Y u d i S u t a r s o

Kuliah Manajemen Pemasaran

Playboy dan benturan budaya

picture1.pngKita telah membahas minggu lalu bahwa salah satu yang dipertimbangkan pemasar dalam melakukan kegiatan pemasaran adalah budaya. Budaya memegang peranan penting dalam mempengaruhi  konsumen memilih dan membeli suatu produk. Kita tahu play boy Indonesia adalah majalah dewasa yang kemunculannya penuh dengan kritik berbagai kalangan dan perjuangan dari para pendirinya. Sebagai pemasar dan pimred play boy Erwin Arnada sampai sampai dimeja hijaukan, sekalipun vonis nya bebas.

Tugas anda adalah sebagai pemasar, apakah yang Anda mesti lakukan jika Anda adalah pemasar dari play boy Indonesia. Gunakan pengetahuan prinsip-prinsip pemasaran dalam menjawab diskusi ini.

SElamat bekerja dan belajar……….

About these ads

April 12, 2007 - Posted by | Manajemen Pemasaran

39 Comments »

  1. Jika saya sebagai pemasar dari majalah playboy Indonesia, saya harus melakukan lebih dari sekadar menyesuaikan diri dengan konsumen sasaran, karena majalah playboy sudah penuh dengan kritik dari berbagai kalangan. Sebagai pemasar saya akan merancang beberapa strategi yang dapat membantu menumbuhkan citra yang baik dari majalah playboy untuk menghindari ancaman di lingkungan masyarakat
    1. Bentuk dan isi dari majalh playboy diperbaharui terutama pada cover majalah playboy dengan tidak menampilkan aksi-aksi porno dan vulgar, karena itu dapat langsung memberi image yang buruk pada masyarakat
    2. Sedikit demi sedikit saya akan memperbaiki dan menghapus image buruk yaitu image porno yang ada pada playboy dengan tidak menyuguhkan gambar-gambar yang terlalu vulgar dan juga mengganti image porno tersebut dengan image bahwa gambar-gambar tersebut adalah seni ( yang pastinya tidak menampilkan hal-hal yang porno)
    3. Daerah pemasaran majalah playboy dipersempit dan juga dibatasi. Yang dulunya mudah dijangkau dari kalangan manapun sekarang tidak bisa lagi. Yang dulunya mudah dibeli dimana-mana seperti di jalan-jalan sekarang tidak. Majalah playboy dijual di tempat-tempat yang khusus memperjualkan majalah-majalah dewasa. Setiap pembeli yang ingin membeli majalah playboy harus memperlihatkan KTPnya untuk membuktikan kalau ia benar-benar dewasa atau layak untuk membaca majalah playboy.Sehingga anak-anak dan remaja yang masih belum dewasa tidak mudah menjangkaunya, hanya orang-orang tertentu saja.
    4.Selain itu majalah playboy banyak melakukan kegiatan sosial sehingga dapat menumbuhkan citra yang baik di lingkungan masyarakat.
    5. Dengan memperbaiki sisi-sisi negatif dari majalah playboy, sedikit demi sedikit majalah playboy akan dapat menjauh dan terhindar dari media televisi. Karena telah kita ketahui bahwa media televisi yang paling banyak dan yang paling ampuh menyebarluaskan berita tentang kejelekan-kejelekan majalah playboy. Sehingga banyak masyarakat yang mengetahuinya.setelah semua sisi negatif dari majalah playboy telah diperbaiki majalah playboy akan banyak diminati lagi.
    6.Tetapi walaupun image buruksudah diperbaiki saya akan terus memantau reaksi dari masyarakat tentang majalah playboy.Agar kalau ada masyarakat yang tidak senang atau protes akan dapat segera teratasi. Sehingga masalah tidak akan menjadi besar apalagi sampai ke meja hijau lagi. Semoga tidak akan ada kejadian seperti tiu lagi. Amiiiiiiiiiiin………….
    Ini komentar dari saya, mohon maaf kalau susunan kalimatnya berantakan soalnnya saya juga bingung menyusun kalimat yang benar.
    selamat mengajar pak yudi………….

    Comment by nurul hikmah (2006310092) | April 12, 2007 | Reply

  2. Majalah playboy adalah salah satu majalah internasional yang telah terbit juga di indonesia. Penerbitan majalah ini di Indonesia menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Akan tetapi pada kenyataannya banyak masyarakat indonesia yang kontra akan penerbitannya. Hal ini disebabkan karena isi didalamnya masih terdapat hal-hal yang dianggap tabu dan tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Menyingkapi penerbitan majalah ini, bagi mereka yang kontra akan penerbitannya melakukan aksi protes keras melalui demonstrasi agar majalah ini tidak diterbitkan lagi dan dicekal.
    Jika saya sebagai pihak pemasar majalah playboy saya akan melekukan hal-hal berikut ini :
    1. Memperbaiki image majalah playboy di mata masyarakat
    Kita tahu bahwa image majalah ini sangat buruk di mata masyarakat kita khususnya mereka (kelompok muslim) yang fanatik.Yang pertama kami akan meminta maaf kepada masyarakat yang menolak majalah ini untuk diterbitkan dari situ saya akan mencoba untuk lebih menjelaskan mengenai isi didalamnya yang tidak hanya memuat hal-hal yang berbau pornografi.
    2. Memperbaharui/memperbaiki isi majalah playboy
    Hal ini sangat penting dilakukan agar penerbitan majalah ini bisa diteruskan. Jikalau memang ada hal-hal atau gambar yang disajikan didalamnya tidak pantas untuk ditampilkan maka kami akan berusaha untuk memperbaiki objek tsb. Ini dapat dilakukan dengan cara mengurangi foto-foto panas yang berbau syur, atau bisa juga dengan cara menambahkan artikel-artikel yang lebih bermanfaat bagi para pembaca majalah ini.
    Dengan melakukan kedua hal tersebut kami sebagai pihak pemasar berharap agar penerbitan majalah ini bisa dilanjutkan dan diterima oleh masyarakat. dengan begitu hal ini dapat meminimalisasi kerugian dari pihak kami sbgai penerbit dan juga pembaca.

    tambahan keterangan komentar :
    nama : Dian Rosalina Purnamasari
    NIM : 2006310048

    Comment by dian rosalina p | April 14, 2007 | Reply

  3. Apabila saya menjadi pemasar majalah Play boy Indonesia., maka saya akan melakukan perbaikan pada majalah Play boy, yang pertama adalah bagamana memperbaiki nama dan citra majalah Playboy kepada masyarakat yang selama ini telah buruk di masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakat dengan cara:
    1.Meyakinkan kepada masyarakat bahwa Play boy Indonesia tidak sama dengan Play boy luar negri yang menampilkan foto-foto yang vulgar.
    2.Playboy Indonesia bukan hanya berisi foto-foto vulgar saja tetapi lebih mementingkan isi yang berkualitas, sehingga Playboy Indonesia harus memperbaharui isi dan meningkatkan kualitas isinya.
    3.Foto-foto yang ditampilkan pada cover maupun dalam majalah harus sopan dan memperhatikan budaya ketimuran Indonesia.Meskipun dari segi fotografi hal tersebut bagus tetapi apabila tidak sesuai dengan budaya kita maka tidak akan ditampilkan.
    4. Distribusi yang dilakukan juga akan lebih menekankan pda outlet khusus yang ditunjuk sebagai agen distribusi nya dan bukan dijual di pedagang eceran seperti pinggir jalan ataupun di lampu merah seperti pada edisi pertama nya.
    Semoga dengan cara ini Play boy Indonesia dapat diterima di kalangan masyarakat Indonesia.
    By : Lia Dahniar (2006310035)

    Comment by Lia Dahniar | April 14, 2007 | Reply

  4. Majalah Playboy adalah salah satu majalah dewasa, yang saat ini mengalami pro dan kontra. satu sisi mengatakan bahwa majalah tersebut merupakan suatu seni dalam hal fotografi, dan di lain sisi majalah tersebut merupakan pornografi yang merugikan. apalagi di negara Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama islam, yang tidak bisa menerima keberadaan majalah tersebut. tentu saja hal ini menjadi suatu konflik di masyarakat umum.
    Bila saya menjadi pihak pemasar majalah Playboy maka yang akan saya lakukan adalah:
    1. Memperbaiki isi dari majalah Playboy.misalnya dengan mengganti foto2 yang di anggap fulgar dengan foto2 yang tidak begitu fulgar namun terlihat seninya. sehingga masyarakat akan yakin bahwa majalah tersebut tidak merugikan.dan mengganti covernya dengan foto2 yang lebih sopan agar bisa diterima masyarakat.
    2. Membatasi penjualannya. misalnya dengan menerbitkan majalah tersebut dengan jumlah terbatas dan tempat penjualan yang tertentu yang tidak dapat di jangkau anak2 di bawah umur.
    3. Menaikkan harga. Yaitu menetapkan harga yang tinggi dari sebelumnya agar anak2 di bawah umur tidak dapat menjangkaunya.
    4. Memperbaiki nama baik majalah Playboy. misalnya dengan melakukan kegiatan2 sosial kpd masyarakat yang menunjukkan bahwa pihak tersebut peduli.
    5. Mengekspose majalah tersebut melalui media elektronik, dan menyatakan bahwa majalah tersebut tidak lagi seperti yang sebelumnya, namun ada perubahan yang di harapkan tidak lagi merugikan masyarakat.
    6. Memberi label himbauan pd cover depan dan belakang, dengan tulisan “Untuk Dewasa”. dan menghimbau pada para penjual agar tidak menjualnya pada anak2 di bawah umur.

