Jika Anda adalah Messi, seorang pemain sepakbola yang memasarkan dirinya agar menjadi “celebrity”. Apa yang seharusnya dilakukan, haruskan dia memilih ketenaran dengan Gol tangan Tuhan, atau mungkin dia akan menyadari kebenaran yang terjadi. Pilihannya adalah ketenaran atau kebenaran.
Minggu ini kelompok yang maju adalah kelompok lima. Arif, Dian, Rizka, Aminatus, Maulia, Nelly dan David siap-siap lho… Berlatihlah. Oh ya, ada yang mau bawa konsumsi lho atas keterlambatan datang kuliah minggu kemarin. Kita lihat saja….
Selamat belajar…..
Saran untuk dISKUSI
Berikut ini adalah saran dari kelas, atas presentasi kelompok 1. Tujuannya agar dapat memberikan catatan perbaikan, jika kelak presentasi. Kemampuan presentasi adalah kemampuan yang tak kalah pentingnya dijaman serba kompetitip saat ini. Ingat kurang percaya diri sering muncul karena kita jarang presentasi. Kelompok 1 (Dafiq, dian, bagus, prasetyo, taufiq, ikhwani dan ayu bekti), mudah-mudahan memberikan manfaat, jangan tersinggung dengan masukan ini. Ingat kemajuan selalu berasal dari perbaikan, dan perbaikan bahan dasarnya adalah kritik atau masukan. Kalau kita mau maju, dengarkan kritik dan masukan orang lain. Untuk yang mengkritik ada panduan bagus agar kritiknya juga bagus dari www.www.dynamicflight.com.
Saran untuk presentasi kemarin adalah :
- Menjawab pertanyaan, buat anggota cewek suara kurang keras dan gak nyambung.
- Kurang kompak, terbukti dengan adanya blok barat bdan blok timur dan kurang kebersamaan.
- Kurang interaktif dengan peserta.
- Penjelasan pada slide terlalu banyak, jadi susah untuk dimengerti / dipelajari, sebaiknya beri inti-intinya saja.
- Suasananya kaku / terlalu serius jadi bosen dan bikin ngantuk.
- Presentasi kelompok 1 sudah bagus, kurang ada distribusi kelompok, masih ada anggota yang belum partisipasi.
- Agar lebih dapat menghidupkan suasana dalam kelas, supaya kita tidak merasa bosan.
- Untuk penyajian sudah bagus, namun kelompok anda kurang kompak dalam presentasi.
- Anggota yang kurang aktif diharapkan untuk lebih menggali jawaban dari penanya.
- Secara keseluruhan sudah cukup baik dan pertahankan.
- Lebih spesifik dalam menjawab.
- Lebih kompak
- Penjelasannya lebih detail lagi jangan abstrak.
- Menjawabny6a jangan bersamaan, bingung jadinya !!!!!!
- Tulisan dalam slide tidak jelas tertutup gambar-gambar.
- Dalam hal menjaab pertanyaan, hanya didominasi oleh orang-orang yang sama / tertentu.
- Buat contoh yang lebih konkrit.
- Kalau jawab jangan asal-asalan.
- Harus menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
- Jangan terlalu menyudutkan peserta yang bertanya.
- Jangan memotong pembicaraan peserta yang bertanya.
Mudah-mudahan kelompok empat yang akan maju, bisa memanfaatkan masukan ini.
SElamat bekerja dan belajar
Distribusi Kreatif Ala Mayora
Saluran distribusi pada dasarnya adalah sekumpulan organisasi yang saling berhubungan yang terlibat dalam proses membuat produk tersedia untuk digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen. Kapan produk dibutuhkan pada saat itu saluran distribusi dapat menyediakan, dimana produk dikonsumsi disitu saluran distribusi bisa menyediakan, berapa produk yang akan dikonsumsi dalam jumlah itu pula saluran distribusi bisa menyediakan. Kadang untuk membiayai kemampuan ini pemasar harus memiliki saluran distribusi yang sangat lengkap, namun kadang pule mereka numpang pada saluran yang telah ada. Sepanjang fungsinya okey, mereka akan gunakan selama mereka butuhkan.
Tentang distribusi ini ada ulasan menarik, yaitu distribusi kreatif, dari markplusnews.com. Ulasan selengkapnya dapat didownload disini.
Yang maju minggu ini adalah kelompok empat. Chapter yang didiskusikan adalah tentang saluran distribusi (Chapter 12 Kotler 2006). Dian, Rizka,Nurul, Dion, Faris, Slamet dan Adhadim selamat bekerja dan presentasi. Yang lain jangan lupa baca bukunya.
SElamat bekerja dan belajar…