    by : Rizka Aprilia H.
    2006310032

    Comment by Rizka Aprilia Hapsari. | April 15, 2007 | Reply

  5. jika saya menjadi pemasar majalah play boy maka yang akan saya lakukan :
    penjualan dilakukan secara exclusive,bukan secara bebas dipasarkan ditempat-tempat umum, dimana untuk memperoleh profit maximal dilakukan dengan 2 strategi yaitu:
    1.Sistem member card (exclusive)
    Kenapa pemasaran penjualan harus exclusive, karena dibatasi oleh norma-norma dan adat istiadat dan budaya setempat.
    2. melalui limited edition
    Dan mangapa pula harus limited edition, karena dengan limited edition diharapkan memperoleh harga yang semaksimal mungkin ,tentunya memperoleh kemudahan dalam dalam pengawasan penjualan.

    Untuk lebih mempercepat penjualan dan memperoleh target profit maka diterapkan sistem member card, dimana seorang member akan memperoleh potongan harga apabila dapat mengajak seorang lagi.

    Dengan penerapan kedua sistem tersebut diharapkan dapat memaksimalkan dan memudahkan untuk pemasaran edisi berikutnya.

    by : Titik prihatin (2006310042)

    Comment by titik prihatin | April 15, 2007 | Reply

  6. majalah playboy merupakan majalah yang image_nya sangat buruk dipandangan warga muslim khususnya di negara indonesia .Majalah ini sangat tidak mendidik khususnya dikalangan remaja,majalah ini sangat tidak layak terbit di Indonesia. Apalagi majalah ini di terbitkan setiap hari jum’at ,dimana hari jum’at merupakan hari kemenangan umt islam .Meskipun masyarakat dI INDONESIA mulai mengukuti trend,style yang berada di budaya barat
    jika saya menjadi seorang marketer majalah plyboy yang saya lakukan adalah
    1.Tidak memperjualbelikan majalah tersebut ditempat tempat yang mudah dijangkau oleh kalangan dibawah usia 17th+(kios illegal)
    2. Menetapkan harga yang susah didapat oleh kalangangan dibawah usia 17th+ mis:harga yang semula Rp20.000 dinaikkan menjadi Rp50.000
    3.Menerapkan system limited edition , karena dengan adanya penerapan system tersebut dapat mengurangi proses pembodohan masyarakat indonesia
    4Mengganti cover majalah plyboy menjadi soft porno
    Mudah mudahan ketiga cara diatas tidak dilakukan dan yang semestinya harus dicekal dan tidak boleh terbit di Indonesia karena ketidak pantasan meniru negara budaya barat
    Semakin kita meniru budaya barat yang tidak sesuai di negara kita,dinegara kita pasti menjadi “ZAMAN KEJAHILIYAAN” Mudah_mudahan tidak menjadi zaman kejahiliyaan, amien……………………..! tetapi menjadi negara yang tangguh akan menghadapi kenegatif_negatifan yang memasuki negara kita.
    nim :2006310071
    created by :fariz rachman

    Comment by fariz rachman (2006310071) | April 16, 2007 | Reply

  7. Majalah Playboy adalah salah satu majalah dewasa, yang saat ini mengalami pro dan kontra. satu sisi mengatakan bahwa majalah tersebut merupakan suatu seni dalam hal fotografi, dan di lain sisi majalah tersebut merupakan pornografi yang merugikan. apalagi di negara Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama islam, yang tidak bisa menerima keberadaan majalah tersebut. tentu saja hal ini menjadi suatu konflik di masyarakat umum.
    Bila saya menjadi pihak pemasar majalah Playboy maka yang akan saya lakukan adalah:

    1. tetap mempertahankan dengan semangat 45 majalah play boy,harus tetap jaya selalu… peace..
    2. memperbaiki image majalah play boy dengan cara..
    tidak semua isi dalam majalah play boy berisi tentang pOrnografi..melainkan pengetahuan ( sains ) jadi saya anjurkan kepada masyarakat indonesia jangan selalu berpikir negativ terhada[p majalah ini..
    3. selalu memberikan himbauan – himbauan kepada kalayak ramai bahwa sesungguhnya majalah ini hanya “UNTUK DEWASA”
    4. tidak terlalu sering mengekpose gambar – gambar yang WWWWAAAAHHHH…
    5. dan yang terakhir selalu mendekatkan diri kepada yang maha Kuasa..

    terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya…
    thanks……thanks….

    YUDI KURNIAWAN LASTANTO.2006310101

    Comment by yudi kuRniawan | April 16, 2007 | Reply

  8. Jika saya sebagai pemasar dari majalah playboy Indonesia, saya harus melakukan lebih dari sekadar menyesuaikan diri dengan konsumen sasaran, karena majalah playboy sudah penuh dengan kritik dari berbagai kalangan. Sebagai pemasar saya akan merancang beberapa strategi yang dapat membantu menumbuhkan citra yang baik dari majalah playboy untuk menghindari ancaman di lingkungan masyarakat

    1.Mengurangi foto-foto vulgar diganti foto yang dirasa cukup sopan,
    2.Memberi label himbauan pd cover, dengan tulisan “Untuk Dewasa”. dan menghimbau pada para penjual agar tidak menjualnya pada anak2 di bawah umur,
    3.Menjual majalah hanya pada tempat_tempat khusus,dan jauh dari jangkauan anak_anak,karena tidak baik untuk pertumbuhan anak yang hendak menuju dewasa.

    Comment by sigid adri saputra | April 16, 2007 | Reply

  9. jjika saya sebagai pimpinan redaksi dan pemasaran majalah Playboy, hal yang saya lakukan pertama kali adalah mengundang mentri pendidikan dan kebudayaan serta mengundang para pemuka agama di Indonesia (kalau bisa pemuka agama di Indonesia) bagaimana mencari jalan keluar yang terbaik. karena menurut saya dengan beredarnya majalah playboy di Indonesia dampak yang ditimbulkan akan sangat signifikan, lebih menjurus ke efek negatif pada masyarakat terutama untuk remaja-remaja dan pelajar. jika dalam distribusi tersebut saya selaku pimpinan redaksi dan pemasar tidak diperkenankan untuk mengedarkan majalah playboydi Indonesia, dengan iklas dan tulus hati saya akan menerima keputusan tersebut. tapi, jikalau saya diperkenankan mengedarkan majalah tersebut saya akan menerbitkan dan menjual kepada masyarakat dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
    1. Mengurangi pose-pose yang vulgar oleh model playboy Indonesia yang cenderung bebas dan libelar karena pada dasarnya budaya Indonesia tidak cocok dengan kebudayaan barat, jangan terlalu mempertontonkan tubuh yang bagus untuk diperlihatkan, tetapi lebih memperlihatkan seni artistik tentang keindahan tubuh wanita.
    2. Wawancara yang dilakukan oleh majalah playboy baik pertanyaan yang diberikan pihak playboy maupun jawaban yang diberikan oleh model sedemikian rupa harus di edit dan diatur sebaik mungkin agar tidak menimbulkan rumor-rumor yang negatif beredar dalam masyarakat.
    3. Untuk harga dari majalah playboy, dengan melihat kondisi masyarakat Indonesia. saya tetapkan majalah ini sasaranya untuk kelas menengah keatas, karena harganya yang relatif mahal.
    4. Pembeli dari majalah ini haruslah orang dewasa yang berusia diatas 25 tahun (baik pria maupun wanita). karena selain playboy adalah majalah untuk kaum dewasa, juga dikarenakan akan terjadi salah konsumsi (dibaca oleh anak-anak, pelajar, dan remaja dibawah usia 25 tahun) yang akan menimbulkan dampak negatif bagi perkembangankesehtan mental dan jiwa mereka.
    5. Majalah playboy ini tidak sembarangan diperjual belikan di pasaran. majalah ini akan dijual di supermarket-supermarket, swalayan dan toko-toko buku resmi yang bekerja sama dengan perusahaan penerbit majalah playboy.
    6. Yang paling penting adalah pengawasan oleh orang tua terhadap anak-anaknya, khususnya anak-anak yang menginjak dewasa/remaja. jika orang tua ada yang membeli majalah playboy hendaknya jangan sampai majalah ini dibaca/dikonsumsi oleh anak-anak, pelajar, remaja dibawah usia 25 tahun.

    Comment by Dion Yanuar Purba (2006310010) | April 16, 2007 | Reply

  10. semua orang sekarang tentunya sudah banyak yang mengetahui tentang majalah playboy,karena majalah playboy adalah salah satu dari sekian banyak majalah terkenal. majalah playboy ini adalah majalah yang sasaran konsumennya si tujukan kepada para pria dewasa. sebenarnya majalah ini di terbitkan dengan alasan karena seni pada tubuh seorang wanita, tapi pada kenyataanya ketika majalah playboy ini di terbitkan di indonesia malah terjadi kontroversi antar para pihak,karena mereka menganggap bahwa akan merusak moral bangsa dengan mempertontonkan gambar-gambar wanita yang sangat fulgar. dalam hal ini, jika saya bertindak sebagai pemasar yaitu adalah :
    1. memberi pengertian kepada masyarakat bahwa sebenarnya majalah playboy di terbitkan bukan untuk tujuan yang tidak baik, melainkan untuk kebutuhan para pembaca yang khususnya pria dewasa karena didalam majalah tersebut isinya bukan hanya foto-foto wanita saja tetapi juga terdapat informasi bagi para pembacannya
    2. memasarkan ke tempat yang memang khusus ato bagi yang ingin membeli bisa langsung memesan melalui agen yang ada
    3. membandrol harga yang cukup mahal agar pemasarannya tidak sampai ke tangan anak di bawah umur
    4. tidak lebih banyak menampilkan foto-foto yang terlalu fulgar tetapi lebih banyak di isikan tentang informasi yang lebih bermanfaat bagi para pembaca

    tambahan keterangan komentar
    nama : Noer Indah Permata Sari
    nim : 2006310051

    Comment by Noer Indah Permata Sari | April 16, 2007 | Reply

  11. Kita tentunya sudah mengetahui bahwa Majalah Playboy dalam penerbitan edisi perdananya telah mengalami pasang surut yaitu pro dan kontra yang terjadi di masyarakat. Majalah Playboy yakni Playboy edisi Indonesia banyak menerima tentangan dan acaman yakni kontra dari pihak masyarakat khususnya Front Pembela Islam. Majalah ini banyak menerima kritikan-kritikan dikarenakan isinya yang dianggap tabu dan tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Hal ini menyebabkan konflik yang sangat serius sampai-sampai pimpinan redaksi Majalah Playboy edisi Indonesia di meja hijaukan walaupun vonisnya bebas.

    Seandainya saya menjadi pihak pemasar Majalah Playboy edisi Indonesia, saya akan melakukan beberapa hal yang mungkin dapat memperbaiki citra Majalah Playboy di masyarakat Indonesia, yaitu:
    1. Hal pertama yang saya lakukan adalah mengadakan pers dengan maksud meminta maaf pada masyarakat atas ketidaknyamanan masyarakat dengan diterbitkannya majalah Playboy yang banyak menimbulkan kontra. Selain itu juga menekankan dan berjanji akan mengubah image Majalah Playboy, yaitu dari segi isi, dengan tidak menampilkan gambar-gambar atau foto-foto yang berbau porno atau vulgar, mengganti cover Majalah Playboy dengan foto-foto yang sesuai dengan budaya ketimuran Indonesia, jika memungkinkan.
    2. Bila ada foto atau gambar yang semi vulgar (tidak begitu blak-blakan), kami akan menjelaskan bahwa hal tersebut tidak termasuk dalam pornografi, melainkan hanya seni, dan tak lupa hal itu masih memperhatikan budaya masyarakat Indonesia.
    3. Mengadakan suatu acara sosial, seperti bakti sosial dan sebagainya, hal ini dimaksudkan agar dapat menimbulkan citra yang baik di mata masyarakat Indonesia terhadap Majalah Playboy, sehingga asumsi masyarakat sebelumnya yang memandang secara kontra, berubah menjadi pro, selama apa yang dilakukan Majalah Playboy tidak menyimpang dari norma dan budaya Indonesia.
    4. Membatasi penjualan dengan membatasi daerah penjualan Majalah Playboy, dengan tidak menjual majalah tersebut secara bebas, menyediakan tempat atau kios khusus untuk penjualan majalah tersebut, sehingga tidak sembarang orang yang dapat membeli majalah tersebut, selain itu menaikkan harga majalah agar tidak dapat dijangkau oleh anak-anak yang masih dibawah umur (belum dewasa). Jika perlu menyediakan member card atau kartu keanggotaan bagi pelanggan yang ingin membeli majalah tersebut sehingga hanya orang yang sudah cukup umur (dewasa) yang dapat membeli majalah tersebut.
    5. Jika dirasa image buruk yang melekat pada Majalah Playboy telah berkurang, kami akan tetap mengadakan research and development, hal ini dimaksudkan untuk mengetahui respon masyarakat terhadap Majalah Playboy, sehingga kita dapat mengetahui seberapa jauh kepuasan pelanggan terhadap produk kita, selain itu juga berguna untuk lebih jauhnya agar Majalah Playboy tetap mendapatkan citra yang baik di mata masyarakat.

    Mungkin hal itu yang dapat saya lakukan apabila saya menjadi pemasar dari Majalah Playboy. Saya mohon maaf kalau ada kesalahan dalam tugas saya kali ini. Saya juga mohon maaf, mungkin tugas saya ini terlambat waktu pengumpulannya. Terima kasih yang sebesar-besarnya, mohon bimbingannya dan selamat mengajar untuk bapak.
    Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Slamet Budi Waluyo
    2006310019
    Manajemen Pemasaran Kelas G

    Comment by Slamet Budi Waluyo | April 17, 2007 | Reply

  12. jika saya menjadi manajemen pemasaran majalah playboy,saya akan merancang beberapa strategi pemasaran yang antara lain :
    a.saya akan mengurangi beberapa porsi topik yang berbau porno demgan mengganti dengan topik lifestyle.
    b.menampilkan foto dan gambar yang tidak terlalu vulgar.
    c.tidak akan selalu memuat isi yang berbau porno.
    d.saat hari besar agama kami akan memuat bbebrapa topik yang berkaitan dengan kerohanian
    e.sebagai meningkatkan image saya akan memasarkan produk ini di beberapa toko besar.mini market.dll.
    f.sasaran pasar kami mialah dari golongan menengah atas.
    g.menampilkan foto dari artis yang sedang naik daun sbagai cover majalah.
    h.untuk memperbaiki citra majalah playboy mengadakan tindakan bakti sosial.misal pda bulan ramadhan mengadakan buka bersama .dan membentuk posko zakat

    Comment by ikhwani | April 17, 2007 | Reply

  13. seandainya saya menjadi manajer majalah playboy saya akan mengatur beberapa strategi sebagai berikut :
    1.meminimalisasi gambar yang panas.agar tidak menimbulkan sesuatu yang kontroversial.
    2.memberikan topik yang isi nya sesuai dengan kode etik yang berlaku
    3.untuk memperoleh brand image,maka saya akan memasarkan majalah di toko-toko besar dan beberapa mini market
    4.karena majalah playboy telah di kenal di masyarakat sebagai majalah porno,maka untuk memperbaiki citra di mata masyarakat kami akan menggalang bakti sosial.
    5.tidak memuat gambar semi telanjang dengan mengganti gambar wanita berpakaian seksi.
    6.harga di sesuaikan dengan kantong kalangan menengah atas.agar tidak sampai dikonsumsi oleh anak-anak.

    Comment by david minarta | April 17, 2007 | Reply

  14. jika saya menjadi seorang pemasar dari majalah playboy,yang kita kenal sebagai majalah yang mengundang banyak kontroversi dari berbagai kalangan karena menampilkan banyak foto vulgar yang bagi orang muslim itu adalah hal yang dilarang oleh ketentuan agama,tentunya bukan suatu hal yang mudah untuk memasarkan kepada masyarakat agar mereka dapat menerimanya.untuk itu sebagai pemasar saya perlu menggunakan langkah yang pasti dan strategi yang sesuai di dalam pemasarannya.dari hal tersebut langkah yang akan saya lakukan adalah :
    1. saya akan melakukan banyak perubahan pada isi majalah playboy sendiri yang banyak menampilkan gambar-gambar vulgar dan bertentangan thd budaya kita.
    2. penjualan majalah playboy tidak pada tempat-tempat umum yang biasa diperjual belikan,tetepi kita jual pada tempat-tempat tertentu khusus majalah orang dewasa.
    3. membatasi pembelian majalah play boy dalam jumlah besar, karena untuk meminimalisasikan pemasaran produk di lain tempat yang dapat dijangkau dg mudah oleh kalangan dibawah umur.
    4. menambahkan dan memperbarui isi dari majalah agar menjadi mempunyai beraneka ragam fungsi yang mendidik dan tidak menyimpang dari aturan-aturan yang berlaku.
    5. Mencantumkan label himbauan pd cover depan dan belakang, dengan tulisan “Untuk Dewasa”.serta menginformasikan kpd para penjual untk tidak diperjual belikan ditempat-tempat umum serta pada anak di bawah umur.
    6. selalu memperhatikan mengenai keluhan para pelanggan serta melakukan umpan balik kepada mayarakat umum dengan membuka pusat inforamasi dan sesering mungkin memberikan poling kepada pelanggan.

    jadi menurut saya hal terpenting dari seorang pemasar yaitu bagaimana ia b isa dan mampu untuk melakukan pendekatan kpd konsumer tentang pendapat mereka mengenai keunggulan dan kelemahan dari produk yang akan dipasarkan.

    by : Prastyo dwi utomo
    2006310016
    Manajemen pemasaran kelas G

    Comment by prastyo dwi utomo | April 17, 2007 | Reply

  15. tindakan yang akan saya lakukan jika saya menjadi manajer pemasaran dari majalah playboy ialah :
    1.saya akan berdiskusi kepada tim kreatif agar meminimalisasi foto-foto yang syur.yang tidak seuai kode etik di indonesia
    2. untuk meningkatkan brand image. saya akan memasarkan majalah ini di kios-kios tertentu,minimarket,mal ,dll
    3.harga di sesuaikan dengan kantong masyarakat menengah atas
    4.karena citra majalah playboy sebagai majalah porno maka kami selaku manajer akan melakukan beberapa tindakan bakti sosial
    5.mengganti babarapa topik yang dianggap kontroversi dengan topik yang baru yang setidaknya tidak menyinggung masyarakat/ormas yang ada

    by: ikhwani
    nim:2006310164

    Comment by ikhwani | April 17, 2007 | Reply

  16. hahahahahaha

    Comment by fariz rachman (2006310071) | April 17, 2007 | Reply

  17. Majalah Play Boy merupakan majalah yang berbau pornografi. Pada saat ini banyak kalangan yang menentang keras beredarnya majalah ini.
    Jadi seandainya saya sebagai pemasar dari majalah play boy ini saya akan melakukan :
    1. Membatasi atau di pasarkan tidak d semua tempat terdapat majalah itu.
    2. Tidak di perjual belikan untuk smua umur,jadi hanya di jual kepada masyarakat yang berusia 21+
    3. Memperbaiki isi dari majalah tersebut yang tidak senono. jadi tidak menampilkan gambar2 yang vulgar, karena budaya kita berbeda dengan budaya barat yang mengutamakn kebebasan.
    4. Meyakinkan kepada masyarakat bahwa majalah ini sudah tidak lagi berbau negatif dan vulgar, dengan melakukan promosi melalui media cetak maupun media elektronik.
    Langkah-langkah yang saya lakukan ini untuk tetap menjaga ke eksisan majalah ini tetap beredar,saya tidak menyerah walaupun mendapat reaksi buruk dari semua lapisan masyarakat yang telah memprotes majalah ini sebelumnya. sebagai pemasar yg profesional saya akan terus memperbaiki dari majalah play boy ini.

    Comment by Mukhammad Yusuf Efendi | April 17, 2007 | Reply

  18. jika saya menjadi manjer pemasaran dari pada majalah playboy.saya selaku manajer akan mengatur beberapa strategi pemasaran yang antara lain :

    1.mengurangi beberapa foto panas terutama pada cover majalah.
    2.memasarkan majalah pada beberapa toko tertentu.
    3.untuk meningkatkan image dari majalah tersebut maka menargetkan sasaran pasar kami ialah dari masyarakat menengah atas.
    4.menggalang bakti sosial yang bertujuan untuk mengubah citra majalah playboy sebagai majalah dewasa yang tidak hanya menawarkan sesuatu yang berbau panas,tetapi juga punya keperdulian terhadap masyarakat sekitar.
    5.menambahkan topik yang intinya dapat berguna bagi masyarakat.

    david minarta
    2006310110

    Comment by david minarta | April 17, 2007 | Reply

  19. Majalah Playboy merupakan majalah yang menampilkan gambar2 yang vulgar.tapi selama ini majalah ini mendapat tentangan dari kalangan masyarakat. sebagai pemasar yang profesional saya akan tetap meneruskan penerbitan majalah ini dengan melakukan berbagai perubahan2 terhadap majalah ini. Langkah yang saya lakukan dalam memperbaiki majalah ini adalah:

    1. meminta maaf pada masyarakat atas ketidaknyamanan masyarakat dengan diterbitkannya majalah Playboy yang banyak menimbulkan kontra slama ini.
    2. Mengubah tampilan, ganbar,isi dari majalah ini tidak vulgar, maksudnya tetap mengutamakan budaya kita sendiri.
    3. Membatasi penerbitan majalah ini, sehingga tidak semua orang bisa mendapatkannya.
    4. Melakukan promosi dengan berubahnya isi,gambar dari majalah ini sehingga masyarakt tidak lagi berfikiran negatif terhadap majalah ini.
    5. Memperbaiki nama baik majalah Playboy. misalnya dengan melakukan kegiatan2 sosial kpd masyarakat yang menunjukkan bahwa pihak tersebut peduli.

    Comment by Mukhammad Yusuf Efendi | April 17, 2007 | Reply

  20. Assalamualaikum wr.wb

    Semua orang di dunia ini tahu tentang majalah playbloy terutama orang dewasa.Indonesia adalah salah satu cabang dari Amerika.Dari sejak dulu majalah ini memang sudah ada tetapi tidak semarak sekarang ini hanya orang-orang yang tertentu saja yang dapat mempunyai majalah ini mengingat harga majalah ini relatif cukup mahal dan penyebarannya tidak seperti sekarang.
    Majalah ini penjulannya laku sehingga semakin banyak perusahaan-perusahaan yang meniru yang isinya relatif sama.Karena semakin maraknya majalah semacam ini sehingga timbulnya kontroversial di Indonesia.Hal ini membuat sebagian orang Islam terutama Front Pembela Islam, mereka menggugat agar tidak lagi diterbitkan majalah ini.Front Pembela Islam menganggap bahwa majalah ini merupakani pornografi dan porno aksi(dalam hal ini modelnya)
    Seandainya saya sebagai pemasar majalah ini saya akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
    1.Mengganti IMAGE majalah playbloy ini yang sudah terdengar di masyarakat bahwa majalah ini sangat buruk yang isinya hanyalah pornografi
    2.Mengganti cover pada majalah playbloy.Hal ini dilakukan karena orang akan berniat untuk membeli dilihat dari covernya bagus atau tidak dan harus disesuaikan dengan budaya Indonesia
    3.Mengganti isi majalah tidak porno saja dan mengganti konsep sebelumnya yang fulgar diganti semifulgar dan yang terpenting sesuai dengan budaya Indonesia yang cara berpakaiannya normal-normal saja
    4.Penjualannya tidak dijual bebas tetapi dengan carai pemesanan hanya untuk orang-orang dewasa atau berumur lebih dari 22 tahun, dengan cara kalau mau beli memberikan KTP agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
    5.Harga dibuat tidak terlalu mahal.
    6.Menerima saran dan kritik dari masyarakat Indonesia dan menaggapinya.dengan adanya ini maka majalah playbloy ini dapat mengetahui masyarakat setuju atau tidak tentang penerbitan edisi baru.Sehingga majalah play gloy dapat mengetahui apabila yang dikeluarkan itu kurang baik.
    7.Mengadakan seminar-seminar setiap peluncuran majalah playbloy edisi baru agar masyarakat tidak selalu menganggap buruk terus tentang majalah playbloy.
    8.Apabila masyarakat tetap nggak percaya kita akan melakukan pemberitahuaan melalui iklan di televisi.
    9.Apabila semuanya tidak mempengaruhi maka perusahaan ini mengeluarkan produk baru yaitu majalah berjudul PLAYGROUP yang isinya adalah anak-anak balita pasti laku di Indonesia karena semua orang tua akan membeli untuk si buah hati.(hehehehehehehehehehehehe)

    Itulah langkah-langkah menurut versi saya seandainya saya sebagai pemasar di majalah playbloy ini.Apabila ada kata-kata yang salah tolong dimaafkan.
    KEKURANGAN ADALAH MILIK SAYA SEPENUHNYA
    KELEBIHAN ADALAH MILIK ALLAH SWT

    Wasalamualaikum wr.wb.

    CATUR APRIL LIA SARI
    2006310429
    KELAS G

    Comment by Catur April Lia Sari | April 17, 2007 | Reply

  21. Semua orang sudah mengetahui bahwa playboy merupakan majalah khusus orang dewasa. Merek dagang ini sudah terkenal di berbagai Negara yang terkenal dengan gambar wanita dengan beberapa keindahannya. Sebagai pemasar di Indonesia yang akan saya lakukan agar Playboy ini dapt terus terbit adalah sebagai berikut :
    1. mengubah image majalah playboy yang terkenal sebagai majalah porno menjadi majalah yang elegan. Caranya dengan menghilangkan kesan porno pada majalah tersebut. Misalnya saja gambar yang biasanya menggambarkan wanita dengan “keindahannya” diubah menjadi wanita elegan sesuai dengan budaya khas Indonesia. Misalnya saja menampilkan wanita berwajah asli Indonesia di majalah tersebut.
    2. menentukan tarif yang lebih eksklusif. Karena majalah ini dikhususkan majalah orang dewasa. Maka harga juga disesuaikan untuk orang dewasa yang rata-rata sudah memiliki penghasilan sendiri.
    3. Membatasi distribusi Majalah Playboy. Majalah ini adalah majalah khusus orang dewasa. Maka dari itu pendistribusiannya melalui toko-toko buku,agen-agen,tetapi majalah ini tidak dipajang langsung di etalase.
    4. Playboy melakukan promosi pemasaran dengan melakukan sosialisasi image baru majalah tersebut. Misalnya saja mendukung Pagelaran Puteri Indonesia.

    Comment by FITRI RAHMASARI | April 17, 2007 | Reply

  22. jika saya sebagai pemasar majalah playboy yang akan saya lakukan dalam kondisi sekarang ini adalah:
    1.tetap memasarkan majalah playboy dengan beberapa batasan seperti:
    -mempersempit ruang lingkup pemasaran,misalnya dengan menjual dan memasarkan majalah playboy di toko2 yang di tunjuk majalah ini.
    -produksi majalah ini di perkecil,tetapiharga jual di naikkan.
    2.merubah isi dan foto2 vulgar yang menjadi masalah ini dan memuat foto2 yang tidak terlalu vulgar.
    3.memuat informasi yang berguna bagi pembaca,dan tidak dapat di temukan di majalah sejenis.
    4.membuka diri dalam menerima saran dan kritik masyarakat.
    5.mengadakan pendekatan kepada masyarakat tentang majalah playboy sebenarnya.agar image majalah ini tidak selamanya buruk.

    Comment by ayu bekti.n | April 17, 2007 | Reply

  23. majalah playboy tidak selamanya mempunyai image buruk di mayoritas masyarakat indonesia,karna tidak sesuai engan kebudayaan bangsa indonesia yang menjungjung tinggi adat kesopanan.oleh karena itu,jika saya sebagai pemasar majalah playboy,saya akan:
    1.mengubah gambar2 yang ada dalam majalah playboy menjadi gambar2 yang tidak terlalu vulgar.
    2.membatasi ruang lingkup penjualannya,diperjualbelikan hanya untuk orang2 dewasa.jika ada konsumen yang dibawah umur,tidak akan dilayani.
    3.selain menampilkan gambar,majalah ini juga akan memuat informasi terbaru,apakah itu tentang teknologi ataupun hal lainnya.
    4.mengkomunikasikan beberapa perubahan yang terjadidi dalam majalah dengan masyarakat sedikit demi sedikit mengubah pandangannya terhadap majalah playboy ini

    Comment by septi barunawati | April 17, 2007 | Reply

  24. Majalah playboy, tentu tidak asing lagi bagi kita. Kini Majalah ini telah hadir di Indonesia dengan versi Indonesia pula. Saat launching perdana majalah ini sudah mendapat masalah dan sebagian besar kontra dari masyarakat Indonesia khususnya kaum muslim yang sangat menolak dengan beredarnya majalah ini. Banyak orang yang mempermasalahkan majalah ini karena dinilai terlalu “syurr” atau “vulgar” dengan memperlihatkan aurat-aurat manusia yang sangat bertolak belakang dengan budaya Indonesia yang memiliki adat ketimuran. Dengan banyaknya aksi protes dari masyarakat maka pemerintah segera turun tangan dan akhirnya dirancang lah Undang-undang yang menyangkut segala bentuk pornografi. Namun entah mengapa hingga saat ini RUU anti pornografi belum juga disahkan oleh pemerintah.
    Bagaimana usaha saya jika ditempatkan pada posisi seorang Manajer Pemasaran majalah Playboy. Sebagai seorang Manajer Pemasaran yang akan saya lakukan :
    1. Melakukan rapat perusahaan tentang perbaikan penyusunan isi dan cover majalah ini agar terlihat tidak terlalu senono.
    2. Daerah pemasarannya difokuskan pada tempat-tempat tertentu sehingga tidak diperjual belikan secara bebas agar anak-anak dibawah umur tidak dapat menjangkaunya.
    3. Menaikkan harga majalah agar hanya kalangan tertentu (menengah keatas) yang dapat membelinya.
    4. Mencantumkan peringatan bahwa majalah ini hanya untuk orang “DEWASA”
    5. Lebih mengutamakan tips yang bermanfaat agar imaje majalah ini dapat membaik.
    6. Mengurangi gambar atau foto yang terkesan syurr yang identik dengan majalah ini.

    Comment by elok izza afrianswara | April 17, 2007 | Reply

  25. Di zaman seperti sekarang, semua orang pasti sudah mengenal atau bahkan pernah memiliki majalah yang kemunculannya di Indonesia menjadi perbincangan yang heboh, yang banyak menimbulkan pro kontra diberbagai kalangan masyarakat, yaitu majalah playboy. Majalah dengan lambang kelinci ini banyak sekali menuai kecaman, mulai dari masyarakat biasa sampai para umat Islam yang menamakan dirinya FPI, juga pernah memboikot majalah bahkan kantornya. Dan akhirnya pemerintah merancang RUU tentang pornografi. Dan tidak sedikit pula dari mereka yang pro dengan majalah ini. Dari aksi para masyarakat yang kontra dengan majalah ini disebabkan karena adanya perbedaan budaya antara timur dan barat. Oleh karena itu, para pemilik perusahaan ini atau bahkan manager pemasarannya harus bisa melihat peluang.
    Jika saya menjadi manager pemasaran dari majalah playboy, maka saya akan :
    1. Saya akan mengadakan penelitian terlebih dahulu untuk mengetahui bagaimana pendapat para masyarakat atas diterbitkannya majalah ini. Yang sudah kita ketahui sekarang majalah playboy ini adalah majalah yang sangat bertolak belakang dengan budaya Indonesia. Yang notabene masyarakat Indonesia ini didomonasi oleh warga muslim, yang tentu saja sangat tidak setuju akan majalah yang nantinya akan merusak jiwa generasi muda.
    2. Saya akan mengadakan suatu pertemuan atau rapat antar pemilik perusahaan yang bertujuan untuk bagaimana menetapkan isi dan cover dari majalah playboy agar terkesan tidak terlalu menonjolkan sisi pornografinya, seperti memperbanyak artikel yang bermanfaat dari pada memperbanyak foto-foto panas.
    3. Saya akan menghilangkan image playboy yang jelek di mata masyarakat dengan melakukan promosi dan meyakinkan kalau playboy Indonesia tidak seburuk playboy Amerika.
    4. Tentang masalah penerbitan, saya akan memfokuskan pemasaran hanya untuk masyarakat dewasa dan di tempat-tempat tertentu sehingga anak-anak di bawah umur tidak bisa menikmati atau membeli majalah ini dengan leluasa.
    5. Dan saya akan memberikan himbauan kepada masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak di bawah umur untuk tidak mengkonsumsi majalah ini dan menyalahartikan isi dari majalah playboy yang tertera di cover majalah tersebut.

    Comment by Maulia Fitriasih | April 17, 2007 | Reply

  26. Playboy dan benturan budaya

    Seperti yang kita ketahui majalah playboy sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia dan majalah ini juga sebenarnya hanya diperuntukkan untuk pria dewasa, tapi pada kenyataannya tidak demikian. Hadirnya majalah ini menimbulkan pro dan kontra dari masyarakat Indonesia, mereka yang kontra mengatakan majalah tersebut sudah merusak moralitas dan budaya bangsa Indonesia dengan gambar-gambar yang ditampilkan didalam majalah tersebut. Tapi tidak bagi mereka yang pro menganggap bahwa majalah tersebut tidaklah terlalu fulgar melainkan sesuatu nilai seni yang tinggi. Jika saya sebagai pemasar di Indonesia, yang akan saya lakukan adalah:
    1. mengubah gambar,dan isinya agar tidak fulgar(berbau pornografi).
    2. Menaikkan harga penjualan dimasyarakat sehingga tidak mudah untuk didapat atau dibeli.
    3. Menentukan distribusi penjualannya atau tidak dijual secara bebas dengan cara menunjuk agen-agen koran or majalah
    4. Diterbitkan hanya sekali dalam setiap edisi, sehingga majalah tersebut tidak dicetak ulang oleh penerbitnya.
    5. Menerima kritik dan saran dari para pembacanya guna memperbaiki tampilan majalah playboy tersebut sehingga majalah playboy tidak dianggap sebagai majalah yang berbau pornografi yang dapat merusak moralitas masyarakat Indonesia.

    Comment by ika kharisma arianti | April 17, 2007 | Reply

  27. Majalah playboy, tentu tidak asing lagi bagi kita. Kini Majalah ini telah hadir di Indonesia dengan versi Indonesia pula. Saat launching perdana majalah ini sudah mendapat masalah dan sebagian besar kontra dari masyarakat Indonesia khususnya kaum muslim yang sangat menolak dengan beredarnya majalah ini. Banyak orang yang mempermasalahkan majalah ini karena dinilai terlalu “syurr” atau “vulgar” dengan memperlihatkan aurat-aurat manusia yang sangat bertolak belakang dengan budaya Indonesia yang memiliki adat ketimuran. Dengan banyaknya aksi protes dari masyarakat maka pemerintah segera turun tangan dan akhirnya dirancang lah Undang-undang yang menyangkut segala bentuk pornografi. Namun entah mengapa hingga saat ini RUU anti pornografi belum juga disahkan oleh pemerintah.
    Bagaimana usaha saya jika ditempatkan pada posisi seorang Manajer Pemasaran majalah Playboy. Sebagai seorang Manajer Pemasaran yang akan saya lakukan :
    1. Melakukan rapat perusahaan tentang perbaikan penyusunan isi dan cover majalah ini agar terlihat tidak terlalu senono.
    2. Daerah pemasarannya difokuskan pada tempat-tempat tertentu sehingga tidak diperjual belikan secara bebas agar anak-anak dibawah umur tidak dapat menjangkaunya.
    3. Menaikkan harga majalah agar hanya kalangan tertentu (menengah keatas) yang dapat membelinya.
    4. Mencantumkan peringatan bahwa majalah ini hanya untuk orang “DEWASA”
    5. Lebih mengutamakan tips yang bermanfaat agar imaje majalah ini dapat membaik.
    6. Mengurangi gambar atau foto yang terkesan syurr yang identik dengan majalah ini.

    Comment by Elok Izza Afrianiswara | April 17, 2007 | Reply

  28. Di Indonesia majalah playboy sudah beredar begitu banyak, seperti yang kita ketahui majalah ini manampilkan gambar-gambar yang sangatlah fulgar, yang mana tidak cocok untuk dibaca atau dilihat masyarakat Indonesia karena hal ini bertolak belakang pada kebudayaan Indonesia. Dengan adanya majalah ini menimbulkan reaksi dari masyarakat, ada 2 pendapat yang saling bertolak belakang, satu pihak mendukung dengan terbitnya majalah ini karena mereka beranggapan bahwa apa yang ada dimajalah tersebut adalah seni yang tinggi, tapi disatu pihak menolak karena hal tersenut sudah termasuk pornografi dan pornoaksi. Apabila saya menjadi pemasar yang saya lakukan adalah:
    1. meminimalisasi penjualan yang beredar
    2. menaikkan harga penjualan majalah tersebut sehingga susah untuk dibeli oleh anak-anak.
    3. Mengubah tampilan serta gambar-gambar yang ada dimajalah tersebut.
    4. Tidak diperjual belikan secara bebas

    Comment by yohana ratih c | April 17, 2007 | Reply

  29. Kita tahu bahwa majalah Playboy adalah majalah kontroversi. Ada kalangan yang menganggap bahwa majalah tersebut adalah majalah yang seronok dan porno karena terdapat foto para model yang berpakaian minim bahkan terkesan mengumbar kevulgaran. Di lain pihak ada kalangan yang menganggap bahwa majalah tersebut adalah majalah yang artistik. Mereka berpendapat seperti itu karena tidak ada batasan dalam pengertian mereka untuk menyampaikan arti dari sebuah kesenian.
    Di Indonesia arti sebuah kebudayaan sangatlah penting. Dengan kebudayaan ketimuran itulah mereka selalu menjunjung nilai kesopanan dan kesusilaan. Selain nilai kebudayaan, mereka juga sangat mendukung nilai keagamaan. Mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam, membuat keberadaan majalah Playboy tidak diterima oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Agama Islam sangat menentang bagi perempuan yang mengumbar aurat tubuh. Mereka menganggap pose model playboy adalah suatu penyimpangan terhadap nilai agama. Karena penyimpangan inilah ada beberapa ormas yang melakukan protes bahkan melakukan boikot.
    Jika saya menjadi pemasar majalah Playboy mka saya :
    1. Tidak akan mendistribusikan majalah secara bebas. Dengan pemesanan melalui pihak telepon atau internet. Orang yang memesan melalui via ini pastilah memang orang yang ingin menjadikan majalah Playboy sebagai bahan konsumsi.Dengan cara ini kita tetap dapat mendistribusikan majalah tersebut kepada orang-orang tertentu saja sehingga tidak menimbulkan protes bagi pihak yang kontra.
    2. Model-model majalah tidak dari orang Indonesia melainkan dari model luar negeri. Karena orang Indonesia akan menganggap model kalau itu orang Indonesia adalah sebagai wanita yang tidak menjaga kehormatan dan tata budaya.
    3. Menentukan tarif yang tinggi tapi dibarengai dengan desain yang eksklusif karena majalah ini adalah majalah yang biasanya dikonsumsi oleh kalangan dewasa menengah atas.
    4. Tetap melakukan pengawasan terhadap perkembangan majalh apakah sudah dapat diterima oleh masyarakat atau tida dan akan terus memperbaiki bagian-bagian majalah agar tidak terkesan porno.

    Comment by rizka choirunnisa | April 17, 2007 | Reply

  30. PLAYBOY DAN BENTURAN BUDAYA

    Majalah playboy adalah majalah khusus orang-orang dewasa. Dimana didalam majalah playboy tersebut terdapat gambar-gambar yang terlalu fulgar, Sehingga menurut pendapat banyak masyarakat khususnya kaum muslim. Majalah playboy itu tidak boleh beredar di kalngan masyarakkat Indonesia itu akan berdampak berdampak buruk bagi anak-anak yang melihat maupun yang membacanya,
    Jika saya menjadi pemasar majalah playboy di Indonesia tersebut yang saya lakukan agar majalah playboy tersebut diterima dikalangan masyarakat adalah :
    1. Saya akan memperbaiki image playboy yang buruk dimata masyarakat yaitu dengan menyajikan gambar-gambar yang sedikit sopan dengan mengutamakan adat ketimuran itu sendiri tetapi tetap kelihatan seninya sebagai aktris yang profesional.
    2. Membatasi penjualan, yaitu dengan membatasi penerbitan majalah tersebut agar tidak semua orang bisa bebas mendapatkan maupun membeli majalah playboy tersebut
    3. Membatasi daerah-daerah penjualan yaitu dengan menentukan agen-agen distribusi penjualan agar tidak semua orang bisa menjual majalah playboy dengan bebas
    4. Menaikkan harga penjualan majalah playboy tersebut karena apabila majalah tersebut relatif murah itu akan mudsah didapatkan ataupun dibeli dikalangan masyarakat.
    5. Bagi para penjual yang menjual majalah playboy harus betul-betul memperhatikan pembeli majalah playboy tersebut karena selama ini penjual hanya mementingkan barangnya itu laku atau terjual dan mendapatkan laba sehingga tidak memperhatikan betul siapa pembeli majalah tersebut.

    Comment by putri ocdritte a | April 17, 2007 | Reply

  31. Seperti yang kita ketahui majalah “playboy” adalah majalah yang menfokuskan pada karakteristik konsumen usia dewasa khususnya adalah kalangan pria dewasa yang relatif tergolong kalangan menengah keatas, dengan pola hidup yang cenderung glamour dan membutuhkan informasi-informasi yang hanya dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi majalah-majalah tertentu.
    Keadaan sosial dan budaya di Indonesia yang bertolak belakang dengan “playboy” mengakibatkan macetnya distribusi dari produk tersebut .Untuk itu, perlu diadakan perombakan dari produk itu sendiri yang harus disesuaikan dengan keadaan yang ada di Indonesia yang sangat memperhatikan norma-norma yang ada.Namun sebelumnya harus diadakan inspeksi kelayakan produk tersebut terhadap pihak-pihak yang terkait (dalam hal ini dalah ormas-ormas serta dari pemerintah Indoneia) serta mengadakan publikasi kelyakannya agar konsumen tertentu tidak salah persepsi.
    Promosi yang mungkin dilakukan adalah melalui internet, karena melihat situasi sosial,politik,ekonomi,dan budaya yang ada di Indonesia, majalah ini tidak bisa melakukan promosi secara terng terangan dan terbuka. Saluran pemasaran yang memungkinkan melalui online,serta sistem pemesanan langsung melalui distributor yang legal dan tertutup, karena dalam hal ini kita (pemilik “playboy”) bagaimanapun juga sulit untuk bisa mengubah pandangan serta keyakinan budaya di Indonesia.

    Comment by Aminatus.S | April 17, 2007 | Reply

  32. Tugas Individu
    Manajemen Pemasaran
    Kelas G

    Assalamualaikum wr.wb

    Jika saya menjadi pemasar majalah playboy, maka yang akan saya lakukan adalah sebagai berikut :
    1. Membatasi distribusi.
    Hal ini dapat dilakukan penekanan penjualan pada majalah playboy.
    Misalnya,penjualan majalah playboy dilakukan di tempat – tempat khusus.Atau tempat yang tidak mudah dijangkau oleh kalangan remaja dibawah umur.
    2. Menetapkan harga jual yang tinggi.
    Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kalangan remaja dibawah umur tidak
    dapat menjangkaunya.
    3. Memberi label peringatan.
    Hal ini dilakukan untuk memberi peringatan kepada penjual ataupun pembeli.
    Penjual harus melihat, apakah si pembeli sudah pantas untuk mengkonsumsi
    majalah playboy tersebut.
    Tapi semua itu pada hakekatnya adalah diperlukan kesadaran yang penuh pada masing -masing individu.
    Terima kasih…

    Wassalamualaikum wr.wb

    Comment by Wahyu Lestari Ekawati | April 17, 2007 | Reply

  33. Budaya mempunyai pengaruh yang besar pada perilaku konsumen terhadap keinginan membeli suatu produk. Dari semenjak dia tumbuh pastinya ada proses yang akan mempengaruhi pola pikir dan cara pandang suatu manusia. Setiap masyarakat atau kelompok mempunyai budaya yang berbeda antar tempat atau negara yang satu dengan negara yang lain. Setiap budaya dari suatu kelompok atau masyarakatjuga mempunyai pengaruh yang berbeda pada kelompok atau masyarakat yang lain. Jika seorang pemasar tidak dapat menyesuaikan dengan budaya di tempat tersebut tentunya dia akan mengalami kegagalan. Untuk itulah seorang pemasar harus memahami budaya di tiap – tiap masyarakat atau kelompok.
    Pada kasus kali ini adalah jika saya menjadi seorang pemasar dari majalah play boy Indonesia, apa yang harus saya lakukan sehingga masyarakat atau konsumen mau memilih dan membeli produk ini.
    Kita tahu bahwa Indonesia memegang adat ketimuran yang teguh. Mereka juga masih memegang nilai-nilai agama. Apalagi majalah play boy dinilai tidak sesuai dengan nilai – nilai tersebut. Tentunya akan sulit memasarkan majalah play boy yang yang telah memiliki image terlalu vulgar untuk isinya.
    Jika saya menjadi seorang pemasar majalah play boy Indonesia, saya akan mengiklankan majalah ini melalui media cetak ataupun elektronik. Isi dari iklan itu antara lain menjelaskan bahwa isi ataupun gambar dari majalah ini tidak menyimpang dari nilai – nilai adat ketimuran. Begitu juga dengan gambar – gambarnya juga tidak terlalu vulgar.
    Setelah itu gencar melakukan promo tour dari kota – kota dan menjelaskan tentang isi dari majalah ini. Selain itu juga menjelaskan lewat situs – situs resmi play boy tentang isi play boy, bahwa play boy berbeda dengan play boy yang beredar di negara negara yang lain.
    Selain faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi dan faktor psikologis juga mempengaruhi perilaku konsumen. Dan semua hal itu juga harus dipertimbangkan.
    Tentunya semakin gencar kita melakukan penjelasan tentang isi dari play boy, masyarakat akan semakin mengerti tentang bagaimana isi dari play boy. Dan ini akan meningkatkan penjualan majalah ini terhadap konsumen. Diharapkan dengan cara ini konsumen akan memilih dan membeli majalah ini. Dan majalah ini hanya akan dijual di toko toko tertentu saja.

    Comment by suci nurmawati | April 17, 2007 | Reply

  34. MAJALAH PLAYBOY DAN BENTURAN BUDAYA

    Assalamualaikum wr.wb

    Majalah Playboy adalah majalah yang penjualannya sangat pesat di pasaran luar negeri. Untuk mendulang kesuksesan layaknya di luar negeri maka industri majalah playboy mencoba menggaet pasar Indonesia yang sebagian besar masyarakat muslim. Playboy sangat bertolakbelakang dengan kebudayaan kita sehingga keberadaan mereka menimbulkan pro-kontra karena telah menampilkan gambar pornografi. Karena itulah pihak pemasar sempat dimeja hijaukan karena tidak memandang sudut pandang budaya Indonesia yang menjunjung tinggi martabat negara.

    Jika saya menjadi pemasar majalah Playboy, saya akan :

    1. Membuat perombakan ide yang biasanya menampilkan foto-foto syur menjadi foto-foto yang menampilkan sisi baik wanita dengan mengenakan pakaian yang tertutup dan sopan.
    2. Mengadaptasi strategi pemasaran dengan budaya Indonesia.
    3. Melakukan pembatasan penerbitan majalah sehingga tidak mudah didapatkan oleh masyarakat khususnya anak-anak dibawah umur yang tidak layak baca.
    4. Menaikkan harganya supaya pasaran hanya dibeli oleh orang-orang tertentu.
    5. Memberi artikel-artikel atau profil model ternama.

    Perubahan ini mungkin membuat masyarakat masih belum percaya. Cara agar dapat membuat diterima oleh masyarakat adalah dengan mengadakan seminar-seminar, talk-show di stasiun tv, dan internet.

    Mungkin inilah yang dapat saya sampaikan. Mohon dimaafkan jika ada kata saya yang kurang variatif.

    THANX’S…

    Comment by kiekie justitiane abdi | April 17, 2007 | Reply

  35. assalamualaikum wr wb.

    majalah playboy adalah majalah dewasa internasional yang sudah sangat mom booming di dunia.di Indonesia senediri majalah ini sangat diperdebatkan keberadaanya karena seperti yang kita keyaui pada kenyataanya didunia,majalah ini kerap sekali mengumbar n mengekslpoitasi tubuh wanita,tp tang terpenting bkn dr itu saja karena pada kenyataanya majalah aini ternyata jg mengasih informasi-informasi buat para pembacanya yang sangat berguna dan tidak menyesatkan.di Indonesia sendiri majalah ini sebenarnya tidak seperti majalah- majalah playboy yang di luar negeri,isinya memang sama tetapi gambar-gambar di playboy Indonesia tidak fulgar dan tidak mengumbar atau mengeksploitsi tubuh wanita dan isinya sanagtlah berguna bagi pembaca.jika saya sebagai pemasar majalah ini yang saya lakukan adalah:

    1.saya akan meyakinkan pembaca dan masyarakay bahwa playboy Indonesia berbeda atau tidak sama dengan playboy luar,foto-fotonya lbh sopan tidak seperti playboy di luar negeri serta informasinya sangat berguna bagi pembaca.

    2.distribusinya juga tidak untuk semua kalangan,karena majalah ini adalah majalah dewasa jadi majalah ini dikhususkan bagi pria dewasa yang umurnya diatas 21 tahun,penyebaran penjualan majalah ini tidak boleh di sembarang tempat karena sangat rawan bagi anak-anak dibawah umur.

    3.penetapan harga diatas standart,supaya tidak disalah gunakan oleh opnum-opnum yang tidak berwenang,dan untuk menghindari anak-anak dibawah umur untuk membeli majalh yang belum pantas untuk dibeli mereka.

    4.dan yang paling terpenting adalah mengubah image majalah ini yang semula adalah majalah dewasa yang vulgar menjadi majalah dewasa yang mendidik.

    terimah kasih ^_^

    Comment by yulia kurniawati | April 17, 2007 | Reply

  36. Budaya mempunyai pengaruh yang besar pada perilaku konsumen terhadap keinginan membeli suatu produk. Dari semenjak dia tumbuh pastinya ada proses yang akan mempengaruhi pola pikir dan cara pandang suatu manusia. Setiap masyarakat atau kelompok mempunyai budaya yang berbeda antar tempat atau negara yang satu dengan negara yang lain. Setiap budaya dari suatu kelompok atau masyarakatjuga mempunyai pengaruh yang berbeda pada kelompok atau masyarakat yang lain. Jika seorang pemasar tidak dapat menyesuaikan dengan budaya di tempat tersebut tentunya dia akan mengalami kegagalan. Untuk itulah seorang pemasar harus memahami budaya di tiap – tiap masyarakat atau kelompok.
    Pada kasus kali ini adalah jika saya menjadi seorang pemasar dari majalah play boy Indonesia, apa yang harus saya lakukan sehingga masyarakat atau konsumen mau mimilih dan membeli produk ini.
    Kita tahu bahwa Indonesia memegang adat ketimuran yang teguh. Mereka juga masih memegang nilai-nilai agama. Apalagi majalah play boy dinilai tidak sesuai dengan nilai – nilai tersebut. Tentunya akan sulit memasarkan majalah play boy yang yang telah memiliki image terlalu vulagar untuk isinya.
    Jika saya menjadi seorang pemasar majalah play boy Indonesia, saya akan mengiklankan majalah ini melalui media cetak ataupun elektronik. Isi dari iklan itu antara lain menjelaskan bahwa isi ataupun gambar dari majalah ini tidak menyimpang dari nilai – nilai adat ketimuran. Begitu juga dengan gambar – gambarnya juga tidak terlalu vulgar.
    Setelah itu gencar melakukan promo tour dari kota – kota dan menjelaskan tentang isi dari majalah ini. Selain itu juga menjelaskan lewat situs – situs resmi play boy tentang isi play boy.
    Selain faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi dan faktor psikologis juga mempengaruhi perilaku konsumen. Dan semua hal itu juga harus dipertimbangkan.
    Tentunya semakin gencar kita melakukan penjelasan tentang isi dari play boy, masyarakat akan semakin mengerti tentang bagaimana isi dari play boy. Dan ini akan meningkatkan penjualan majalah ini terhadap konsumen. Diharapkan dengan cara ini konsumen akan memilih dan membeli majalah ini. Dan majalah ini hanya dijual di toko – toko tertentu saja

    Comment by suci nurmawati | April 17, 2007 | Reply

  37. assalamualaikum wr wb..

    Seperti yang kita ketahui majalah playboy adalah majalah dewasa yang sudah membooming di internasional.sementara itu di Indonesia sendiri majalh ini sangat diperdebatkan dikarenakan keberadaannya,karena seperti kenyataannya majalah ini di dunia adalah majalah dewasa yang vulgar dan mengekslpoitasi tubuh wanita.Tapi di Indonesia sendiri majalah ini hanyalah majalah dewasa yang memberikan informasi-informasi yang sangat bergunaaa bagi pembacanya dan tidak hanya mengeksploitasi tubuh wanita karena pada kenyataannyaa majalah ini sangat berbeda dengan majalah-majalah playboy di luar negeri yang vulgar dan mengeksploitasi tubuh wanita meskipun majalah-majalah tersebut juga memberikan informasi kepada para pembacanya.jika saya menjadi pemasar yang saya lakukan adalah:

    1.Meyakinkan para pembaca bahwa majalah-majalah ini tidak sama dengan majalah-majalah playboy yang di luar negeri yamg mengeksploitasi tubuh wanita.majalah ini memberikan informasi yang berguna dan mendidik bagi pembaca.

    2.Distribusinya tidak boleh sembarangan,karena majalah ini diperuntukkan bagi pria-pra dewasa yang sudah berumur 21 tahun ke atas dan tidak diperuntukkan dibawah umur tersebut,penyebarannyapun juga tidak boleh sembarangan karena sangat rawan bagi anak-anak dibawah umur.

    3.Harga majalah ini harus diatas standard dikarenakan supaya anak-anak dibawah umur tidak membeli majalah yang tidak seharusnya mereka beli.

    4.Dan yang paling penting image majalh ini yang sudah sangat jelek di mata masyarakat harus diubah,majalah yang sebelumnya adalah majalah dewasa yang sangat vulgar.tp di Indonesia majalah ini tidak seperti itu karena majalah ini lebih bersifat mendidik dan tidak mengeksploitasi tubuh wanita seperti majalah-majlah playboy yg sudah beredar di bnyak negara.

    Xie xie laoshi ^_^ Y

    Comment by yulia kurniawati | April 17, 2007 | Reply

  38. Ass.Wr.Wb
    Jika saya menjadi seorang pemasar majalah playboy, hal yang saya lakukan dari beberapa segi :
    1. Melihat dari tingkat umur : Memberikan penyuluhan yang sangat mendalam terhadap isi majalah playboy yang berbau “dewasa”.
    2. Melihat dari segi sasarannya : Membuat pemasaran dari majalah palyboy ini menjadi suguhan bagi para khalayak yang sesuai dengan umurnya.
    3. Melihat dari distribusinya : Dengan cara yang sedikit radikal yaitu membuat majalah playboy sedikit berbeda dengan yang sudah kita kenal sekarang atau pendistribusiannya berada di bawah instansi pemerintah sehingga bisa di kontrol pendistribusiannya dan tertuju pada pemasarannya.
    4. Melihat dari segi keuntungan : Sebagai pemasaran majalah playboy, pasti tidak memikirkan baik/buruknya untuk bangsa yang terpenting dari bisnis adalah laba yang besar serta menguntungkan secara immateriil.

    Terima kasih
    Wassalam

    Comment by M.TAUFIK AL-RIZAL (2006310160) | April 17, 2007 | Reply

  39. sebenarnya budaya sangat besar pengaruhnya dalam prilaku konsumen untuk membeli dan menentukan suatu produk. ketika produsen menghasilkan suatu produk marketing juga akan melihat budaya masyarakat tersebut seperti apa, mungkin majalah playboy melihat saat ini budaya masyarakat kota di indonesia yg mulai terkontaminasi oleh budaya2 barat yang fulgar dan buka-bukaan mereka menganggap orang indonesia akan senang apabila majalah ini diterbitkan untuk memenuhi kebutuhan laki-laki dewasa. namun satu yg mereka lupakan bahwa kebutuhan masyarakat ini bervariasi, keinginan konsumen sangat berbeda mereka hanya melihat kebutuhan laki2 dewasa mereka tidak melihat apa dampak bagi mereka yang masih memegang nilai2 budaya indonesia. apa dampak bagi para remaja dan anak-anak apabila mereka melihat atau membaca majalah ini. tidak heran apabila majalah ini ditentang banyak orang. seharunya mereka juga memberikan nilai2 education ke dlam isi dari majalah tersebut. namun apabila majalah tersebut dibuat dengan mempertimbangkan nilai budaya dengan sedikit vulgar namun membawa nilai budaya tidak hanya sensualitas, cara kehidupan masyarakat modern saja namun lebih kepada standarisasi kebutuhan masyarakat indonesia.
    1. apabila saya menjadi pemasar saya akan mempertahankan majalah ini dengan merubah isi budaya dalam majalah playboy ini dengan memenuhi kebutuhan masyarakat indonesia sebenarnya apabila masyarakat selalu disodori dengan hal2 seperti itu pasti budaya masyarakat indonesia akan berubah namun apabila dalam majalah ini kita memberikan nilai budaya masyarakat indonesia yang sangat menghargai perempuan sebagai makhluk yang indah maka tidak akan menimbulkan dampak yang sangat negatif
    2. yang kedua adlah membagi segmen pasar dimana majalah ini diprntukkan bagi laki-laki dewasa yang diatas 25 tahun yang benar2 cukup mengerti tentang kebutuhan manusia dewasa. dengan harga yang sangat ekspensive dan hanya ad di toko2 besar dan terkenal yang hanya bisa dijangkau oleh orang2 dewasa saja tidak termasuk anaak2.
    3. memberikan nilai education yang banyak agar para pembaca benar-benar diberikan pengetahuan bukan kepuasan saja. agar buku tersebut bisa menjadi bimbingan dan tidak mengarah pada hal-hal negative
    4. mengurangi hal2 yang berbau porno dan mengurangi gambar-gambar porno pada isi majalah agar orang tidk hanya terpaku pada melhat gambar aja tetapi juga meluhat apa si sebenarnya isi atau pesan dari majalsh ini.
    5. dengan membuat edisi yang berbeda pada setiap event misalnya pada hari raya dengan memberikan gambar yang berbau muslim misalnya wanita muslim namun misinya tetap pada kebutuhan laki2 dewasa.
    dengan perubahan emua itu dan promosi yang baik pula maka saya rasa majalah laki2 dewasa itu tidak ad maslah apabila tetap diterbitkan karene melihat kebutuhan yang sangat variabel namun tetap membawa nilai2 budaya indonesia.

    terima kasih

    Comment by dian ayu | April 21, 2007 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: